Update: Jumat, 10 Juli 2026

BNBA

PT. Bank Bumi Arta Tbk.

Rp 745
+1.36%
Volume
401 lot
MA 5
736
MA 20
746
RSI
39.02
High
750
Low
740
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.40%
Support (10d)
695
Resistance (10d)
865
Volume Trend (10d)
-17.6%
Score
55
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
7.97 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (39.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 102 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BNBA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 39.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.40%. Area support terdekat berada di sekitar Rp695, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp865.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 865 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 952, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 695 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengurangi Ego: Saham Tidak Membenci Anda

Ada satu kebenaran tidak nyaman yang jarang dibicarakan di kalangan investor: sering kali, kerugian terbesar kita tidak disebabkan oleh pasar yang jahat atau analisis yang buruk. Kerugian itu disebabkan oleh ego kita sendiri. Kita merasa harus selalu benar. Kita merasa malu jika menjual rugi. Kita merasa "ditantang" oleh pasar dan ingin membuktikan bahwa kita lebih pintar. Kita menganggap saham yang kita beli sebagai "saham saya" dan merasa tersinggung ketika harganya turun, seolah-olah pasar sedang menghina kita secara pribadi. Padahal, saham tidak membenci Anda. Pasar tidak peduli dengan harga beli Anda. Pasar tidak bangun di pagi hari berpikir, "Hari ini saya akan membuat si Andi merugi." Artikel ini akan membantu Anda melepaskan ego dari investasi saham—sebuah langkah yang mungkin lebih meningkatkan performa Anda daripada mempelajari sepuluh...

Artikel menarik lainnya:

  1. Manajemen Waktu Trader Paruh Waktu vs Full Time: Dua Dunia, Dua Strategi Berbeda
  2. Menyingkap Nilai Tersembunyi: Analisis Embedded Value (EV) untuk Saham Asuransi Jiwa
  3. Net Interest Margin (NIM): Barometer Utama Kinerja Saham Bank
  4. Rekening Dana Efek vs Rekening Saham: Jangan Sampai Tertukar!
  5. Menentukan Risk per Trade: Aturan Emas 1-2% yang Melindungi Modal Anda
  6. The Compression Pattern: Range Menyempit Sebelum Ekspansi
  7. Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti
  8. Rasio Pengeluaran Riset & Pengembangan (R&D): Mengukur Masa Depan di Balik Beban Akuntansi
  9. Glosarium Istilah Saham Wajib Hafal untuk Pemula
  10. Unbilled Revenue: Jendela Menuju Pendapatan Masa Depan Konstruksi

TradingView Chart - BNBA