Update: Jumat, 5 Juni 2026

BIPI

PT. Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk.

Rp 137
-4.86%
Volume
5.436.895 lot
MA 5
157
MA 20
197
RSI
27.21
High
149
Low
133
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
4.88%
Support (10d)
130
Resistance (10d)
212
Volume Trend (10d)
+24.4%
Score
55
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-50.72 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (27.2) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.097.626 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BIPI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 27.2, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.88%. Area support terdekat berada di sekitar Rp130, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp212.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 212 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 233, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 130 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Gross Transaction Value (GTV): Mengukur Skala Riil Bisnis Digital

Dalam dunia saham, perusahaan digital seperti fintech, dompet elektronik, ride-hailing, dan platform pembayaran sering kali menjadi pusat perhatian investor karena pertumbuhannya yang eksplosif. Namun, berbeda dengan perusahaan manufaktur yang menjual produk fisik, atau bank yang mencatat pendapatan bunga, perusahaan digital ini memiliki cara unik dalam mengukur skala bisnis mereka: Gross Transaction Value (GTV). Banyak investor pemula yang bingung membedakan GTV dengan pendapatan (revenue) atau GMV (Gross Merchandise Value). Akibatnya, mereka bisa salah menilai valuasi dan prospek sebuah perusahaan. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu GTV, bagaimana membedakannya dengan metrik serupa, mengapa ia penting untuk analisis saham digital, serta cara menggunakannya sebagai alat investasi. Apa Itu Gross Transaction Value (GTV)? Gross Transaction Value (GTV) adalah total nilai seluruh transaksi yang diproses melalui platform dalam...

Artikel menarik lainnya:

  1. Index Fund: Cara Paling Sederhana dan Andal untuk Berinvestasi di Saham
  2. Book Building dan Masa Penawaran IPO: Cara Menentukan Harga Saham Perdana
  3. Standar Emas Investasi: Memahami Model Portofolio 60/40 (Saham vs Pendapatan Tetap)
  4. Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan
  5. Menentukan Risk per Trade: Aturan Emas 1-2% yang Melindungi Modal Anda
  6. Breakaway, Sinyal Pembalikan dengan Gap yang Kuat
  7. Triple Top: Tiga Puncak yang Menandai Berakhirnya Tren Naik
  8. Risk Parity: Filosofi Portofolio ala Ray Dalio yang Mengutamakan Risiko, Bukan Modal
  9. KST Indicator (Know Sure Thing): Menggabungkan Empat Momentum dalam Satu Indikator
  10. Three Black Crows: Tiga Gagak Hitam Penanda Kekuatan Bearish

TradingView Chart - BIPI