Update: Jumat, 11 September 2026

LAND

PT. Trimitra Propertindo Tbk.

Rp 75
0.00%
Volume
145.838 lot
MA 5
75
MA 20
75
RSI
42.11
High
75
Low
72
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.40%
Support (10d)
72
Resistance (10d)
79
Volume Trend (10d)
-32.7%
Score
40
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-2.60 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (42.1)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.472 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham LAND saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 42.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.40%. Area support terdekat berada di sekitar Rp72, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp79.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 72, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Memahami IHSG: Barometer Kesehatan Pasar Modal Indonesia

Jika Anda baru mulai terjun ke dunia investasi saham, pasti sering mendengar istilah "IHSG" atau "Indeks Harga Saham Gabungan". Misalnya, berita ekonomi di televisi sering memberitakan, "IHSG hari ini ditutup menguat ke level 7.200" atau "IHSG melemah seiring dengan sentimen global." Apa sebenarnya IHSG itu, dan mengapa ia begitu penting bagi para investor serta perekonomian Indonesia secara umum? Artikel ini akan mengupas tuntas pengertian IHSG, bagaimana cara menghitungnya, fungsi utamanya, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta bagaimana Anda sebagai investor pemula bisa menggunakan IHSG sebagai alat bantu pengambilan keputusan. Apa Itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)? Secara sederhana, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah angka indikator yang menunjukkan pergerakan harga seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). IHSG seperti termometer yang mengukur suhu pasar saham...

Artikel menarik lainnya:

  1. Recency vs Primacy Effect: Mana yang Lebih Mengendalikan Keputusan Saham Anda?
  2. Rasio Market Value Added (MVA): Ukuran Kekayaan yang Diciptakan untuk Pemegang Saham
  3. Valuasi Relatif terhadap Obligasi Pemerintah: Kapan Saham Lebih Menarik dari Deposito?
  4. Pengertian PER (Price to Earnings Ratio) Sederhana untuk Pemula
  5. Rectangle: Kotak Konsolidasi yang Menentukan Arah Tren Berikutnya
  6. Weekly Review: Mengukur Kinerja Trading dengan Profit Factor, Win Rate, dan Average RRR
  7. Corrective Wave: Tiga Gelombang Koreksi yang Wajib Dipahami
  8. Mengenal Kelas Saham: Perbedaan Blue Chip, Second Liner, dan Gorengan
  9. Island Gap: Ketika Harga Terdampar Sendirian Sebelum Berbalik Arah
  10. Tristar: Pola Tiga Doji yang Menandakan Titik Balik Pasar

TradingView Chart - LAND