Update: Selasa, 9 Juni 2026

RSCH

PT. Charlie Hospital Semarang Tbk.

Rp 300
+10.29%
Volume
227.762 lot
MA 5
278
MA 20
272
RSI
75.51
High
304
Low
266
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
3.08%
Support (10d)
252
Resistance (10d)
304
Volume Trend (10d)
-4.9%
Score
45
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-3.23 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (75.5) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.806 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham RSCH saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 75.5, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.08%. Area support terdekat berada di sekitar Rp252, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp304.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 252, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

ROA vs ROE: Memahami Dua Ukuran Profitabilitas yang Sering Tertukar

Dalam analisis fundamental saham, dua rasio profitabilitas yang paling sering digunakan adalah Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE). Sekilas keduanya terlihat mirip karena sama-sama mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba. Namun secara konsep dan interpretasi, keduanya sangat berbeda. Investor yang tidak memahami perbedaan ini bisa salah mengambil keputusan. Sebuah perusahaan dengan ROE tinggi belum tentu sehat, dan perusahaan dengan ROA rendah belum tentu buruk. Artikel ini akan membahas tuntas perbedaan, kelebihan, kekurangan, serta cara menggunakan ROA dan ROE secara bijak. Apa Itu Return on Asset (ROA)? ROA mengukur seberapa efisien perusahaan menggunakan seluruh aset yang dimilikinya untuk menghasilkan laba. Aset meliputi semua kekayaan perusahaan, baik yang berasal dari utang maupun dari modal sendiri. Rumus ROA: ROA = Laba Bersih / Total Aset ×...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio FCF to Equity (FCFE): Uang Tunai yang Benar-Benar Bisa Diterima Pemegang Saham
  2. Strategi Anti-Martingale: Seni Membiarkan Keuntungan Bekerja untuk Anda
  3. Long Legged Doji: Ketika Pasar Berguncang Hebat tapi Berakhir Bimbang
  4. Mengukur Maximum Drawdown Historis: Seberapa Dalam Portofolio Anda Bisa Jatuh?
  5. Analisis Minority Interest: Jangan Keliru Menilai Kepemilikan Laba dalam Laporan Keuangan
  6. Runaway (Measuring) Gap: Lompatan di Tengah Tren yang Bisa Mengukur Target Harga
  7. Rasio LTV/CAC: Ukuran Paling Jujur Kesehatan Saham Digital
  8. Ketika Pasar Menjadi Narkoba: Saham dan Gangguan Kecanduan Dopamin
  9. Mengenal Stochastic: Fast, Slow, Full – dan Pola Crossover
  10. FCFF (Free Cash Flow to Firm): Mengukur Nilai Seluruh Perusahaan, Bukan Hanya Ekuitas

TradingView Chart - RSCH