Update: Senin, 6 Juli 2026

BNBA

PT. Bank Bumi Arta Tbk.

Rp 730
-3.95%
Volume
3.742 lot
MA 5
741
MA 20
736
RSI
44.44
High
770
Low
705
Nilai
65/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
3.77%
Support (10d)
680
Resistance (10d)
865
Volume Trend (10d)
-16.6%
Score
65
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
6.57 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (44.4)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 595 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BNBA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 44.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.77%. Area support terdekat berada di sekitar Rp680, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp865.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 745 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 803 - 840 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 679 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rebalancing Tanpa Jual Beli: Memanfaatkan Aliran Dividen untuk Menjaga Keseimbangan Portofolio

Salah satu tantangan terbesar dalam investasi saham jangka panjang adalah biaya rebalancing. Setiap kali Anda menjual saham yang terlalu besar porsinya dan membeli saham yang tertinggal, Anda membayar fee broker, spread harga, dan potensi pajak. Lakukan ini terlalu sering, dan keuntungan Anda akan tergerus. Namun, ada satu strategi elegan yang sering diabaikan investor ritel: menggunakan aliran dividen sebagai alat rebalancing otomatis. Dengan pendekatan ini, Anda tidak perlu menjual aset apapun. Cukup arahkan uang dividen yang masuk ke instrumen yang porsinya sedang kurang, dan portofolio Anda perlahan kembali seimbang. Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana memanfaatkan dividen untuk rebalancing, keunggulannya dibanding metode konvensional, serta panduan praktis menerapkannya di pasar saham Indonesia. Masalah dengan Rebalancing Konvensional Sebelum memahami keindahan rebalancing via dividen, mari kita lihat dulu...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Pola Bullish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  2. Mengukur Harga dari Masa Depan: Analisis Rasio Price to R&D Spend
  3. Metode Volatility Weighting: Menyesuaikan Alokasi Berdasarkan Risiko Pasar
  4. Meeting Lines: Ketika Bull dan Bear Bertemu di Titik yang Sama
  5. Unique Three River: Pola Langka yang Menandai Titik Jenuh Penjualan
  6. Goodwill & Intangible Asset: Aset Tak Terlihat yang Bisa Menjebak Investor
  7. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu
  8. Cost of Equity dengan CAPM: Berapa Imbal Hasil yang Wajar Anda Tuntut?
  9. Satellite Portfolio: Menambah Power dengan Small Cap dan Komoditas
  10. Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA: Mengungkap Beban Tersembunyi yang Sering Diabaikan Investor

TradingView Chart - BNBA