Update: Jumat, 22 Mei 2026

BANK

PT. Bank Aladin Syariah Tbk.

Rp 304
-2.56%
Volume
8.785 lot
MA 5
351
MA 20
524
RSI
21.23
High
316
Low
300

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
5.04%
Support (10d)
292
Resistance (10d)
635
Volume Trend (10d)
+64.5%
Score
35
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-39.80 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (21.2) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -9.316 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BANK saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 21.2, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.04%. Area support terdekat berada di sekitar Rp292, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp635.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 277 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

CAR (Capital Adequacy Ratio): Benteng Pertahanan Kesehatan Bank

Dalam dunia investasi saham perbankan, ada satu pertanyaan mendasar yang sering dilupakan investor pemula: “Seberapa kuat bank ini bertahan jika terjadi krisis?” Laba yang besar dan dividen yang menggiurkan memang penting, tetapi tanpa fondasi permodalan yang kokoh, sebuah bank bisa runtuh dalam hitungan minggu ketika badai ekonomi datang. Di sinilah CAR (Capital Adequacy Ratio) atau Rasio Kecukupan Modal memainkan perannya sebagai indikator paling fundamental dari kesehatan dan ketahanan sebuah bank. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu CAR, mengapa ia menjadi perhatian utama regulator dan investor, serta bagaimana menggunakannya dalam analisis saham. Apa Itu CAR? Capital Adequacy Ratio (CAR) adalah rasio yang mengukur kemampuan bank dalam menyediakan dana sendiri (modal) untuk menutup risiko kerugian dari berbagai kegiatan usahanya, terutama dari kredit macet dan kerugian...

Artikel menarik lainnya:

  1. Kamar Tidur Bukan Command Center: Mengapa Anda Harus Berhenti Trading di Tempat Tidur
  2. Rasio Pengeluaran Riset & Pengembangan (R&D): Mengukur Masa Depan di Balik Beban Akuntansi
  3. ARPU: Mata Uang Baru dalam Valuasi Saham Perusahaan Digital
  4. Value Averaging (VA): Strategi Cerdas Memaksimalkan Keuntungan Saat Pasar Turun
  5. The Pinocchio Bar: Sumbu Panjang yang Berbohong dan Menjadi Sinyal Reversal
  6. Ladder Top: Pola Bearish Lima Candlestick yang Jarang Tapi Mematikan
  7. Portfolio Rebalancing: Bulanan vs Tahunan, Mana yang Lebih Menguntungkan?
  8. Ichimoku Kinko Hyo: Awan yang Menunjukkan Support, Resistance, dan Momentum
  9. Membaca Pasar Lewat Perasaan: Mengenal AAII Sentiment Survey
  10. Home Bias: Bahaya Terlalu Dominan dengan Saham Dalam Negeri

TradingView Chart - BANK