Update: Kamis, 11 Juni 2026

GMFI

PT. Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk.

Rp 50
0.00%
Volume
515.760 lot
MA 5
50
MA 20
53
RSI
30.00
High
51
Low
50
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.92%
Support (10d)
50
Resistance (10d)
57
Volume Trend (10d)
+0.9%
Score
40
Win Rate (30d)
16.67 %
P/L (30d)
-23.08 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (30.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 39.074 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GMFI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 30.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.92%. Area support terdekat berada di sekitar Rp50, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp57.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 50, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Hamada Equation: Menyempurnakan Beta dengan Efek Leverage Keuangan

Dalam analisis investasi saham, beta adalah salah satu metrik paling populer untuk mengukur risiko. Namun, beta yang Anda lihat di layar aplikasi trading adalah beta yang sudah tercampur dengan efek utang perusahaan (levered beta). Masalahnya, ketika struktur modal perusahaan berubah, beta tersebut tidak lagi akurat. Di sinilah Hamada Equation berperan. Dikembangkan oleh Robert Hamada pada tahun 1972, persamaan ini memungkinkan investor untuk mengoreksi beta dengan memperhitungkan efek leverage keuangan. Dengan Hamada Equation, Anda bisa menghitung bagaimana perubahan utang akan mempengaruhi risiko saham. Artikel ini akan membedah Hamada Equation secara praktis, cara menggunakannya, serta bagaimana Anda sebagai investor bisa memanfaatkannya untuk keputusan investasi yang lebih tepat. Apa Itu Hamada Equation? Hamada Equation adalah persamaan yang menghubungkan unlevered beta (beta tanpa utang) dengan levered beta (beta dengan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio Biaya Medis: Barometer Kesehatan Underwriting Asuransi Kesehatan
  2. Risk Parity: Filosofi Portofolio ala Ray Dalio yang Mengutamakan Risiko, Bukan Modal
  3. Altman Z-Score: Senjata Analisis untuk Memprediksi Potensi Kebangkrutan Perusahaan
  4. V-Top dan V-Bottom (Spike): Pembalikan Tajam yang Penuh Kejutan
  5. Accumulation/Distribution Line (A/D Line) – Mengukur Aliran Uang yang Sebenarnya
  6. Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan
  7. Mengidentifikasi Black Swan Risk: Melindungi Portofolio dari Peristiwa Langka yang Dahsyat
  8. Apa Itu Cum Date dan Ex Date Dividen? Wajib Tahu Sebelum Bagi Hasil
  9. Crab: Kepiting yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Ekstrem
  10. Belt Hold: Candlestik Pembukaan di Harga Tertinggi atau Terendah

TradingView Chart - GMFI