Update: Selasa, 8 September 2026

BPTR

PT. Batavia Prosperindo Trans Tbk.

Rp 75
0.00%
Volume
4.059 lot
MA 5
75
MA 20
76
RSI
37.50
High
75
Low
74
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.19%
Support (10d)
73
Resistance (10d)
88
Volume Trend (10d)
+177.5%
Score
55
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
1.35 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (37.5)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 10 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BPTR saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 37.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.19%. Area support terdekat berada di sekitar Rp73, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp88.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 88 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 97, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 73 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Satellite Portfolio: Menambah Power dengan Small Cap dan Komoditas

Setelah Anda memiliki core portfolio yang kokoh berisi saham blue chip dan obligasi, pertanyaan selanjutnya adalah: bagaimana cara meningkatkan potensi keuntungan tanpa mengorbankan stabilitas secara keseluruhan? Jawabannya adalah satellite portfolio — bagian portofolio yang lebih kecil dan lebih agresif, dirancang untuk memberikan "sentuhan turbo" pada return Anda. Dua instrumen klasik yang sering mengisi posisi satelit ini adalah saham small cap dan komoditas. Artikel ini akan membahas mengapa kedua kelas aset ini cocok sebagai satelit, bagaimana cara mengintegrasikannya, dan berapa porsi ideal yang tidak boleh Anda lewati. Apa Itu Satellite Portfolio? Dalam pendekatan core-satellite, portofolio Anda dibagi menjadi dua bagian: Core (70-80%): Investasi stabil jangka panjang seperti saham blue chip, obligasi, atau ETF indeks luas. Fokusnya pada konsistensi dan ketahanan. Satellite (20-30%): Investasi yang lebih spesifik,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Williams %R: Satu Langkah Menuju Overbought dan Oversold
  2. Meditasi untuk Trader: Melatih Pikiran agar Tidak Dikendalikan Pasar
  3. Mengukur Harga dari Masa Depan: Analisis Rasio Price to R&D Spend
  4. Long Legged Doji: Ketika Pasar Berguncang Hebat tapi Berakhir Bimbang
  5. Analisis Precedent Transaction: Menilai Saham dari Harga Akuisisi Perusahaan Sejenis
  6. The 2B Pattern: Pola False Breakout Reversal dari Joe Ross
  7. Analisis Comparables Valuation (Comps): Seni Membandingkan untuk Menemukan Harga Wajar Saham
  8. Strategi Dua Sayap: Mengintegrasikan Saham dengan Reksa Dana untuk Portofolio yang Lebih Kuat
  9. Hidden Asset: Ketika Nilai Buku Terlalu Rendah dan Pasar Melewatkan Harta Karun
  10. Aktiva Lancar vs Aktiva Tetap: Memahami Struktur Aset Perusahaan

TradingView Chart - BPTR