Update: Jumat, 10 Juli 2026

RALS

PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk.

Rp 376
-0.53%
Volume
13.936 lot
MA 5
376
MA 20
375
RSI
50.00
High
380
Low
374
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.29%
Support (10d)
358
Resistance (10d)
382
Volume Trend (10d)
-67.1%
Score
50
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-3.59 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.423 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham RALS saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.29%. Area support terdekat berada di sekitar Rp358, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp382.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 358, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Price to GMV: Tolok Ukur Valuasi untuk E-commerce dan Marketplace

Dalam dunia saham, sektor e-commerce dan marketplace selalu menarik perhatian karena pertumbuhannya yang eksplosif. Namun, di balik popularitasnya, ada tantangan besar bagi investor: bagaimana menilai perusahaan e-commerce yang seringkali masih merugi atau memiliki laba yang sangat tipis? Rasio keuangan tradisional seperti PER (Price to Earnings Ratio) menjadi tidak berguna. Di sinilah Price to GMV (Gross Merchandise Value) hadir sebagai salah satu metrik valuasi paling populer untuk perusahaan e-commerce, marketplace, dan platform transaksi digital. Artikel ini akan membahas secara tuntas apa itu GMV, bagaimana rasio Price to GMV bekerja, kelebihan dan keterbatasannya, serta cara menggunakannya sebagai alat analisis saham teknologi. Apa Itu GMV (Gross Merchandise Value)? Gross Merchandise Value (GMV) adalah total nilai transaksi yang mengalir melalui platform dalam periode tertentu, biasanya satu tahun. GMV mencakup...

Artikel menarik lainnya:

  1. Menggunakan Akun Demo dengan Uang Sungguhan Mental: Rahasia Melatih Emosi Tanpa Menguras Dompet
  2. Apa Itu PBV (Price to Book Value)? Panduan Mudah untuk Pemula
  3. Trailing Stop: Senjata Rahasia Mengunci Profit saat Harga Terus Naik
  4. Lump Sum vs DCA: Mana Lebih Unggul? Perdebatan Klasik yang Wajib Dipahami Investor
  5. Abandoned Baby: Bayi yang Terlantar dan Pembalikan Harga Paling Ekstrem
  6. Factor Investing: Pendekatan Sistematis untuk Mendapatkan Kelebihan Return
  7. Hindsight Bias: Bahaya Mentalitas "Sudah Saya Tahu Sejak Awal"
  8. Home Bias: Bahaya Terlalu Dominan dengan Saham Dalam Negeri
  9. Double Bottom: Sinyal Pembalikan Bullish yang Wajib Diketahui Trader
  10. Upside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bullish yang Jarang Dikenal

TradingView Chart - RALS