Update: Senin, 5 Oktober 2026

MKAP

PT. Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk.

Rp 1.140
+0.44%
Volume
17.836 lot
MA 5
1.132
MA 20
1.123
RSI
53.33
High
1.140
Low
1.130
Nilai
100/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
0.69%
Support (10d)
1.100
Resistance (10d)
1.140
Volume Trend (10d)
+18.3%
Score
100
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-2.15 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (53.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 698 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MKAP saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 53.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.69%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.100, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.140.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 100 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 1.140 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 1.311 - 1.425 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 1.083 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Strategi Dua Sayap: Mengintegrasikan Saham dengan Reksa Dana untuk Portofolio yang Lebih Kuat

Dalam dunia investasi ritel di Indonesia, sering muncul dikotomi buatan: seolah-olah investor harus memilih antara menjadi investor saham langsung atau investor reksa dana. Padahal, kedua instrumen ini bukanlah rival, melainkan mitra strategis yang bisa bekerja sama sangat baik. Mengintegrasikan saham langsung dengan reksa dana dalam satu portofolio memberikan yang terbaik dari dua dunia: kendali penuh atas saham pilihan Anda, ditambah diversifikasi dan kemudahan dari reksa dana. Artikel ini akan membahas mengapa kombinasi ini sangat ampuh, bagaimana cara mengintegrasikannya secara praktis, serta contoh alokasi untuk berbagai profil investor. Memahami Peran Masing-Masing Instrumen Sebelum membahas integrasi, mari kita pahami dulu kelebihan dan kekurangan alami dari saham langsung dan reksa dana. Saham Langsung Kelebihan Kekurangan Kendali penuh: Anda memilih saham sendiri Risiko tinggi jika hanya pegang sedikit saham...

Artikel menarik lainnya:

  1. LDR (Loan to Deposit Ratio): Menakar Likuiditas dan Agresivitas Bank
  2. Mengintip Aliran Uang di Dalam Candle: Memahami Footprint Chart
  3. Gann Hexagon: Geometri Segi Enam untuk Support dan Resistance Pasar
  4. Absorption – Volume Besar Tanpa Pergerakan Harga, Jejak Tersembunyi Pemain Besar
  5. Rising Broadening Wedge: Pola Ekspansi di Puncak yang Berakhir Bearish
  6. Disposisi Effect: Mengapa Kita Cepat Jual Saham Profit, tapi Tahan Saham Rugi
  7. Mengenal CCI: Commodity Channel Index – Sinyal +100/-100 Crossing dan Zero Line Crossing
  8. Homing Pigeon: Pola Merpati yang Membawa Kabar Baik di Tengah Kepanikan
  9. Lizard: Pola Harmonic Versi Carney yang Unik dan Langka
  10. The Upthrust: Harga Naik Sebentar Lalu Turun sebagai Konfirmasi Resistance

TradingView Chart - MKAP