Update: Senin, 6 Juli 2026

BATR

PT. Benteng Api Technic Tbk.

Rp 85
+1.19%
Volume
3.690 lot
MA 5
82
MA 20
84
RSI
48.28
High
85
Low
83
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.88%
Support (10d)
78
Resistance (10d)
90
Volume Trend (10d)
-55.8%
Score
30
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-4.49 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (48.3)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -14 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BATR saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 48.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.88%. Area support terdekat berada di sekitar Rp78, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp90.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 74 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Fear of Missing Out Saat IPO Meledak: Ketika Ketakutan Ketinggalan Kereta Menghancurkan Portofolio

Tidak ada momen yang lebih memicu Fear of Missing Out atau FOMO di pasar saham selain saat Initial Public Offering (IPO) sebuah perusahaan meledak. Anda pasti pernah melihatnya. Sebuah perusahaan baru saja melantai di bursa. Harga perdana 200 rupiah per saham. Hari pertama, langsung naik 50 persen menjadi 300. Hari kedua, 400. Hari ketiga, 500. Media memberitakan "saham unicorn" yang melambung tinggi. Grup WhatsApp dipenuhi dengan screenshot profit. Teman Anda yang kebetulan kebagian jatah IPO sekarang tersenyum lebar. Di saat seperti itu, satu pertanyaan muncul di kepala Anda: "Kenapa saya tidak ikut?" Lalu pertanyaan berikutnya: "Apakah masih bisa beli sekarang?" Itulah FOMO. Dan dalam konteks IPO yang sedang meledak, FOMO adalah perasaan paling berbahaya yang bisa Anda miliki. Memahami Fenomena IPO Meledak Sebelum membahas bagaimana...

Artikel menarik lainnya:

  1. Fibonacci Time Zone – Kapan Waktu yang Tepat untuk Pergerakan Besar?
  2. Take Rate: Kunci Monetisasi yang Menentukan Valuasi Saham Digital
  3. Belt Hold: Candlestik Pembukaan di Harga Tertinggi atau Terendah
  4. The Pinocchio Bar: Sumbu Panjang yang Berbohong dan Menjadi Sinyal Reversal
  5. Permanent Portfolio: Filosofi Investasi Seumur Hidup ala Harry Browne
  6. Tasuki Gap: Celah yang Menjembatani Kelanjutan Tren
  7. Biaya Transaksi Saham: Beli, Jual, dan Pajak — Panduan Lengkap Investor Pemula
  8. 2P Reserve: Kunci Menilai Nilai Sesungguhnya Saham Migas
  9. Ascending Triangle: Segitiga Naik yang Menandai Kelanjutan Tren Bullish
  10. Capital Light Model: Model Bisnis Idaman Investor Modern

TradingView Chart - BATR