Update: Jumat, 9 Oktober 2026

DMAS

PT. Puradelta Lestari Tbk.

Rp 184
-2.13%
Volume
697.472 lot
MA 5
188
MA 20
188
RSI
45.61
High
189
Low
184
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.14%
Support (10d)
175
Resistance (10d)
193
Volume Trend (10d)
-34.0%
Score
40
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-11.54 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (45.6)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -51.002 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DMAS saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 45.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.14%. Area support terdekat berada di sekitar Rp175, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp193.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 175, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Average Down dan Average Up: Kapan Strategi Ini Tepat Digunakan?

Dalam dunia investasi saham, Anda pasti pernah mendengar istilah average down dan average up. Kedua strategi ini berkaitan dengan cara menambah posisi (membeli lebih banyak) saham yang sudah Anda miliki, baik saat harga turun maupun saat harga naik. Namun, banyak investor pemula yang keliru menerapkan strategi ini. Ada yang terus average down pada saham yang sedang jatuh tanpa batas, yang ujung-ujungnya malah memperbesar kerugian. Ada pula yang ragu melakukan average up karena takut dianggap "beli mahal", padahal sahamnya sedang dalam tren naik yang kuat. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang average down dan average up: definisi, cara kerja, kelebihan dan risiko, serta panduan kapan strategi ini tepat dilakukan. Apa Itu Average Down? Average down adalah strategi membeli lebih banyak saham yang sudah Anda miliki...

Artikel menarik lainnya:

  1. Bid, Offer, Last, Volume: Istilah Wajib yang Harus Dikuasai Trader Pemula
  2. In-Neck Line, Pembalikan dengan Sinyal yang Perlu Konfirmasi Ekstra
  3. Plowback Ratio: Berapa Banyak Laba yang Ditanam Kembali oleh Perusahaan?
  4. Schiff Pitchfork – Garpu yang Lebih Landai untuk Tren yang Lembut
  5. Volume Profile – Membaca Peta Volume di Setiap Level Harga
  6. Rasio PBV Antar Sektor: Mengapa Bank dan Teknologi Tidak Bisa Dibandingkan secara Langsung
  7. Multi-Factor Portfolio ala Cliff Asness: Menggabungkan Kekuatan Faktor untuk Kinerja Superior
  8. The Pinocchio Bar: Sumbu Panjang yang Berbohong dan Menjadi Sinyal Reversal
  9. Cup and Handle Inverted: Cangkir Terbalik yang Menjanjikan Penurunan Tajam
  10. Ukuran Sejati Kinerja Saham: Mengapa Rasio Perusahaan Harus Dibandingkan dengan Rata-rata Industri

TradingView Chart - DMAS