Update: Jumat, 22 Mei 2026

TRIN

PT. Perintis Triniti Properti Tbk.

Rp 498
+3.75%
Volume
44.748 lot
MA 5
532
MA 20
653
RSI
11.66
High
515
Low
450

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.12%
Support (10d)
450
Resistance (10d)
700
Volume Trend (10d)
+2.2%
Score
60
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-39.64 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (11.7) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 5.193 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TRIN saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 11.7, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.12%. Area support terdekat berada di sekitar Rp450, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp700.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 508 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 548 - 573 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 463 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Exhaustion Gap: Tanda Terakhir Sebelum Tren Berbalik Arah

Dalam perjalanan sebuah tren saham, ada kalanya pergerakan terasa begitu kuat, begitu cepat, dan begitu menggoda. Harga melesat naik dengan lompatan besar atau jatuh bebas tanpa ampun. Trader retail berlarian masuk karena takut ketinggalan. Namun, di sinilah bahaya sesungguhnya berada. Karena tidak semua lompatan harga adalah keberlanjutan. Beberapa di antaranya adalah Exhaustion Gap—celah terakhir yang dibuat oleh energi yang tersisa sebelum tren benar-benar mati. Exhaustion gap adalah sinyal peringatan paling akhir. Ia seperti nafas terakhir seorang pelari maraton sebelum akhirnya berhenti. Jika Anda bisa mengenalinya, Anda bisa keluar dari posisi tepat waktu atau bahkan membuka posisi berlawanan di titik yang hampir sempurna. Apa Itu Exhaustion Gap? Dalam analisis teknikal, gap (celah) adalah area kosong di chart di mana tidak ada aktivitas perdagangan terjadi. Harga...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengukur Maximum Drawdown Historis: Seberapa Dalam Portofolio Anda Bisa Jatuh?
  2. Membangun Ketahanan Stres Melalui Simulasi: Latihan Mental Sebelum Terjun ke Pasar Saham
  3. Memahami Rasio Shiller PER (CAPE): Apakah Pasar Saham Saat Ini Terlalu Mahal?
  4. Mengenal Aroon: Menangkap Momentum dengan Crossover Aroon Up dan Aroon Down
  5. Gann Grid – Kotak Geometris yang Memetakan Waktu dan Harga
  6. Aktiva Lancar vs Aktiva Tetap: Memahami Struktur Aset Perusahaan
  7. Descending Triangle: Segitiga Turun yang Menandai Kelanjutan Tren Bearish
  8. Mitos Saham yang Sering Salah: Jangan Terjebak!
  9. Meditasi untuk Trader: Melatih Pikiran agar Tidak Dikendalikan Pasar
  10. Weekly Review: Mengukur Kinerja Trading dengan Profit Factor, Win Rate, dan Average RRR

TradingView Chart - TRIN