Update: Kamis, 8 Oktober 2026

PBSA

PT. Paramita Bangun Sarana Tbk.

Rp 780
-2.50%
Volume
6.905 lot
MA 5
773
MA 20
763
RSI
60.38
High
805
Low
770
Nilai
95/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.81%
Support (10d)
725
Resistance (10d)
850
Volume Trend (10d)
-37.7%
Score
95
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-6.59 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (60.4)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 232 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PBSA saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 60.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.81%. Area support terdekat berada di sekitar Rp725, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp850.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 95 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 780 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 897 - 975 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 741 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Buyback Yield: Saat Perusahaan Menjadi Pembeli Saham Paling Setia

Di pasar saham, biasanya kita berpikir bahwa investor institusi, dana pensiun, atau investor ritellah yang menjadi pembeli saham. Namun, ada satu entitas yang seringkali menjadi pembeli terbesar atas saham suatu perusahaan: perusahaan itu sendiri. Ketika sebuah perusahaan membeli kembali sahamnya di pasar terbuka, aksi ini disebut share buyback atau repurchase. Dan ada metrik khusus untuk mengukur seberapa agresif perusahaan melakukan hal ini relatif terhadap nilai pasarnya, yaitu Buyback Yield. Artikel ini akan membahas apa itu rasio buyback yield, mengapa ini penting, bagaimana menghitungnya, serta perangkap yang perlu diwaspadai. Apa itu Buyback Yield? Buyback Yield adalah persentase yang menunjukkan seberapa banyak nilai saham perusahaan yang dibeli kembali oleh emiten dalam periode tertentu (biasanya 12 bulan terakhir) dibandingkan dengan total kapitalisasi pasarnya. Buyback Yield = (Total Nilai...

Artikel menarik lainnya:

  1. The Outside Bar: Mirip Engulfing tapi dalam Konteks Swing Trading
  2. Perbedaan Trading Saham Reguler vs Cash Market: Panduan Lengkap untuk Pemula
  3. Metode Volatility Weighting: Menyesuaikan Alokasi Berdasarkan Risiko Pasar
  4. Piercing Pattern: Senjata Rahasia Mendeteksi Pembalikan Bullish
  5. Hubungan Market Cap dengan Risiko dan Likuiditas: Panduan Memilih Saham yang Tepat
  6. EV/EBITDA: Alternatif PER untuk Perusahaan dengan Utang Besar
  7. Efek Diderot di Portofolio Saham: Ketika Satu Perubahan Memicu Rantai Keputusan Buruk
  8. Bahaya Averaging Down Saham Fundamental Rusak: Ketika Memperbesar Posisi Menghancurkan Portofolio
  9. Multi-Factor Portfolio ala Cliff Asness: Menggabungkan Kekuatan Faktor untuk Kinerja Superior
  10. Unbilled Revenue: Jendela Menuju Pendapatan Masa Depan Konstruksi

TradingView Chart - PBSA