Update: Senin, 5 Oktober 2026

DMAS

PT. Puradelta Lestari Tbk.

Rp 191
+6.11%
Volume
1.558.945 lot
MA 5
184
MA 20
189
RSI
49.28
High
192
Low
179
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.01%
Support (10d)
175
Resistance (10d)
193
Volume Trend (10d)
-45.6%
Score
55
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
7.91 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (49.3)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 13.692 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DMAS saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 49.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.01%. Area support terdekat berada di sekitar Rp175, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp193.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 193 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 212, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 175 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Klinger Oscillator – Volume yang Berbicara dalam Dua Arah

Di antara puluhan indikator volume yang tersedia, sebagian besar hanya memperlakukan volume sebagai satu kesatuan: berapa banyak saham yang berpindah tangan. Namun, pendekatan ini memiliki kelemahan mendasar. Volume tidak membedakan apakah transaksi tersebut terjadi karena tekanan beli atau tekanan jual. Klinger Oscillator hadir untuk mengatasi keterbatasan tersebut. Dikembangkan oleh Stephen Klinger pada akhir 1990-an, indikator ini tidak hanya mengukur volume, tetapi juga membedakan antara volume yang mendorong harga naik dan volume yang mendorong harga turun. Lebih dari itu, Klinger Oscillator juga membandingkan pergerakan volume jangka pendek dengan jangka panjang, mirip seperti cara kerja MACD tetapi dengan volume sebagai bahannya. Apa Itu Klinger Oscillator? Klinger Oscillator adalah indikator volume yang menghitung akumulasi volume berdasarkan arah pergerakan harga, kemudian membandingkan rata-rata jangka pendek dengan rata-rata jangka...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio Price to Sales (P/S): Penyelamat Saat Perusahaan Rugi
  2. Peran Accountability Partner dalam Saham: Mengapa Berinvestasi Sendirian Bisa Berbahaya
  3. Membangun Jurnal Trading Harian: Senjata Rahasia Trader Profesional
  4. Cara Menghitung Profit/Loss Saham Secara Manual: Panduan Langkah demi Langkah
  5. Gann Hexagon: Geometri Segi Enam untuk Support dan Resistance Pasar
  6. Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan
  7. Efek Endowment: Bahaya Cinta Buta pada Saham Milik Sendiri
  8. Reward to Risk Ratio: Mengapa Minimal 1:2 Adalah Kunci Profit Jangka Panjang
  9. Mengendalikan Euforia saat Pasar Bullish Ekstrem: Saat Bahagia Justru Berbahaya
  10. Hook Reversal: Pola Sederhana yang Bisa Selamatkan Anda dari Jeratan Tren

TradingView Chart - DMAS