Update: Jumat, 10 Juli 2026

PBSA

PT. Paramita Bangun Sarana Tbk.

Rp 745
+2.05%
Volume
1.820 lot
MA 5
795
MA 20
759
RSI
50.75
High
760
Low
735
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
4.77%
Support (10d)
730
Resistance (10d)
850
Volume Trend (10d)
+59.2%
Score
50
Win Rate (30d)
53.33 %
P/L (30d)
-7.45 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.8)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -4.280 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PBSA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.77%. Area support terdekat berada di sekitar Rp730, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp850.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 730, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Valuasi Saham Properti dengan RNAV: Menggali Nilai Tersembunyi di Balik Lahan dan Proyek

Saham sektor properti memiliki karakteristik yang sangat berbeda dari sektor lainnya. Perusahaan properti tidak menjual sabun atau memproduksi mobil. Bisnis mereka adalah mengembangkan lahan: membeli tanah, membangun perumahan, apartemen, atau kawasan industri, lalu menjualnya kepada konsumen dengan margin keuntungan. Karena sifat bisnisnya yang unik, metode valuasi konvensional seperti PER (Price to Earnings Ratio) atau bahkan PBV (Price to Book Value) seringkali tidak memadai. Mengapa? Karena nilai terbesar perusahaan properti seringkali tersembunyi di dalam lahan yang belum dikembangkan, proyek yang masih dalam pengerjaan, atau properti investasi yang disewakan. Nilai-nilai ini tidak tercermin secara akurat dalam laporan keuangan berdasarkan standar akuntansi. Di sinilah RNAV (Revaluated Net Asset Value) atau Nilai Aset Bersih yang Dinilai Ulang menjadi metode valuasi yang paling relevan. Artikel ini akan membahas secara mendalam...

Artikel menarik lainnya:

  1. Kagi Chart – Garis Tebal dan Tipis yang Menceritakan Sentimen Pasar
  2. Confirmation Bias: Bahaya Hanya Mencari Bukti yang Membenarkan Diri Sendiri
  3. Rasio Beta: Mengukur Kepekaan Saham Anda terhadap IHSG
  4. Social Media Detox Selama Trading: Mengapa Grup WA dan Telegram Bisa Menghancurkan Akun Anda
  5. Gann Square of 144: Master Square untuk Analisis Harga dan Waktu
  6. Mengenal Pola Bullish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  7. Membangun Jurnal Trading Harian: Senjata Rahasia Trader Profesional
  8. Book Building dan Masa Penawaran IPO: Cara Menentukan Harga Saham Perdana
  9. Mesin Pertumbuhan Tersembunyi: Memahami Value of New Business (VNB) dalam Saham Asuransi Jiwa
  10. Stalled Pattern: Pola Tiga Candlestick Peringatan Dini Harga Akan Terjun Bebas

TradingView Chart - PBSA