Update: Senin, 5 Oktober 2026

TYRE

PT. King Tire Indonesia Tbk.

Rp 109
+0.93%
Volume
1.907 lot
MA 5
108
MA 20
111
RSI
23.08
High
110
Low
106
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
0.92%
Support (10d)
101
Resistance (10d)
112
Volume Trend (10d)
-78.5%
Score
50
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-2.68 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (23.1) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -70 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TYRE saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 23.1, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.92%. Area support terdekat berada di sekitar Rp101, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp112.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 101, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

ARPU: Mata Uang Baru dalam Valuasi Saham Perusahaan Digital

Jika Anda pernah membaca laporan tahunan Netflix, Spotify, atau perusahaan media digital, Anda pasti sering menemukan istilah ARPU (Average Revenue Per User). Metrik ini sebenarnya lebih tua dari era digital – operator telekomunikasi sudah menggunakannya sejak lama. Namun kini, ARPU menjadi salah satu indikator paling krusial bagi investor yang ingin menilai kesehatan dan potensi pertumbuhan saham sektor media, teknologi, dan layanan berlangganan. Apa Itu ARPU? ARPU adalah pendapatan total perusahaan dalam periode tertentu dibagi dengan jumlah rata-rata pengguna aktif (atau pelanggan) dalam periode yang sama. ARPU=Pendapatan Periode TertentuJumlah Rata-Rata PenggunaARPU=Jumlah Rata-Rata PenggunaPendapatan Periode Tertentu​ Misalnya: Pendapatan kuartalan Spotify dari langganan premium adalah €3 miliar, dengan rata-rata 150 juta pelanggan premium. Maka ARPU = €20 per pelanggan per kuartal (atau sekitar €6,7 per bulan). Mengapa ARPU Penting untuk Investor Saham Media? Mengukur Kemampuan Monetisasi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Pendanaan Tersembunyi di Balik Hubungan Dagang: Analisis Vendor Financing dalam Dunia Saham
  2. Analisis Impairment Asset: Ancaman Pengeruk Laba yang Sering Terlupakan Investor
  3. Mengenal Pola Bullish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  4. Cash Conversion Cycle (CCC): Mengukur Efisiensi Arus Kas dari Hulu ke Hilir
  5. Value Averaging (VA): Strategi Cerdas Memaksimalkan Keuntungan Saat Pasar Turun
  6. Rasio Market Value Added (MVA): Ukuran Kekayaan yang Diciptakan untuk Pemegang Saham
  7. Chande Trend Meter: Mengukur Kekuatan Tren dengan Skor Tunggal
  8. Mengenal Pola Bearish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  9. Analisis Comparables Valuation (Comps): Seni Membandingkan untuk Menemukan Harga Wajar Saham
  10. Ketika Keajaiban Menjadi Bencana: Memahami Rasio Extraordinary Items terhadap Laba

TradingView Chart - TYRE