Update: Jumat, 22 Mei 2026

BEER

PT. Jobubu Jarum Minahasa Tbk.

Rp 88
+6.02%
Volume
18.991 lot
MA 5
91
MA 20
122
RSI
14.93
High
88
Low
77

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.95%
Support (10d)
77
Resistance (10d)
136
Volume Trend (10d)
+90.5%
Score
30
Win Rate (30d)
13.33 %
P/L (30d)
-33.83 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (14.9) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2.798 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BEER saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 14.9, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.95%. Area support terdekat berada di sekitar Rp77, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp136.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 73 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Triple Bottom: Tiga Lembah yang Menandai Awal Tren Naik

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Double Bottom sebagai pola pembalikan bullish dengan dua lembah, kita kini beralih ke versi yang lebih kuat dan lebih meyakinkan: Triple Bottom. Triple Bottom adalah saudara kembar dari Triple Top, tetapi dengan arah yang terbalik. Pola ini terbentuk di akhir tren turun dan menandakan bahwa tekanan jual sudah benar-benar habis setelah tiga kali upaya yang gagal untuk menembus level support. Ketika pola ini terbentuk, sinyal pembalikan yang dihasilkan cenderung sangat kuat dan pergerakan harga setelah penembusan sering kali lebih tajam dibandingkan Double Bottom. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Triple Bottom, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, variasi pola, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Pola Triple Bottom? Triple Bottom adalah pola pembalikan bullish (bullish reversal)...

Artikel menarik lainnya:

  1. Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus
  2. Mengenal Jenis-Jenis Saham: Perbedaan Saham Biasa dan Saham Preferen
  3. Mengenal Kelas Saham: Perbedaan Blue Chip, Second Liner, dan Gorengan
  4. Memahami Dunia Saham: Panduan Pengertian dan Cara Kerja untuk Pemula
  5. Rasio ROE (Return on Equity) untuk Screening Saham
  6. Menentukan Stop Loss dan Take Profit yang Realistis: Seni Melindungi Modal dan Mengamankan Keuntungan
  7. Rising Broadening Wedge: Pola Ekspansi di Puncak yang Berakhir Bearish
  8. Unlevered Beta vs Levered Beta: Memisahkan Risiko Bisnis dari Risiko Utang
  9. Lizard: Pola Harmonic Versi Carney yang Unik dan Langka
  10. Goodwill & Intangible Asset: Aset Tak Terlihat yang Bisa Menjebak Investor

TradingView Chart - BEER