Update: Kamis, 20 Agustus 2026

BNII

PT. Bank Maybank Indonesia Tbk.

Rp 193
0.00%
Volume
5.820 lot
MA 5
193
MA 20
192
RSI
66.67
High
194
Low
191
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
0.45%
Support (10d)
191
Resistance (10d)
197
Volume Trend (10d)
-47.4%
Score
55
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
1.58 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (66.7)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.451 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BNII saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 66.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.45%. Area support terdekat berada di sekitar Rp191, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp197.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 197 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 217, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 191 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

ROA vs ROE: Memahami Dua Ukuran Profitabilitas yang Sering Tertukar

Dalam analisis fundamental saham, dua rasio profitabilitas yang paling sering digunakan adalah Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE). Sekilas keduanya terlihat mirip karena sama-sama mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba. Namun secara konsep dan interpretasi, keduanya sangat berbeda. Investor yang tidak memahami perbedaan ini bisa salah mengambil keputusan. Sebuah perusahaan dengan ROE tinggi belum tentu sehat, dan perusahaan dengan ROA rendah belum tentu buruk. Artikel ini akan membahas tuntas perbedaan, kelebihan, kekurangan, serta cara menggunakan ROA dan ROE secara bijak. Apa Itu Return on Asset (ROA)? ROA mengukur seberapa efisien perusahaan menggunakan seluruh aset yang dimilikinya untuk menghasilkan laba. Aset meliputi semua kekayaan perusahaan, baik yang berasal dari utang maupun dari modal sendiri. Rumus ROA: ROA = Laba Bersih / Total Aset ×...

Artikel menarik lainnya:

  1. V-Top dan V-Bottom (Spike): Pembalikan Tajam yang Penuh Kejutan
  2. Current Ratio: Ukur Likuiditas Perusahaan
  3. Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) – Membaca Cerdas di Hari Sepi
  4. Mengubah Pola Pikir "Saya Harus Benar" menjadi "Saya Harus Untung": Revolusi Mental dalam Trading
  5. Core Portfolio: Kombinasi Saham Blue Chip dan Obligasi untuk Fondasi Investasi yang Kokoh
  6. Efek Endowment: Bahaya Cinta Buta pada Saham Milik Sendiri
  7. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu
  8. Island Reversal: Pulau Kecil yang Menandai Pembalikan Drastis
  9. Memahami Pola Doji: Sinyal Netral yang Bisa Menjadi Pembalik Tren
  10. The 1-2-3-4 Pattern: Pola Continuation dan Breakout dari Joe Ross

TradingView Chart - BNII