Update: Jumat, 14 Agustus 2026

BBTN

PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Rp 1.220
0.00%
Volume
77.209 lot
MA 5
1.219
MA 20
1.225
RSI
50.00
High
1.230
Low
1.205
Nilai
65/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.19%
Support (10d)
1.200
Resistance (10d)
1.250
Volume Trend (10d)
-18.2%
Score
65
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
4.72 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 8.816 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BBTN saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.19%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.200, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.250.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 1.244 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 1.342 - 1.403 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 1.135 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Underwriting Profit: Mengukur Kemampuan Inti Perusahaan Asuransi

Dalam dunia saham, perusahaan asuransi sering dianggap sebagai kotak hitam yang rumit. Ada premi, klaim, cadangan, investasi, reasuransi, dan berbagai istilah teknis yang membuat investor pemula pusing. Namun, di tengah semua kerumitan itu, ada satu konsep fundamental yang menjadi jantung dari bisnis asuransi: Underwriting Profit. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu rasio underwriting profit, mengapa ia lebih penting daripada sekadar laba bersih, serta bagaimana menggunakannya sebagai alat seleksi saham asuransi berkualitas. Apa Itu Underwriting Profit? Underwriting Profit adalah laba yang dihasilkan perusahaan asuransi dari aktivitas intinya, yaitu mengambil alih risiko dari nasabah. Secara sederhana, ini adalah selisih antara premi yang diterima dengan seluruh biaya yang terkait dengan pengelolaan risiko tersebut (klaim dan biaya operasional). Sementara itu, Rasio Underwriting Profit (atau sering disebut Underwriting...

Artikel menarik lainnya:

  1. Analisis SOTP (Sum of The Parts): Membongkar Nilai Tersembunyi di Perusahaan Konglomerasi
  2. Price per Subscriber: Metrik Kunci Menilai Saham Perusahaan Media Digital
  3. Cash Conversion Cycle (CCC): Mengukur Efisiensi Arus Kas dari Hulu ke Hilir
  4. Analisis Economic Value Added (EVA): Apakah Perusahaan Benar-benar Ciptakan Nilai?
  5. Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis
  6. Rasio Restrukturisasi Utang: Detektor Dini Perusahaan yang Hampir Bangkrut atau Peluang Investasi?
  7. Peran Accountability Partner dalam Saham: Mengapa Berinvestasi Sendirian Bisa Berbahaya
  8. Detak Jantung Likuiditas Perusahaan: Memahami Rasio Perubahan Modal Kerja dalam Analisis Saham
  9. Graph Anosognosia: Ketika Trader Tidak Tahu Bahwa Mereka Tidak Tahu
  10. Psikologi Ketika Portofolio Naik 100%: Di Puncak Kemenangan, Bahaya Justru Mengintai

TradingView Chart - BBTN