Update: Jumat, 10 Juli 2026

PANR

PT. Panorama Sentrawisata Tbk.

Rp 406
+1.50%
Volume
602 lot
MA 5
405
MA 20
415
RSI
46.67
High
406
Low
398
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.05%
Support (10d)
390
Resistance (10d)
430
Volume Trend (10d)
-74.1%
Score
55
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-18.47 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (46.7)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 21 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PANR saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 46.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.05%. Area support terdekat berada di sekitar Rp390, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp430.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 430 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 473, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 390 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Pengertian Waktu T+2 Settlement Saham: Kapan Dana dan Saham Benar-benar Berpindah?

Pernahkah Anda menjual saham, lalu melihat uang hasil penjualan belum langsung masuk ke rekening dana nasabah (RDN)? Atau sebaliknya, setelah membeli saham, Anda belum bisa langsung menjualnya kembali? Mengapa ada jeda waktu antara transaksi dan penyelesaiannya? Jawabannya terletak pada waktu settlement, atau di Indonesia dikenal dengan istilah T+2. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang T+2 settlement: apa itu, mengapa ada jeda, bagaimana mekanismenya, dan apa implikasinya bagi investor. Apa Itu Settlement Saham? Settlement adalah proses penyelesaian transaksi saham di mana terjadi perpindahan efek (saham) dari penjual ke pembeli dan perpindahan dana dari pembeli ke penjual. Dengan kata lain, settlement adalah tahap akhir dari sebuah transaksi jual-beli saham yang memastikan bahwa kedua belah pihak (pembeli dan penjual) mendapatkan hak mereka masing-masing. Proses settlement melibatkan tiga...

Artikel menarik lainnya:

  1. Fear of Missing Out Saat IPO Meledak: Ketika Ketakutan Ketinggalan Kereta Menghancurkan Portofolio
  2. Mengenal Williams %R: Satu Langkah Menuju Overbought dan Oversold
  3. Nison's Gap Pattern: Tiga Jenis Gap Tambahan yang Jarang Dibahas
  4. Belt Hold: Candlestik Pembukaan di Harga Tertinggi atau Terendah
  5. Saham Bonus untuk Bos, Risiko untuk Investor?: Memahami Rasio Pembayaran Berbasis Saham
  6. Rasio EBITDAR: Mengukur Kinerja Perusahaan di Sektor Sewa dan Restrukturisasi
  7. Perbedaan Saham Syariah dan Konvensional: Mana yang Cocok untuk Anda?
  8. Mengintip Aliran Uang di Dalam Candle: Memahami Footprint Chart
  9. Investment Yield Asuransi: Senjata Rahasia di Balik Laba Emiten
  10. Bom Waktu di Laporan Keuangan: Analisis Warrant dan Dampak Dilusi pada Kepemilikan Saham

TradingView Chart - PANR