Update: Jumat, 22 Mei 2026

BNII

PT. Bank Maybank Indonesia Tbk.

Rp 194
+1.57%
Volume
39.026 lot
MA 5
195
MA 20
202
RSI
31.82
High
196
Low
188

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.11%
Support (10d)
188
Resistance (10d)
208
Volume Trend (10d)
-37.8%
Score
25
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-6.73 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (31.8)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -7.196 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BNII saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 31.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.11%. Area support terdekat berada di sekitar Rp188, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp208.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 25 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 179 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

High Wave: Candlestik dengan Sumbu Panjang di Kedua Sisi

Dalam analisis teknikal saham, pola candlestick sering kali menjadi cerminan langsung dari psikologi pasar. Salah satu pola yang paling menarik dan sarat makna adalah High Wave. Pola ini sangat mirip dengan Rickshaw Man, namun memiliki perbedaan fundamental: pada High Wave, badan candlestick (real body) masih terlihat jelas, meskipun tetap pendek, sementara sumbu atas dan bawahnya memanjang secara signifikan. High Wave menggambarkan pergulatan epik antara pembeli dan penjual dalam satu periode perdagangan, tanpa menghasilkan pemenang yang jelas. Karakteristik Utama Pola High Wave Agar sebuah candlestick dapat diklasifikasikan sebagai High Wave, ia harus memenuhi kriteria berikut: Sumbu Atas dan Bawah yang Panjang: Kedua sumbu (bayangan) memiliki panjang yang jauh melebihi panjang badan candlestick. Semakin panjang sumbu relatif terhadap badan, semakin kuat sinyalnya. Badan Candlestick Pendek: Berbeda...

Artikel menarik lainnya:

  1. Psikologi Ketika Portofolio Naik 100%: Di Puncak Kemenangan, Bahaya Justru Mengintai
  2. Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren
  3. Fear of Missing Out Saat IPO Meledak: Ketika Ketakutan Ketinggalan Kereta Menghancurkan Portofolio
  4. Lump Sum vs DCA: Mana Lebih Unggul? Perdebatan Klasik yang Wajib Dipahami Investor
  5. ROA vs ROE: Memahami Dua Ukuran Profitabilitas yang Sering Tertukar
  6. Deep Crab: Kepiting Dalam yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Langka
  7. Apa Itu PBV (Price to Book Value)? Panduan Mudah untuk Pemula
  8. Rebalancing Tanpa Jual Beli: Memanfaatkan Aliran Dividen untuk Menjaga Keseimbangan Portofolio
  9. Rasio ROE (Return on Equity) untuk Screening Saham
  10. Mengenal Donchian Channel: Pita yang Menangkap Rekor Tertinggi dan Terendah

TradingView Chart - BNII