Update: Senin, 5 Oktober 2026

GMFI

PT. Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk.

Rp 51
0.00%
Volume
824.719 lot
MA 5
51
MA 20
56
RSI
16.67
High
52
Low
49
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.80%
Support (10d)
48
Resistance (10d)
57
Volume Trend (10d)
+11.8%
Score
60
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-12.07 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (16.7) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 9.849 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GMFI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 16.7, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.80%. Area support terdekat berada di sekitar Rp48, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp57.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 52 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 56 - 59 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 47 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Recency Bias: Bahaya Terpaku pada Kejadian Terakhir di Pasar Saham

Akhir-akhir ini pasar sedang bullish. Harga saham naik hampir setiap hari. Anda pun menjadi optimis dan yakin bahwa kenaikan akan terus berlanjut. Anda membeli di harga tinggi karena percaya "lagi bagus-bagusnya". Lalu tiba-tiba pasar berbalik arah. Anda rugi, dan bingung mengapa prediksi Anda meleset. Atau sebaliknya. Pasar sedang terpuruk. Semua berita buruk datang bertubi-tubi. Anda menjadi pesimis dan mengira tidak akan ada akhir dari kejatuhan ini. Padahal sebenarnya sedang terjadi oversold yang justru menjadi peluang beli terbaik. Selamat, Anda telah menjadi korban dari recency bias—salah satu bias kognitif paling umum namun paling jarang disadari dalam dunia saham. Apa Itu Recency Bias? Recency bias adalah kecenderungan otak manusia untuk memberikan bobot yang lebih besar pada kejadian-kejadian yang baru saja terjadi, sambil mengabaikan data historis yang lebih...

Artikel menarik lainnya:

  1. Refleksi Akhir Tahun: Bukan Tentang Profit, Tapi Proses
  2. Pipe Bottom: Candlestick Kecil di Akhir Downtrend sebagai Sinyal Pembalikan
  3. The Slingshot Pattern: Ketika Harga "Memanah" dari Bollinger Bands
  4. High Wave: Candlestik dengan Sumbu Panjang di Kedua Sisi
  5. Zig Zag – Menghilangkan Noise, Melihat Struktur dengan Lebih Jelas
  6. Market Facilitation Index (MFI) Bill Williams: Membaca Hubungan Harga dan Volume
  7. Memahami Metode Gordon Growth: Cara Menilai Saham Berdasarkan Dividen
  8. Hanging Man (Bearish): Pola Satu Candlestink Peringatan Dini Akhir Tren Naik
  9. Rasio DER (Debt to Equity Ratio): Batas Aman dan Tanda Bahaya
  10. Mengenal Pola Bearish Flag dalam Analisis Teknikal Saham

TradingView Chart - GMFI