Update: Senin, 6 Juli 2026

NATO

PT. Olympus Strategic Indonesia Tbk.

Rp 590
0.00%
Volume
1.703 lot
MA 5
570
MA 20
582
RSI
46.67
High
595
Low
580
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.30%
Support (10d)
505
Resistance (10d)
705
Volume Trend (10d)
+10,079.6%
Score
30
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-0.84 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (46.7)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -758 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham NATO saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 46.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.30%. Area support terdekat berada di sekitar Rp505, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp705.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 480 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis EBITDA: Senjata Ampuh yang Juga Bisa Menyesatkan

Dalam dunia keuangan dan investasi saham, Anda pasti sering mendengar istilah EBITDA. Hampir setiap laporan tahunan perusahaan, presentasi manajemen, dan riset analis keuangan mencantumkan metrik ini. EBITDA dipuja sebagai indikator profitabilitas operasional yang "lebih murni" dibandingkan laba bersih. Namun di balik popularitasnya, EBITDA juga menyimpan bahaya besar jika digunakan secara membabi buta. Banyak investor yang terjebak karena terlalu percaya pada EBITDA tanpa memahami kelemahan mendasarnya. Artikel ini akan membahas secara jujur tentang EBITDA: apa itu, bagaimana menghitungnya, mengapa ia berguna, tetapi yang lebih penting – mengapa ia juga bisa sangat menyesatkan. Apa Itu EBITDA? EBITDA adalah singkatan dari Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization. Dalam bahasa Indonesia: Laba Sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi. Dengan kata lain, EBITDA adalah laba operasional perusahaan sebelum dipotong:...

Artikel menarik lainnya:

  1. Manajemen Waktu Trader Paruh Waktu vs Full Time: Dua Dunia, Dua Strategi Berbeda
  2. ARPU: Mata Uang Baru dalam Valuasi Saham Perusahaan Digital
  3. Ladder Bottom: Pola Tangga yang Membawa Harga Naik dari Jurang
  4. Pengertian IPO (Initial Public Offering): Saat Perusahaan Go Public
  5. Menimbang Ketidakpastian: Valuasi dengan Risk Adjusted Discounted Cash Flow (DCF)
  6. Efek Overconfidence: Bahaya Tersembunyi di Balik Profit Berturut-turut
  7. Strategi Tilt Factor: Memanfaatkan Size, Value, dan Momentum untuk Meningkatkan Return
  8. Parabolic SAR: Titik-Titik yang Menunjukkan Arah Tren dan Titik Balik
  9. Meditasi untuk Trader: Melatih Pikiran agar Tidak Dikendalikan Pasar
  10. Rasio Pengeluaran Riset & Pengembangan (R&D): Mengukur Masa Depan di Balik Beban Akuntansi

TradingView Chart - NATO