Update: Senin, 5 Oktober 2026

PSGO

PT. Palma Serasih Tbk.

Rp 194
+0.52%
Volume
892 lot
MA 5
193
MA 20
194
RSI
45.00
High
195
Low
190
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
0.79%
Support (10d)
189
Resistance (10d)
196
Volume Trend (10d)
-66.0%
Score
30
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-1.52 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (45.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -47 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PSGO saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 45.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.79%. Area support terdekat berada di sekitar Rp189, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp196.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 180 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Dollar Cost Averaging (DCA): Strategi Disiplin Mengakumulasi Saham Tanpa Perlu Tebak Waktu

Salah satu tantangan terbesar dalam investasi saham adalah menentukan kapan waktu yang tepat untuk membeli. Harga bisa naik turun setiap hari, dan kekhawatiran membeli di puncak atau melewatkan murah sering membuat investor ragu-ragu. Dollar Cost Averaging (DCA) hadir sebagai solusi sederhana namun sangat efektif untuk mengatasi masalah ini. Apa Itu Dollar Cost Averaging? DCA adalah strategi investasi dengan menyisihkan sejumlah uang yang tetap secara berkala (misalnya bulanan) untuk membeli aset yang sama, terlepas dari naik atau turunnya harga. Dengan kata lain, Anda tidak berusaha menebak waktu pasar (market timing), tetapi konsisten membeli dalam jangka panjang. Contoh sederhana: Anda menyisihkan Rp1.000.000 setiap bulan untuk membeli saham perusahaan A. Saat harga sedang mahal, Anda mendapat unit lebih sedikit. Saat harga murah, Anda mendapat unit lebih banyak. Rata-rata...

Artikel menarik lainnya:

  1. Plowback Ratio: Berapa Banyak Laba yang Ditanam Kembali oleh Perusahaan?
  2. Factor Investing: Pendekatan Sistematis untuk Mendapatkan Kelebihan Return
  3. Altman Z-Score: Senjata Analisis untuk Memprediksi Potensi Kebangkrutan Perusahaan
  4. TRIX: Triple Smoothed EMA untuk Menyaring Noise Pasar
  5. Memahami Pola Bearish Engulfing: Sinyal Bahaya Saat Harga Akan Terjun
  6. Menimbang Ketidakpastian: Valuasi dengan Risk Adjusted Discounted Cash Flow (DCF)
  7. Lebih dari Sekadar Rasio: Analisis Mendalam P/E to Growth (PEG) Adjusted
  8. Average Down dan Average Up: Kapan Strategi Ini Tepat Digunakan?
  9. Valuasi Relatif terhadap Obligasi Pemerintah: Kapan Saham Lebih Menarik dari Deposito?
  10. Faktor Kelelahan Keputusan: Mengapa Semakin Banyak Anda Trading, Semakin Buruk Keputusan yang Diambil

TradingView Chart - PSGO