Update: Senin, 6 Juli 2026

LAND

PT. Trimitra Propertindo Tbk.

Rp 52
+4.00%
Volume
713.480 lot
MA 5
51
MA 20
53
RSI
40.00
High
57
Low
50
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.97%
Support (10d)
50
Resistance (10d)
58
Volume Trend (10d)
-24.5%
Score
45
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-29.73 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (40.0)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -6.487 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham LAND saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.97%. Area support terdekat berada di sekitar Rp50, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp58.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 50, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Reverse Stock Split: Tanda Bahaya atau Strategi?

Jika stock split (pemecahan saham) umumnya disambut gembira oleh pasar, maka reverse stock split sering kali justru menimbulkan kewaspadaan. Banyak investor menghindari saham yang melakukan reverse split karena menganggapnya sebagai sinyal buruk. Namun, benarkah selalu demikian? Apakah ada situasi di mana reverse stock split merupakan langkah strategis yang tepat? Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang reverse stock split: definisi, mekanisme, alasan perusahaan melakukannya, serta bagaimana seharusnya sikap investor yang bijak. Apa Itu Reverse Stock Split? Reverse stock split adalah kebalikan dari stock split biasa. Dalam aksi ini, perusahaan menggabungkan beberapa lembar saham lama menjadi satu lembar saham baru dengan nilai nominal yang lebih tinggi. Jumlah lembar saham yang Anda miliki akan berkurang, sementara harga per lembar saham akan naik secara proporsional. Sekali lagi, total...

Artikel menarik lainnya:

  1. Cutting Loss: Disiplin yang Sering Diabaikan Investor
  2. Rasio FCF to Equity (FCFE): Uang Tunai yang Benar-Benar Bisa Diterima Pemegang Saham
  3. The Hook Pattern: Versi Lain dari Hook Reversal dalam Sistem Joe Ross
  4. Pengertian Dividen: Tunai, Saham, dan Cara Hitung untuk Pemula
  5. Rekening Dana Efek vs Rekening Saham: Jangan Sampai Tertukar!
  6. Kamar Tidur Bukan Command Center: Mengapa Anda Harus Berhenti Trading di Tempat Tidur
  7. Chaikin Volatility – Mengukur Kecepatan Perubahan Harga
  8. Qstick: Mengukur Kekuatan Sebenarnya dari Setiap Periode Perdagangan
  9. Analisis DuPont 5 Langkah: Bedah ROE hingga ke Tulang Paling Dalam
  10. Belt Hold: Candlestik Pembukaan di Harga Tertinggi atau Terendah

TradingView Chart - LAND