Update: Jumat, 22 Mei 2026

INTA

PT. Intraco Penta Tbk.

Rp 71
+9.23%
Volume
20.927 lot
MA 5
72
MA 20
77
RSI
41.46
High
71
Low
59

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.91%
Support (10d)
59
Resistance (10d)
80
Volume Trend (10d)
-40.8%
Score
25
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
14.52 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (41.5)
Neutral Volume: Normal volume
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham INTA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 41.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.91%. Area support terdekat berada di sekitar Rp59, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp80.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 25 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 56 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Vortex Indicator: Menangkap Arah Tren dengan Sinyal Crossover

Dalam analisis teknikal, banyak indikator berusaha mengukur kekuatan tren — tetapi kebanyakan dari mereka hanya melihat harga penutupan. Bagaimana dengan pergerakan harga di dalam periode itu sendiri? Apakah tren naik yang terjadi karena pergerakan yang konsisten setiap hari berbeda dengan tren naik yang terjadi dengan pergerakan yang liar? Vortex Indicator menjawab pertanyaan ini. Dikembangkan oleh Etienne Botes dan Douglas Siepman, indikator ini mengukur arah tren dengan menganalisis pergerakan harga dari periode ke periode — bukan hanya dari close ke close, tetapi dari high ke high dan low ke low. Hasilnya adalah dua garis: VI+ (Vortex positif) dan VI- (Vortex negatif), yang saling bersilangan untuk memberikan sinyal beli dan jual. Bagi trader yang ingin memahami "pusaran" pergerakan pasar, Vortex Indicator adalah alat yang unik dan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Analisis Claim Ratio Asuransi Kesehatan: Barometer Profitabilitas yang Tidak Boleh Diabaikan
  2. Rasio EV terhadap Unit Terjual (EV/Unit): Pendekatan Unik Menilai Saham Berbasis Fisik
  3. Chaikin Volatility – Mengukur Kecepatan Perubahan Harga
  4. Aturan Praktis yang Tak Lekang Waktu: Memahami Strategi Alokasi 100 Dikurangi Usia
  5. Churn Rate: Mengukur Kebocoran Pelanggan Sebelum Saham Anjlok
  6. Window (Gap), Celah Harga yang Penuh Makna
  7. Glosarium Istilah Saham Wajib Hafal untuk Pemula
  8. Renko Chart (Pola Bata) – Trading Tanpa Noise Waktu
  9. Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"
  10. NPL (Non Performing Loan): Mengukur Risiko Kredit Macet Sebelum Membeli Saham Bank

TradingView Chart - INTA