Update: Senin, 5 Oktober 2026

BATR

PT. Benteng Api Technic Tbk.

Rp 94
+4.44%
Volume
49.179 lot
MA 5
91
MA 20
91
RSI
53.85
High
95
Low
89
Nilai
80/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.52%
Support (10d)
85
Resistance (10d)
99
Volume Trend (10d)
+580.1%
Score
80
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-2.08 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (53.9)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 401 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BATR saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 53.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.52%. Area support terdekat berada di sekitar Rp85, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp99.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 94 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 108 - 118 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 89 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Bahaya Blind Follow Signal Grup Telegram: Jalan Pintas Menuju Kebangkrutan

Pukul 08.55 pagi. Seorang investor bernama Andi duduk di depan ponselnya, menunggu notifikasi dari grup Telegram premium langganannya. Dua menit sebelum pasar saham dibuka, notifikasi itu datang: "SIGNAL BUY: PT XYZ – SL 3.000 – TP 4.500 – Entry sekarang!" Tanpa berpikir, tanpa membaca laporan keuangan, tanpa melihat grafik, Andi segera membuka aplikasi trading dan membeli saham tersebut di harga berapa pun yang tersedia. Ia tidak tahu bisnis perusahaan itu. Ia tidak tahu apakah harga saat ini wajar. Ia tidak tahu risiko di balik rekomendasi itu. Yang ia tahu: "admin grup katanya jago, dan banyak anggota lain yang juga beli." Inilah potret sehari-hari ribuan investor ritel di Indonesia: blind follow signal—mengikuti rekomendasi saham dari grup Telegram secara membabi buta, tanpa verifikasi, tanpa analisis, tanpa tanggung...

Artikel menarik lainnya:

  1. Risk Parity: Filosofi Portofolio ala Ray Dalio yang Mengutamakan Risiko, Bukan Modal
  2. Herding Behavior: Bahaya Ikut-ikutan Tanpa Analisis di Pasar Saham
  3. Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis
  4. Klinger Oscillator – Volume yang Berbicara dalam Dua Arah
  5. Fixed Asset Turnover: Seberapa Produktif Pabrik Anda?
  6. Tax-Loss Harvesting: Mengubah Kerugian Saham Menjadi Keuntungan Pajak
  7. Q Ratio dalam Merger dan Akuisisi: Alat Strategis Menilai Target
  8. Rasio Pengeluaran Riset & Pengembangan (R&D): Mengukur Masa Depan di Balik Beban Akuntansi
  9. Advance Block: Sinyal Pembalikan Harga yang Sering Terlewat
  10. Multi-Factor Portfolio ala Cliff Asness: Menggabungkan Kekuatan Faktor untuk Kinerja Superior

TradingView Chart - BATR