Update: Kamis, 20 Agustus 2026

TRIN

PT. Perintis Triniti Properti Tbk.

Rp 346
+12.34%
Volume
437.319 lot
MA 5
315
MA 20
322
RSI
58.11
High
360
Low
304
Nilai
80/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.06%
Support (10d)
292
Resistance (10d)
360
Volume Trend (10d)
+105.5%
Score
80
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
6.79 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (58.1)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 17.253 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TRIN saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 58.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.06%. Area support terdekat berada di sekitar Rp292, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp360.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 346 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 398 - 433 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 329 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengenal Aroon: Menangkap Momentum dengan Crossover Aroon Up dan Aroon Down

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar indikator dirancang untuk mengikuti harga atau mengukur momentum setelah pergerakan terjadi. Namun, ada satu indikator yang unik karena ia mengukur berapa lama harga telah mencapai titik tertinggi atau terendah dalam periode tertentu. Indikator itu adalah Aroon. Aroon dikembangkan oleh Tushar Chande pada tahun 1995. Nama "Aroon" berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti "fajar" atau "awal dari sesuatu". Nama ini dipilih karena indikator ini dirancang untuk mendeteksi awal dari sebuah tren baru – seperti fajar yang menandai awal dari hari baru. Aroon berbeda dari indikator lain karena ia tidak menggunakan harga penutupan (close) secara langsung. Ia hanya menghitung berapa lama sejak harga mencapai titik tertinggi (high) dan titik terendah (low) dalam periode tertentu. Semakin baru titik ekstrem tersebut, semakin...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Pola Bullish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  2. Margin Trading: Kelebihan dan Bahaya yang Wajib Diketahui Investor
  3. Goodwill & Intangible Asset: Aset Tak Terlihat yang Bisa Menjebak Investor
  4. Right Issue Saham: Ketika Perusahaan Mengundang Pemegang Saham untuk Menambah Modal
  5. Apa Itu Market Cap? Memahami Kapitalisasi Pasar dengan Cara Sederhana
  6. CAR (Capital Adequacy Ratio): Benteng Pertahanan Kesehatan Bank
  7. Ladder Bottom: Pola Tangga yang Membawa Harga Naik dari Jurang
  8. Analisis Post Trade: Seni Mengevaluasi Kesalahan Tanpa Menyesali Diri
  9. Fractals Bill Williams: Pola 5 Bar High/Low untuk Identifikasi Support dan Resistance
  10. Bump and Run Reversal (BARR): Pola Pembalikan yang Jarang Dikenal

TradingView Chart - TRIN