Update: Selasa, 9 Juni 2026

RALS

PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk.

Rp 360
+3.45%
Volume
47.676 lot
MA 5
362
MA 20
415
RSI
13.85
High
366
Low
342
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.62%
Support (10d)
342
Resistance (10d)
402
Volume Trend (10d)
-24.7%
Score
60
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-20.70 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (13.9) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 9.531 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham RALS saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 13.9, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.62%. Area support terdekat berada di sekitar Rp342, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp402.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 367 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 396 - 414 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 335 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Distress Price to Book Value: Mendeteksi Saham yang Terluka Parah atau Peluang Emas?

Dalam dunia saham, istilah "murah" seringkali menarik perhatian. Namun, ada tingkatan "murah" yang ekstrem: ketika harga saham jatuh jauh di bawah nilai buku perusahaan. Ini disebut Distress Price to Book Value (PBV Distress) —sebuah kondisi di mana pasar seolah-olah mengatakan bahwa aset perusahaan hampir tidak berharga. Apakah ini selalu tanda bahaya? Tidak selalu. Bagi investor yang paham, rasio PBV yang sangat rendah bisa menjadi peluang kontrarian yang luar biasa. Namun bagi yang kurang teliti, ini bisa menjadi jebakan (value trap) yang menghancurkan modal. Artikel ini akan membahas apa itu distress PBV, bagaimana mengukurnya, kapan ia menjadi sinyal beli, dan kapan ia menjadi peringatan untuk lari. 1. Apa Itu Distress Price to Book Value (PBV)? Price to Book Value (PBV) adalah rasio yang membandingkan harga saham...

Artikel menarik lainnya:

  1. Renko Chart (Pola Bata) – Trading Tanpa Noise Waktu
  2. Mengenal Williams %R: Satu Langkah Menuju Overbought dan Oversold
  3. Analisis DuPont 3 Langkah: Membongkar Rahasia ROE untuk Menilai Saham Lebih Cerdas
  4. Strategi Martingale di Saham: Bunuh Diri Finansial yang Berkedok Peluang
  5. Memahami Pola Bearish Engulfing: Sinyal Bahaya Saat Harga Akan Terjun
  6. Pengertian PER (Price to Earnings Ratio) Sederhana untuk Pemula
  7. Strategi Barbell: Keseimbangan Ekstrem untuk Hasil Optimal
  8. Lifecycle Fund: Solusi Otomatis untuk Investasi Pensiun Tanpa Ribet
  9. Factor Investing: Pendekatan Sistematis untuk Mendapatkan Kelebihan Return
  10. Combined Ratio: Tolok Ukur Sejati Profitabilitas Asuransi Umum

TradingView Chart - RALS