Update: Jumat, 9 Oktober 2026

SSMS

PT. Sawit Sumbermas Sarana Tbk.

Rp 1.070
+2.88%
Volume
92.316 lot
MA 5
1.061
MA 20
1.077
RSI
42.86
High
1.075
Low
1.025
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.36%
Support (10d)
990
Resistance (10d)
1.105
Volume Trend (10d)
-16.9%
Score
35
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
15.68 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (42.9)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -671 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SSMS saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 42.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.36%. Area support terdekat berada di sekitar Rp990, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.105.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 941 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis Impairment Asset: Ancaman Pengeruk Laba yang Sering Terlupakan Investor

Dalam laporan keuangan, ada satu pos yang kerap menjadi "pembunuh laba" dadakan: Impairment Asset atau penurunan nilai aset. Banyak investor fokus pada pendapatan dan laba operasional, namun tiba-tiba laba bersih anjlok drastis karena perusahaan mencatat kerugian impairment. Apa sebenarnya impairment asset, mengapa ini penting, dan bagaimana cara mendeteksinya sebelum terjebak dalam saham yang bermasalah? 1. Apa Itu Impairment Asset? Impairment asset adalah kondisi ketika nilai tercatat aset (di neraca) lebih tinggi daripada nilai terpulihkannya (recoverable amount). Dengan kata lain, aset tersebut kehilangan nilai ekonomi secara signifikan dan permanen. Standar akuntansi (PSAK/IFRS) mewajibkan perusahaan untuk menurunkan nilai aset ke nilai wajarnya dan mengakui kerugian impairment di laporan laba rugi. Aset yang bisa di-impair: Aset tetap (gedung, mesin, kendaraan) Goodwill (premium yang dibayar saat akuisisi di atas...

Artikel menarik lainnya:

  1. Saham Individual vs ETF: Mana yang Lebih Efisien dari Sisi Biaya dan Risiko?
  2. Familiarity Bias: Bahaya Hanya Memegang Saham Perusahaan Terkenal
  3. Runaway (Measuring) Gap: Lompatan di Tengah Tren yang Bisa Mengukur Target Harga
  4. Efek Ilusi Kontrol: Ketika Anda Berpikir Grafik Dapat Mengendalikan Pasar
  5. Mengukur Harga dari Masa Depan: Analisis Rasio Price to R&D Spend
  6. Price per Subscriber: Metrik Kunci Menilai Saham Perusahaan Media Digital
  7. EV/EBITDA: Alternatif PER untuk Perusahaan dengan Utang Besar
  8. Iceberg Pattern – Membaca Jejak Tersembunyi Pemain Besar
  9. Mengelola Drawdown Psikologis: Ketika Musuh Terbesar Berada di Dalam Pikiran Anda
  10. Matching Low: Dua Candlestik dengan Harga Penutupan yang Sama di Level Rendah

TradingView Chart - SSMS