Update: Senin, 6 Juli 2026

BEER

PT. Jobubu Jarum Minahasa Tbk.

Rp 78
-1.27%
Volume
38.460 lot
MA 5
75
MA 20
80
RSI
34.48
High
80
Low
76
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
5.50%
Support (10d)
68
Resistance (10d)
90
Volume Trend (10d)
-42.1%
Score
55
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-13.33 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (34.5)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.521 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BEER saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 34.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.50%. Area support terdekat berada di sekitar Rp68, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp90.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 90 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 99, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 68 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Expense Ratio: Pembunuh Senyap Profitabilitas Asuransi

Ketika investor menganalisis saham perusahaan asuransi, perhatian biasanya tertuju pada pertumbuhan premi atau rasio klaim. Namun, ada satu metrik yang sering luput dari pantauan padahal mampu menggerus laba secara perlahan namun pasti: Expense Ratio. Jika claim ratio adalah musuh dari depan yang terlihat jelas, expense ratio adalah musuh dari samping yang bergerak senyap. Sebuah perusahaan bisa memiliki claim ratio yang rendah namun tetap merugi karena biaya operasional yang membengkak. Artikel ini akan membedah apa itu expense ratio, komponen-komponen di dalamnya, serta bagaimana metrik ini menjadi penentu akhir profitabilitas emiten asuransi di mata investor cerdas. Apa Itu Expense Ratio? Expense ratio adalah perbandingan antara total biaya operasional yang dikeluarkan perusahaan asuransi dengan total premi bersih yang berhasil dihimpun. Expense Ratio = (Total Beban Operasional / Total...

Artikel menarik lainnya:

  1. ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss
  2. Marubozu (Bullish & Bearish): Candlestik Tanpa Bayangan yang Menunjukkan Kekuatan Ekstrem
  3. Gross Transaction Value (GTV): Mengukur Skala Riil Bisnis Digital
  4. Dark Cloud Cover: Pola Awan Gelap yang Menandakan Pembalikan Bearish
  5. Nison's Gap Pattern: Tiga Jenis Gap Tambahan yang Jarang Dibahas
  6. Fibonacci Retracement – Level-Level Ajaib untuk Pullback dan Reversal
  7. Analisis DuPont 3 Langkah: Membongkar Rahasia ROE untuk Menilai Saham Lebih Cerdas
  8. Laba dari Anak Perusahaan yang Tidak Terkonsolidasi: Aset Tersembunyi atau Jebakan Akuntansi?
  9. Cara Membeli Saham Pertama Kali di Sekuritas: Panduan Langkah demi Langkah untuk Pemula
  10. Efek Overconfidence: Bahaya Tersembunyi di Balik Profit Berturut-turut

TradingView Chart - BEER