Update: Jumat, 22 Mei 2026

LAND

PT. Trimitra Propertindo Tbk.

Rp 66
+4.76%
Volume
198.766 lot
MA 5
72
MA 20
88
RSI
29.03
High
66
Low
57

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
6.21%
Support (10d)
57
Resistance (10d)
106
Volume Trend (10d)
-80.8%
Score
55
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
13.79 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (29.0) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 33.131 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham LAND saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 29.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 6.21%. Area support terdekat berada di sekitar Rp57, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp106.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 106 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 117, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 57 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Graph Anosognosia: Ketika Trader Tidak Tahu Bahwa Mereka Tidak Tahu

Ada satu kondisi psikologis yang paling berbahaya di dunia trading, lebih berbahaya daripada FOMO, lebih berbahaya daripada revenge trading, lebih berbahaya daripada overtrading. Kondisi itu adalah: tidak tahu bahwa Anda tidak tahu. Dalam psikologi, kondisi ini disebut anosognosia—ketidakmampuan seseorang untuk menyadari kekurangan atau kondisi mereka sendiri. Penderita anosognosia tidak hanya buta terhadap kelemahan mereka; mereka juga tidak sadar bahwa mereka buta. Dalam konteks trading, saya menyebutnya Graph Anosognosia: kondisi di mana seorang trader yakin bahwa mereka bisa membaca grafik, menganalisis pasar, dan mengambil keputusan yang benar—padahal sebenarnya mereka tidak bisa. Dan yang lebih parah, mereka tidak tahu bahwa mereka tidak bisa. Trader dengan graph anosognosia adalah yang paling sulit diajari. Bukan karena mereka bodoh, tetapi karena mereka tidak menyadari bahwa mereka perlu belajar. Mereka sudah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Efek Endowment: Bahaya Cinta Buta pada Saham Milik Sendiri
  2. Psikologi Ketika Portofolio Naik 100%: Di Puncak Kemenangan, Bahaya Justru Mengintai
  3. Perbedaan Trading Saham Reguler vs Cash Market: Panduan Lengkap untuk Pemula
  4. V-Top dan V-Bottom (Spike): Pembalikan Tajam yang Penuh Kejutan
  5. Mengenal Awesome Oscillator (AO): Twin Peaks, Saucer, dan Zero Line Crossing
  6. Volume Weighted Average Price (VWAP) – Acuan Harga Wajar Versi Institutional
  7. Cara Membeli Saham Pertama Kali di Sekuritas: Panduan Langkah demi Langkah untuk Pemula
  8. Overthinking vs Underthinking: Dua Ekstrem yang Sama-sama Berbahaya dalam Investasi Saham
  9. LDR (Loan to Deposit Ratio): Menakar Likuiditas dan Agresivitas Bank
  10. Mengapa Diversifikasi Berlebihan Justru Merugikan Portofolio Saham Anda

TradingView Chart - LAND