Update: Kamis, 11 Juni 2026

BBCA

PT. Bank Central Asia Tbk.

Rp 5.825
+3.10%
Volume
5.432.954 lot
MA 5
5.310
MA 20
5.778
RSI
47.75
High
5.875
Low
5.550
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.43%
Support (10d)
4.820
Resistance (10d)
6.100
Volume Trend (10d)
+201.4%
Score
45
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-9.34 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (47.8)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -693.758 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BBCA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 47.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.43%. Area support terdekat berada di sekitar Rp4.820, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp6.100.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 4.820, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mental Accounting: Bahaya Memisahkan Uang Berdasarkan "Label" yang Tidak Rasional

Seorang investor memiliki tiga saham. Saham A: profit Rp5.000.000. Uang ini ia anggap "uang untung" dan dengan mudah ia belanjakan untuk liburan mewah. Saham B: profit Rp3.000.000. Uang ini ia anggap "uang serius" dan ia putar lagi ke investasi lain. Saham C: rugi Rp4.000.000. Kerugian ini ia anggap "kesalahan" dan ia simpan di portofolio, tidak mau direalisasikan karena sakit hati. Padahal, secara ekonomi, rupiah dari Saham A, Saham B, dan Saham C adalah rupiah yang sama persis. Tidak ada perbedaan nilai. Namun di kepala investor ini, uang-uang tersebut memiliki "label" dan "perlakuan" yang berbeda. Inilah yang disebut mental accounting. Apa Itu Mental Accounting? Mental accounting adalah konsep yang diperkenalkan oleh peraih Nobel Richard Thaler. Ia menggambarkan kecenderungan manusia untuk mengelompokkan uang ke dalam "akun-akun mental"...

Artikel menarik lainnya:

  1. Perbedaan Trading Saham Reguler vs Cash Market: Panduan Lengkap untuk Pemula
  2. Psikologi Ketika Portofolio Naik 100%: Di Puncak Kemenangan, Bahaya Justru Mengintai
  3. Runaway (Measuring) Gap: Lompatan di Tengah Tren yang Bisa Mengukur Target Harga
  4. Rasio Price to NCAV: Strategi Klasik Mencari Net-Net Stock dalam Valuasi Saham
  5. ARPU: Mata Uang Baru dalam Valuasi Saham Perusahaan Digital
  6. Bat: Kelelawar yang Membawa Sinyal Pembalikan Presisi
  7. Ribuan Skenario Masa Depan: Analisis Monte Carlo untuk Proyeksi Laba dalam Investasi Saham
  8. Peran Accountability Partner dalam Saham: Mengapa Berinvestasi Sendirian Bisa Berbahaya
  9. Rainbow Moving Average: Membaca Kekuatan Tren dengan Lapisan Ganda
  10. Analisis Minority Interest: Jangan Keliru Menilai Kepemilikan Laba dalam Laporan Keuangan

TradingView Chart - BBCA