Update: Jumat, 22 Mei 2026

NATO

PT. Olympus Strategic Indonesia Tbk.

Rp 590
0.00%
Volume
2.710 lot
MA 5
605
MA 20
620
RSI
48.86
High
600
Low
575

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.94%
Support (10d)
575
Resistance (10d)
775
Volume Trend (10d)
+59.8%
Score
10
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-3.28 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (48.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.371 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham NATO saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 48.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.94%. Area support terdekat berada di sekitar Rp575, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp775.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 546 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Memahami Rasio Shiller PER (CAPE): Apakah Pasar Saham Saat Ini Terlalu Mahal?

Dalam dunia investasi saham, salah satu pertanyaan terbesar yang selalu muncul adalah: “Apakah sekarang waktu yang tepat untuk membeli, atau harga sudah terlalu tinggi?” Para investor fundamental biasanya menggunakan rasio Price to Earnings (PER) standar untuk menjawabnya. Namun, metrik ini memiliki kelemahan, terutama karena laba perusahaan bisa sangat fluktuatif akibat siklus ekonomi. Di sinilah Rasio Shiller PER, atau yang lebih dikenal dengan CAPE (Cyclically Adjusted Price-to-Earnings Ratio), berperan. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu CAPE, bagaimana cara kerjanya, serta kelebihan dan kekurangannya. Apa itu Rasio Shiller PER (CAPE)? Rasio Shiller PER dikembangkan oleh peraih Nobel Ekonomi, Robert Shiller. Berbeda dengan PER biasa yang hanya membandingkan harga saham dengan laba per saham (EPS) satu tahun terakhir, CAPE membandingkan harga saham dengan rata-rata laba inflasi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Psikologi Ketika Portofolio Naik 100%: Di Puncak Kemenangan, Bahaya Justru Mengintai
  2. Nison's Gap Pattern: Tiga Jenis Gap Tambahan yang Jarang Dibahas
  3. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu
  4. Diamond Top dan Diamond Bottom: Berlian yang Menandai Pembalikan Harga
  5. The Spring Pattern: Harga Turun Sebentar Lalu Naik Tajam sebagai Konfirmasi Support
  6. Pendanaan Tersembunyi di Balik Hubungan Dagang: Analisis Vendor Financing dalam Dunia Saham
  7. Double Top: Sinyal Pembalikan Bearish yang Tak Boleh Diabaikan
  8. Mengenal Donchian Channel: Pita yang Menangkap Rekor Tertinggi dan Terendah
  9. Harami Bearish: Saat Pasar "Mengandung" Potensi Pembalikan Turun
  10. Ladder Bottom: Pola Tangga yang Membawa Harga Naik dari Jurang

TradingView Chart - NATO