Update: Jumat, 9 Oktober 2026

BIPI

PT. Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk.

Rp 127
+0.79%
Volume
1.350.122 lot
MA 5
129
MA 20
136
RSI
25.53
High
129
Low
123
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.41%
Support (10d)
119
Resistance (10d)
141
Volume Trend (10d)
-13.3%
Score
55
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-14.19 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (25.5) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 24.209 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BIPI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 25.5, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.41%. Area support terdekat berada di sekitar Rp119, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp141.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 141 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 155, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 119 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Smart Beta: Jembatan antara Index Pasif dan Faktor Aktif

Selama bertahun-tahun, investor dihadapkan pada dua pilihan yang tampak berseberangan: investasi pasif (mengikuti indeks dengan bobot kapitalisasi pasar) atau investasi aktif (memilih saham berdasarkan analisis untuk mengalahkan pasar). Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun, sejak awal 2000-an, muncul kategori ketiga yang menggabungkan yang terbaik dari kedua dunia: Smart Beta. Strategi ini tetap berpegang pada pendekatan indeks (sistematis, transparan, biaya rendah), tetapi aturan pembobotannya tidak lagi berdasarkan kapitalisasi pasar, melainkan berdasarkan karakteristik fundamental atau faktor-faktor tertentu. Artikel ini akan membahas apa itu smart beta, bagaimana cara kerjanya, perbedaannya dengan indeks tradisional, serta kelebihan dan kekurangannya. Apa Itu Smart Beta? Istilah "Smart Beta" sebenarnya adalah nama pemasaran. Akademisi lebih suka menyebutnya strategi indeks alternatif atau indeks berbasis aturan (rule-based indexing). Definisi sederhana: Smart Beta adalah indeks...

Artikel menarik lainnya:

  1. The 1-2-3-4 Pattern: Pola Continuation dan Breakout dari Joe Ross
  2. Herding Behavior: Bahaya Ikut-ikutan Tanpa Analisis di Pasar Saham
  3. Efek Diderot di Portofolio Saham: Ketika Satu Perubahan Memicu Rantai Keputusan Buruk
  4. Rasio Price to Sales (P/S): Penyelamat Saat Perusahaan Rugi
  5. Inverse Head and Shoulders: Pola Pembalikan Bullish yang Paling Dapat Diandalkan
  6. Mengapa Diversifikasi Berlebihan Justru Merugikan Portofolio Saham Anda
  7. Mitos Saham yang Sering Salah: Jangan Terjebak!
  8. Dividen Reinvestment Plan (DRIP): Cara Cerdas Meningkatkan Return Investasi
  9. Churn Rate: Mengukur Kebocoran Pelanggan Sebelum Saham Anjlok
  10. Upside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bullish yang Jarang Dikenal

TradingView Chart - BIPI