Update: Jumat, 14 Agustus 2026

INAI

PT. Indal Aluminium Industry Tbk.

Rp 172
-1.71%
Volume
3.135 lot
MA 5
175
MA 20
174
RSI
56.52
High
175
Low
168
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.79%
Support (10d)
168
Resistance (10d)
199
Volume Trend (10d)
-77.2%
Score
50
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
29.32 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (56.5)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham INAI saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 56.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.79%. Area support terdekat berada di sekitar Rp168, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp199.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 168, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Menimbang Ketidakpastian: Valuasi dengan Risk Adjusted Discounted Cash Flow (DCF)

Setiap investor yang pernah membangun model Discounted Cash Flow (DCF) mengetahui satu kelemahan besarnya: hasilnya sangat sensitif terhadap asumsi. Ubah tingkat diskonto (discount rate) 1% saja, nilai perusahaan bisa berubah 10-20%. Ubah asumsi pertumbuhan terminal 1%, nilai bisa melompat 15-30%. DCF standar seolah-olah mengasumsikan bahwa masa depan adalah sesuatu yang pasti—padahal kenyataannya penuh ketidakpastian. Di sinilah Risk Adjusted DCF berperan. Ini adalah pendekatan valuasi yang secara eksplisit memasukkan berbagai tingkat risiko ke dalam model, baik melalui penyesuaian arus kas (certainty equivalent) maupun melalui penyesuaian tingkat diskonto (risk-adjusted discount rate). Hasilnya adalah rentang nilai (bukan satu angka) yang mencerminkan berbagai skenario masa depan—dari yang paling optimis hingga yang paling pesimis. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang metode Risk Adjusted DCF, bagaimana membangunnya, interpretasi hasil, serta...

Artikel menarik lainnya:

  1. Memahami Metode Gordon Growth: Cara Menilai Saham Berdasarkan Dividen
  2. Rasio Price to NCAV: Strategi Klasik Mencari Net-Net Stock dalam Valuasi Saham
  3. Schiff Pitchfork – Garpu yang Lebih Landai untuk Tren yang Lembut
  4. Free Cash Flow (FCF) Adalah Raja: Mengapa Laba Bisa Berbohong, tapi Arus Kas Bebas Tidak
  5. Absorption – Volume Besar Tanpa Pergerakan Harga, Jejak Tersembunyi Pemain Besar
  6. ROA vs ROE: Memahami Dua Ukuran Profitabilitas yang Sering Tertukar
  7. Fibonacci Time Zone – Kapan Waktu yang Tepat untuk Pergerakan Besar?
  8. Piotroski Score: Cara Sistematis Menilai Kesehatan Fundamental Perusahaan
  9. Pola AB=CD: Formasi Harmonic Paling Dasar yang Wajib Dikuasai
  10. The Inside Bar: Range di Dalam Range Sebelumnya sebagai Sinyal Konsolidasi

TradingView Chart - INAI