Update: Kamis, 20 Agustus 2026

BANK

PT. Bank Aladin Syariah Tbk.

Rp 276
+2.22%
Volume
14.311 lot
MA 5
271
MA 20
277
RSI
50.00
High
276
Low
268
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.36%
Support (10d)
266
Resistance (10d)
280
Volume Trend (10d)
-50.1%
Score
40
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-0.72 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -7.910 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BANK saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.36%. Area support terdekat berada di sekitar Rp266, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp280.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 266, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis Impairment Asset: Ancaman Pengeruk Laba yang Sering Terlupakan Investor

Dalam laporan keuangan, ada satu pos yang kerap menjadi "pembunuh laba" dadakan: Impairment Asset atau penurunan nilai aset. Banyak investor fokus pada pendapatan dan laba operasional, namun tiba-tiba laba bersih anjlok drastis karena perusahaan mencatat kerugian impairment. Apa sebenarnya impairment asset, mengapa ini penting, dan bagaimana cara mendeteksinya sebelum terjebak dalam saham yang bermasalah? 1. Apa Itu Impairment Asset? Impairment asset adalah kondisi ketika nilai tercatat aset (di neraca) lebih tinggi daripada nilai terpulihkannya (recoverable amount). Dengan kata lain, aset tersebut kehilangan nilai ekonomi secara signifikan dan permanen. Standar akuntansi (PSAK/IFRS) mewajibkan perusahaan untuk menurunkan nilai aset ke nilai wajarnya dan mengakui kerugian impairment di laporan laba rugi. Aset yang bisa di-impair: Aset tetap (gedung, mesin, kendaraan) Goodwill (premium yang dibayar saat akuisisi di atas...

Artikel menarik lainnya:

  1. Point and Figure – Trading dengan Kolom X dan O yang Tak Lekang Waktu
  2. Money Flow Index (MFI): RSI yang Memperhitungkan Volume
  3. Nison's Gap Pattern: Tiga Jenis Gap Tambahan yang Jarang Dibahas
  4. Rising Three Methods: Konsolidasi di Tengah Kenaikan yang Menjanjikan
  5. Standar Emas Investasi: Memahami Model Portofolio 60/40 (Saham vs Pendapatan Tetap)
  6. Morning Star: Bintang Fajar yang Menerangi Pembalikan Bullish
  7. Cutting Loss: Disiplin yang Sering Diabaikan Investor
  8. Membangun Ketahanan Stres Melalui Simulasi: Latihan Mental Sebelum Terjun ke Pasar Saham
  9. Mengelola Drawdown Psikologis: Ketika Musuh Terbesar Berada di Dalam Pikiran Anda
  10. Schiff Pitchfork – Garpu yang Lebih Landai untuk Tren yang Lembut

TradingView Chart - BANK