Update: Rabu, 9 September 2026

BEER

PT. Jobubu Jarum Minahasa Tbk.

Rp 80
-1.23%
Volume
114.722 lot
MA 5
81
MA 20
81
RSI
51.52
High
82
Low
80
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.29%
Support (10d)
74
Resistance (10d)
95
Volume Trend (10d)
-27.6%
Score
50
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
5.26 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (51.5)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -6.507 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BEER saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 51.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.29%. Area support terdekat berada di sekitar Rp74, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp95.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 74, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Crab: Kepiting yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Ekstrem

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Gartley, Bat, dan Butterfly, kini saatnya mengenal pola harmonic yang paling ekstrem di antara semuanya: pola Crab atau pola Kepiting. Pola Crab ditemukan dan dipopulerkan oleh Scott Carney, seorang ahli pola harmonic terkemuka. Pola ini dinamakan "Crab" (kepiting) karena bentuknya yang menyerupai kepiting dengan capit-capit yang menjulur ke luar. Namun, alasan lain di balik namanya adalah karena pola ini "mencapit" trader yang tidak waspada dengan pergerakan harga yang sangat ekstrem. Yang membedakan Crab dari pola harmonic lainnya adalah posisi titik D yang sangat ekstrem – berada di level 161.8% dari XA. Ini bahkan lebih ekstrem daripada Butterfly (127.2%). Titik D pada pola Crab berada sangat jauh di luar titik X, menandakan bahwa harga telah bergerak dalam kondisi yang...

Artikel menarik lainnya:

  1. Beyond the Balance Sheet: Menilai Ekuitas di Balik Aset Tak Berwujud
  2. Lebih dari Sekadar Rasio: Analisis Mendalam P/E to Growth (PEG) Adjusted
  3. Pengertian Dividen: Tunai, Saham, dan Cara Hitung untuk Pemula
  4. Menilai Masa Depan Tanpa Angka Kini: Panduan Valuasi Perusahaan yang Belum Profit
  5. Mengenal Kelas Saham: Perbedaan Blue Chip, Second Liner, dan Gorengan
  6. Piercing Pattern: Senjata Rahasia Mendeteksi Pembalikan Bullish
  7. Ketika Keajaiban Menjadi Bencana: Memahami Rasio Extraordinary Items terhadap Laba
  8. Tasuki Gap: Celah yang Menjembatani Kelanjutan Tren
  9. The Inside Bar: Range di Dalam Range Sebelumnya sebagai Sinyal Konsolidasi
  10. Net Current Asset Value (NCAV): Strategi "Saham Murni" ala Benjamin Graham

TradingView Chart - BEER