Update: Kamis, 20 Agustus 2026

LAND

PT. Trimitra Propertindo Tbk.

Rp 78
+2.63%
Volume
351.030 lot
MA 5
76
MA 20
77
RSI
51.72
High
80
Low
76
Nilai
65/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.55%
Support (10d)
73
Resistance (10d)
87
Volume Trend (10d)
-46.1%
Score
65
Win Rate (30d)
53.33 %
P/L (30d)
25.81 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (51.7)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 7.149 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham LAND saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 51.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.55%. Area support terdekat berada di sekitar Rp73, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp87.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 80 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 86 - 90 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 73 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

The Wedge Pullback Pattern: Strategi Memasuki Pergerakan Besar Setelah Breakout

Dalam analisis teknikal, salah satu momen paling menegangkan adalah ketika harga berhasil menembus (breakout) dari suatu pola. Pertanyaan yang segera muncul: "Apakah saya harus langsung masuk, atau menunggu?" Terlalu cepat masuk, Anda bisa terjebak false breakout. Terlalu lambat masuk, Anda kehilangan sebagian besar keuntungan. Di sinilah The Wedge Pullback Pattern berperan. Pola ini memberikan kerangka kerja yang jelas untuk memasuki pasar setelah breakout dari wedge (baji), dengan memanfaatkan fenomena pullback (kembalinya harga ke area breakout) sebagai kesempatan entry kedua yang lebih aman. Karakteristik The Wedge Pullback Pattern The Wedge Pullback Pattern sebenarnya bukanlah pola candlestick atau pola grafik berdiri sendiri, melainkan sebuah strategi entry yang didasarkan pada perilaku harga setelah breakout dari wedge. Pola ini menggabungkan dua elemen: wedge (baji) sebagai pola awal, dan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Herding Behavior: Bahaya Ikut-ikutan Tanpa Analisis di Pasar Saham
  2. Ultimate Oscillator: Menggabungkan Tiga Timeframe untuk Akurasi Lebih Tinggi
  3. Payout Ratio: Penentu Aman Tidaknya Dividen Anda
  4. Butterfly: Kupu-Kupu yang Membawa Sinyal Pembalikan Ekstrem
  5. Ukuran Sejati Kinerja Saham: Mengapa Rasio Perusahaan Harus Dibandingkan dengan Rata-rata Industri
  6. Combined Ratio: Tolok Ukur Sejati Profitabilitas Asuransi Umum
  7. Saham vs Judi: Perbedaan Fatal yang Wajib Anda Pahami
  8. Mengukur Harga dari Masa Depan: Analisis Rasio Price to R&D Spend
  9. Net Premium Growth: Mesin Pertumbuhan Utama Emiten Asuransi
  10. PEG Ratio: Ketika PER Bertemu Pertumbuhan Laba

TradingView Chart - LAND