Update: Jumat, 21 Agustus 2026

SAPX

PT. Satria Antaran Prima Tbk.

Rp 218
+0.93%
Volume
883 lot
MA 5
214
MA 20
215
RSI
63.64
High
224
Low
214
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.27%
Support (10d)
204
Resistance (10d)
232
Volume Trend (10d)
-83.0%
Score
40
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
4.81 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (63.6)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -351 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SAPX saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 63.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.27%. Area support terdekat berada di sekitar Rp204, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp232.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 204, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Menggunakan Correlation Matrix untuk Membangun Portofolio Saham yang Tangguh

Setiap investor saham pasti pernah mendengar pepatah: "Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang." Diversifikasi adalah kunci untuk mengurangi risiko. Namun, tahukah Anda bahwa diversifikasi tidak cukup hanya dengan membeli banyak saham? Jika Anda memiliki 10 saham tetapi semuanya bergerak naik turun secara bersamaan, Anda sebenarnya tidak terdiversifikasi sama sekali. Di sinilah Correlation Matrix (matriks korelasi) menjadi alat yang sangat berharga. Apa Itu Korelasi dalam Saham? Korelasi mengukur seberapa erat hubungan pergerakan harga antara dua saham. Nilai korelasi berkisar antara -1 hingga +1. Nilai Korelasi Arti Contoh +1 Bergerak sempurna searah Dua saham bank besar di negara yang sama 0 Tidak ada hubungan Saham tambang vs saham ritel makanan -1 Bergerak berlawanan sempurna Jarang terjadi di saham, lebih umum di aset seperti emas vs dolar...

Artikel menarik lainnya:

  1. Lebih dari Sekadar Rasio: Analisis Mendalam P/E to Growth (PEG) Adjusted
  2. Rising Three Methods: Konsolidasi di Tengah Kenaikan yang Menjanjikan
  3. Risk Parity: Filosofi Portofolio ala Ray Dalio yang Mengutamakan Risiko, Bukan Modal
  4. Ladder Top: Pola Bearish Lima Candlestick yang Jarang Tapi Mematikan
  5. Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren
  6. Right Issue Saham: Ketika Perusahaan Mengundang Pemegang Saham untuk Menambah Modal
  7. Pivot Point – Lima Metode Menghitung Level Support dan Resistance Harian
  8. Discounted Cash Flow (DCF): Senjata Utama Value Investor
  9. The Pinocchio Bar: Sumbu Panjang yang Berbohong dan Menjadi Sinyal Reversal
  10. Diversifikasi Sejati: Mengapa Memisah Antar Sektor dan Aset Adalah Kunci Sukses Investasi Saham

TradingView Chart - SAPX