Update: Senin, 6 Juli 2026

SAPX

PT. Satria Antaran Prima Tbk.

Rp 210
0.00%
Volume
214 lot
MA 5
205
MA 20
214
RSI
40.24
High
216
Low
202
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.46%
Support (10d)
190
Resistance (10d)
252
Volume Trend (10d)
+54.8%
Score
40
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-2.78 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (40.2)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SAPX saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.46%. Area support terdekat berada di sekitar Rp190, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp252.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 190, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

NPM vs GPM: Memahami Dua Rasio Profitabilitas yang Berbeda

Setelah mempelajari rasio likuiditas dan utang, kini saatnya kita membahas rasio yang mengukur seberapa menguntungkan sebuah perusahaan, yaitu GPM (Gross Profit Margin) dan NPM (Net Profit Margin). Sekilas keduanya mirip karena sama-sama tentang margin laba. Tapi sebenarnya keduanya mengukur hal yang berbeda dan memiliki fungsi yang berbeda pula. Mari kita bedah tuntas. Apa Itu Gross Profit Margin (GPM)? Gross Profit Margin (GPM) adalah rasio yang mengukur seberapa besar laba kotor yang dihasilkan dari setiap rupiah penjualan, setelah dikurangi dengan harga pokok penjualan (HPP). Sederhananya, GPM menjawab pertanyaan: “Setelah perusahaan membayar biaya produksi barang atau jasa, berapa persen uang yang tersisa?” Laba Kotor = Penjualan - Harga Pokok Penjualan (HPP) HPP adalah biaya langsung yang terkait dengan produksi (bahan baku, tenaga kerja langsung, biaya pabrik). Rumus...

Artikel menarik lainnya:

  1. Heikin Ashi – Candlestick Termodifikasi untuk Membaca Kelanjutan Tren
  2. Menentukan Stop Loss dan Take Profit yang Realistis: Seni Melindungi Modal dan Mengamankan Keuntungan
  3. Dragonfly Doji: Pola Satu Candlestick yang Menandakan Potensi Pembalikan Bullish
  4. Kenali Diri Sendiri: Perbedaan Portofolio Agresif, Moderat, dan Konservatif
  5. Laba dari Anak Perusahaan yang Tidak Terkonsolidasi: Aset Tersembunyi atau Jebakan Akuntansi?
  6. Ichimoku Kinko Hyo: Awan yang Menunjukkan Support, Resistance, dan Momentum
  7. The 1-2-3 Pattern: Pola Reversal Sederhana dari Joe Ross
  8. Tax-Loss Harvesting: Mengubah Kerugian Saham Menjadi Keuntungan Pajak
  9. Drawdown Duration: Indikator Pemulihan yang Sering Terlupakan
  10. Rasio Underwriting Profit: Mengukur Kemampuan Inti Perusahaan Asuransi

TradingView Chart - SAPX