Update: Jumat, 23 Oktober 2026

BPTR

PT. Batavia Prosperindo Trans Tbk.

Rp 62
0.00%
Volume
5.625 lot
MA 5
60
MA 20
67
RSI
37.14
High
64
Low
61
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
4.52%
Support (10d)
54
Resistance (10d)
79
Volume Trend (10d)
+47.7%
Score
55
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-17.33 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (37.1)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 473 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BPTR saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 37.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.52%. Area support terdekat berada di sekitar Rp54, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp79.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 79 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 87, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 54 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Money Flow Index (MFI): RSI yang Memperhitungkan Volume

Dalam analisis teknikal saham, RSI (Relative Strength Index) adalah salah satu indikator momentum paling populer. Namun, RSI memiliki satu "kekurangan": ia hanya memperhitungkan harga, tidak memperhitungkan volume. Padahal, volume adalah konfirmasi penting dalam analisis teknikal. Solusinya adalah Money Flow Index (MFI) – indikator yang bisa dianggap sebagai "RSI yang berbobot volume". MFI menggabungkan konsep RSI dengan volume, menghasilkan indikator yang lebih akurat dalam mengidentifikasi overbought, oversold, dan divergence. MFI dikembangkan oleh Gene Quong dan Avrum Soudack. Indikator ini sering disebut sebagai "Volume-Weighted RSI" karena perhitungannya yang mirip dengan RSI, tetapi menggunakan "typical price" dan "money flow" (aliran uang) yang memperhitungkan volume. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Money Flow Index (MFI), mulai dari cara perhitungan, perbedaan dengan RSI, interpretasi overbought/oversold, divergence (yang sangat...

Artikel menarik lainnya:

  1. Ukuran Sejati Kinerja Saham: Mengapa Rasio Perusahaan Harus Dibandingkan dengan Rata-rata Industri
  2. Recency Bias: Bahaya Terpaku pada Kejadian Terakhir di Pasar Saham
  3. Perbedaan Saham Syariah dan Konvensional: Mana yang Cocok untuk Anda?
  4. Price to GMV: Tolok Ukur Valuasi untuk E-commerce dan Marketplace
  5. Analisis Claim Ratio Asuransi Kesehatan: Barometer Profitabilitas yang Tidak Boleh Diabaikan
  6. Risk Based Capital (RBC): Alat Ukur Ketahanan Finansial Emiten Asuransi
  7. Mengenal Williams %R: Satu Langkah Menuju Overbought dan Oversold
  8. KST Indicator (Know Sure Thing): Menggabungkan Empat Momentum dalam Satu Indikator
  9. Faktor Kelelahan Keputusan: Mengapa Semakin Banyak Anda Trading, Semakin Buruk Keputusan yang Diambil
  10. Saham Individual vs ETF: Mana yang Lebih Efisien dari Sisi Biaya dan Risiko?

TradingView Chart - BPTR