Update: Jumat, 10 Juli 2026

NASI

PT. Wahana Inti Makmur Tbk.

Rp 116
+0.87%
Volume
11.961 lot
MA 5
114
MA 20
109
RSI
61.54
High
120
Low
113
Nilai
80/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.46%
Support (10d)
98
Resistance (10d)
141
Volume Trend (10d)
+85.8%
Score
80
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
-6.45 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (61.5)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham NASI saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 61.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.46%. Area support terdekat berada di sekitar Rp98, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp141.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 116 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 133 - 145 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 110 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengapa Diversifikasi Berlebihan Justru Merugikan Portofolio Saham Anda

Kita sering mendengar nasihat klasik: “Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang.” Nasihat itu benar adanya. Namun, seperti halnya dalam banyak aspek kehidupan, terlalu banyak hal yang baik justru bisa menjadi bumerang. Diversifikasi berlebihan, atau yang sering disebut diworsification, adalah jebakan halus yang banyak dialami investor pemula maupun menengah. Mereka berpikir bahwa semakin banyak saham yang dimiliki, semakin aman portofolionya. Padahal, di luar titik tertentu, menambah jumlah saham justru merusak potensi return tanpa memberikan perlindungan tambahan yang berarti. Artikel ini akan mengupas mengapa diversifikasi yang dilakukan secara berlebihan justru merugikan, serta bagaimana menemukan titik optimalnya. Apa Itu Diversifikasi Berlebihan? Diversifikasi berlebihan terjadi ketika seorang investor menambahkan terlalu banyak saham atau instrumen ke dalam portofolio sehingga keuntungan dari pengurangan risiko menjadi sangat kecil (mendekati nol), tetapi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Spinning Top: Candlestick Keraguan yang Menandakan Pasar Sedang Bimbang
  2. Margin Trading: Kelebihan dan Bahaya yang Wajib Diketahui Investor
  3. The False Bar: Breakout Palsu di Timeframe Kecil
  4. Kicking Pattern: Tendangan Keras yang Mengubah Arah Pasar
  5. Working Capital Turnover: Seberapa Efisien Perusahaan Mengelola Modal Kerja?
  6. Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis
  7. Menilai Masa Depan Tanpa Angka Kini: Panduan Valuasi Perusahaan yang Belum Profit
  8. P/NAV: Kunci Menilai Reksadana Properti Sebelum Investasi
  9. Analisis DuPont 5 Langkah: Bedah ROE hingga ke Tulang Paling Dalam
  10. One-Day Reversal (Key Reversal Day): Sinyal Pembalikan Paling Dramatis dalam Satu Hari

TradingView Chart - NASI