Update: Jumat, 24 Juli 2026

BPTR

PT. Batavia Prosperindo Trans Tbk.

Rp 74
-1.33%
Volume
22.881 lot
MA 5
75
MA 20
70
RSI
71.43
High
76
Low
72
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.30%
Support (10d)
65
Resistance (10d)
88
Volume Trend (10d)
+2,698.0%
Score
45
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
5.71 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bearish RSI: Overbought (71.4) - Potential correction
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.287 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BPTR saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 71.4, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.30%. Area support terdekat berada di sekitar Rp65, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp88.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 65, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Valuasi Saham Perbankan dengan PBV dan ROE: Dua Sisi Mata Uang yang Tak Terpisahkan

Saham perbankan adalah salah satu sektor terbesar dan paling likuid di Bursa Efek Indonesia. Bank menjadi tulang punggung ekonomi, penghubung antara pihak yang memiliki kelebihan dana dan pihak yang membutuhkan dana. Namun, menilai saham bank tidak bisa dilakukan dengan cara yang sama seperti menilai saham manufaktur atau teknologi. Mengapa? Karena bank memiliki struktur neraca yang unik. Aset bank sebagian besar adalah kredit (piutang) dan kewajiban bank sebagian besar adalah dana pihak ketiga (simpanan nasabah). Tidak ada pabrik, mesin, atau persediaan yang berarti. Akibatnya, rasio-rasio seperti PER (Price to Earnings) bisa menyesatkan, sementara PBV (Price to Book Value) dan ROE (Return on Equity) menjadi raja dalam valuasi saham perbankan. Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana menggunakan PBV dan ROE untuk menilai saham bank, menentukan apakah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Memahami Pola Doji: Sinyal Netral yang Bisa Menjadi Pembalik Tren
  2. Psikologi Menerima Kerugian sebagai Biaya Belajar: Mengubah Luka Men Menjadi Pelajaran Berharga
  3. ROA vs ROE: Memahami Dua Ukuran Profitabilitas yang Sering Tertukar
  4. Point and Figure – Trading dengan Kolom X dan O yang Tak Lekang Waktu
  5. Permanent Portfolio: Filosofi Investasi Seumur Hidup ala Harry Browne
  6. EV/EBITDA: Alternatif PER untuk Perusahaan dengan Utang Besar
  7. Analisis Kapitalisasi Pasar vs Total Aset: Mengungkap Diskon atau Premium yang Tidak Terlihat
  8. Membangun Ketahanan Stres Melalui Simulasi: Latihan Mental Sebelum Terjun ke Pasar Saham
  9. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu
  10. High Wave: Candlestik dengan Sumbu Panjang di Kedua Sisi

TradingView Chart - BPTR