Update: Jumat, 5 Juni 2026

BEER

PT. Jobubu Jarum Minahasa Tbk.

Rp 88
-14.56%
Volume
123.196 lot
MA 5
101
MA 20
107
RSI
36.09
High
94
Low
88
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
5.39%
Support (10d)
77
Resistance (10d)
138
Volume Trend (10d)
+736.4%
Score
40
Win Rate (30d)
16.67 %
P/L (30d)
-41.33 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (36.1)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 847 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BEER saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 36.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.39%. Area support terdekat berada di sekitar Rp77, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp138.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 77, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Fractals Bill Williams: Pola 5 Bar High/Low untuk Identifikasi Support dan Resistance

Dalam analisis teknikal, salah satu tantangan terbesar adalah menentukan di mana letak support dan resistance yang sebenarnya. Banyak trader menggunakan level psikologis (1000, 5000), Fibonacci, atau pivot point. Namun, ada pendekatan yang lebih sederhana dan murni berdasarkan struktur harga itu sendiri: Fractals. Dikembangkan oleh Bill Williams, seorang trader dan analis terkenal, Fractals adalah pola lima batang candlestick (atau bar) yang mengidentifikasi titik-titik pembalikan potensial di pasar. Konsep ini terinspirasi dari matematika fraktal — pola yang berulang pada berbagai skala. Dalam pasar keuangan, fractal berarti bahwa pola yang sama yang terjadi pada grafik 5 menit juga dapat terjadi pada grafik harian atau mingguan. Bagi trader yang ingin mengidentifikasi support dan resistance secara objektif (tanpa subjektivitas), Fractals adalah alat yang sangat berharga. Karakteristik Fractals (Fraktal) Fractals...

Artikel menarik lainnya:

  1. Bahaya Averaging Down Saham Fundamental Rusak: Ketika Memperbesar Posisi Menghancurkan Portofolio
  2. Price to User: Senjata Rahasia Menilai Saham Teknologi yang Belum Untung
  3. Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis
  4. V-Top dan V-Bottom (Spike): Pembalikan Tajam yang Penuh Kejutan
  5. Belt Hold: Candlestik Pembukaan di Harga Tertinggi atau Terendah
  6. Shooting Star (Bearish): Bintang Jatuh yang Menandakan Akhir Tren Naik
  7. Capex vs Maintenance Capex: Membedakan Investasi Ekspansi dan Biaya Pemeliharaan
  8. Mengenal Pola Bearish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  9. Valuasi Saham Perkebunan dengan Harga CPO: Mengikuti Irama Komoditas
  10. Menggunakan Correlation Matrix untuk Membangun Portofolio Saham yang Tangguh

TradingView Chart - BEER