Update: Kamis, 8 Oktober 2026

SSMS

PT. Sawit Sumbermas Sarana Tbk.

Rp 1.040
-2.80%
Volume
83.923 lot
MA 5
1.060
MA 20
1.083
RSI
28.13
High
1.070
Low
1.040
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.26%
Support (10d)
990
Resistance (10d)
1.105
Volume Trend (10d)
-17.5%
Score
35
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
13.66 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (28.1) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -3.131 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SSMS saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 28.1, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.26%. Area support terdekat berada di sekitar Rp990, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.105.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 941 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Overthinking vs Underthinking: Dua Ekstrem yang Sama-sama Berbahaya dalam Investasi Saham

Ada dua jenis investor yang sama-sama sering mengalami kerugian, tetapi dengan alasan yang bertolak belakang. Yang pertama adalah overthinker. Ia menghabiskan berminggu-minggu untuk menganalisis satu saham. Ia membaca puluhan laporan, membandingkan rasio keuangan hingga desimal ketiga, dan membuat proyeksi dengan skenario yang sangat rumit. Namun ketika saatnya bertindak, ia selalu ragu. Peluang lewat. Harga naik tanpa dirinya. Atau ketika ia akhirnya membeli, ia justru membeli di puncak karena terlalu banyak informasi yang membingungkannya. Yang kedua adalah underthinker. Ia membeli saham berdasarkan "firasat", rekomendasi teman, atau karena melihat harga naik dalam seminggu terakhir. Ia tidak pernah membaca laporan keuangan. Ia tidak tahu apa itu PER atau ROE. Baginya, saham adalah permainan keberuntungan. Akibatnya, ia sering membeli saham-sampah (junk stocks) dengan fundamental buruk, dan rugi besar ketika...

Artikel menarik lainnya:

  1. Ketika Suku Bunga Naik, Siapa yang Paling Terluka? Analisis Sensitivitas Beban Keuangan dalam Saham
  2. Perbedaan Saham Syariah dan Konvensional: Mana yang Cocok untuk Anda?
  3. Piercing Pattern: Senjata Rahasia Mendeteksi Pembalikan Bullish
  4. Reaksi Terhadap Margin Call: Antara Panik dan Keputusan Rasional
  5. Memahami Rasio Shiller PER (CAPE): Apakah Pasar Saham Saat Ini Terlalu Mahal?
  6. Efek Diderot di Portofolio Saham: Ketika Satu Perubahan Memicu Rantai Keputusan Buruk
  7. Ease of Movement (EMV) – Mengukur Kemudahan Harga Bergerak
  8. EPS (Earning per Share): Cara Hitung dan Interpretasi untuk Pemula
  9. Piotroski Score: Cara Sistematis Menilai Kesehatan Fundamental Perusahaan
  10. Cutting Loss: Disiplin yang Sering Diabaikan Investor

TradingView Chart - SSMS