Update: Selasa, 7 Juli 2026

BEKS

PT. Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk.

Rp 21
+5.00%
Volume
87.217 lot
MA 5
20
MA 20
21
RSI
44.44
High
21
Low
20
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.48%
Support (10d)
20
Resistance (10d)
21
Volume Trend (10d)
-57.1%
Score
35
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-4.55 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (44.4)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -140 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BEKS saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 44.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.48%. Area support terdekat berada di sekitar Rp20, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp21.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 19 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Valuasi Relatif terhadap Obligasi Pemerintah: Kapan Saham Lebih Menarik dari Deposito?

Sebagai investor, Anda selalu dihadapkan pada pilihan alokasi aset: masukkan uang ke saham yang volatil atau ke obligasi pemerintah yang aman? Keputusan ini tidak bisa hanya berdasarkan "feeling". Ada pendekatan kuantitatif yang dapat membantu Anda membandingkan daya tarik relatif antara kedua kelas aset ini. Valuasi relatif terhadap obligasi pemerintah adalah kerangka analisis yang membandingkan imbal hasil saham (earning yield) dengan imbal hasil obligasi pemerintah (yield). Ketika selisihnya melebar, saham menjadi lebih menarik. Ketika menyempit, obligasi lebih menarik. Artikel ini akan membedakan bagaimana melakukan analisis valuasi relatif ini, indikator apa saja yang digunakan, serta bagaimana mengaplikasikannya dalam keputusan alokasi portofolio Anda. Konsep Dasar: Membandingkan Apel dengan Apel Saham dan obligasi adalah instrumen yang sangat berbeda. Namun keduanya dapat dibandingkan melalui imbal hasil (yield) yang mereka tawarkan:...

Artikel menarik lainnya:

  1. Downside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bearish yang Mematikan
  2. Concealing Baby Swan: Pola Empat Candlestick yang Jarang Diketahui
  3. Time Series Forecast: Memprediksi Harga Masa Depan dari Pola Masa Lalu
  4. The Outside Bar: Mirip Engulfing tapi dalam Konteks Swing Trading
  5. Rainbow Moving Average: Membaca Kekuatan Tren dengan Lapisan Ganda
  6. Analisis Kapitalisasi Pasar vs Total Aset: Mengungkap Diskon atau Premium yang Tidak Terlihat
  7. Hindsight Bias: Bahaya Mentalitas "Sudah Saya Tahu Sejak Awal"
  8. Peran Accountability Partner dalam Saham: Mengapa Berinvestasi Sendirian Bisa Berbahaya
  9. Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan
  10. Delta Divergence dan CVD: Senjata Baru untuk Membaca Dominasi Pasar

TradingView Chart - BEKS