Update: Kamis, 20 Agustus 2026

BEER

PT. Jobubu Jarum Minahasa Tbk.

Rp 79
0.00%
Volume
189.873 lot
MA 5
80
MA 20
76
RSI
60.00
High
82
Low
78
Nilai
80/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.38%
Support (10d)
72
Resistance (10d)
98
Volume Trend (10d)
+983.5%
Score
80
Win Rate (30d)
16.67 %
P/L (30d)
-2.47 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (60.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 3.661 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BEER saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 60.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.38%. Area support terdekat berada di sekitar Rp72, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp98.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 79 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 91 - 99 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 75 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Discounted Cash Flow (DCF): Senjata Utama Value Investor

Dari semua metode valuasi saham, Discounted Cash Flow (DCF) mungkin yang paling teoritis, paling rumit, tapi juga paling dihormati oleh para value investor kelas dunia. Warren Buffett sendiri sering menyebut bahwa nilai intrinsik sebuah perusahaan adalah diskonto dari seluruh arus kas masa depan yang bisa dihasilkan. Namun, DCF juga sering dianggap "terlalu rumit" untuk pemula. Padahal, konsep dasarnya sangat sederhana. Mari kita pahami step by step. Apa Itu Discounted Cash Flow (DCF)? Discounted Cash Flow (DCF) adalah metode untuk menghitung nilai intrinsik (nilai wajar) sebuah perusahaan berdasarkan proyeksi arus kas yang akan dihasilkan di masa depan, yang kemudian didiskontokan ke nilai saat ini. Sederhananya, DCF menjawab pertanyaan: "Berapa nilai perusahaan hari ini, jika kita memperhitungkan seluruh uang yang akan dihasilkannya di masa depan?" Konsep Dasar:...

Artikel menarik lainnya:

  1. Descending Triangle: Segitiga Turun yang Menandai Kelanjutan Tren Bearish
  2. Right Issue Saham: Ketika Perusahaan Mengundang Pemegang Saham untuk Menambah Modal
  3. ROA vs ROE: Memahami Dua Ukuran Profitabilitas yang Sering Tertukar
  4. Membatasi Screen Time Saham: Semakin Sering Melihat, Semakin Buruk Keputusan Anda
  5. Cup and Handle Inverted: Cangkir Terbalik yang Menjanjikan Penurunan Tajam
  6. Rasio Burn Rate: Detak Jantung Keuangan Startup Sebelum Tumbang
  7. Gann Square of 144: Master Square untuk Analisis Harga dan Waktu
  8. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu
  9. EPS (Earning per Share): Cara Hitung dan Interpretasi untuk Pemula
  10. Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"

TradingView Chart - BEER