Update: Jumat, 22 Mei 2026

BREN

PT. Barito Renewables Energy Tbk.

Rp 2.450
-4.67%
Volume
1.101.648 lot
MA 5
2.804
MA 20
4.049
RSI
12.00
High
2.660
Low
2.400

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
5.27%
Support (10d)
2.400
Resistance (10d)
5.125
Volume Trend (10d)
+322.9%
Score
45
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-51.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (12.0) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -366.476 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BREN saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 12.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.27%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.400, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp5.125.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 2.400, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Psikologi Ketika Portofolio Turun 30%: Di Titik Terdalam, Karakter Anda Diuji

Tidak ada angka ajaib dalam dunia investasi. Tapi jika ada satu level kerugian yang menjadi titik balik psikologis bagi kebanyakan investor, itu adalah minus 30 persen. Penurunan 10 persen? Masih wajar. Hati agak cemas, tapi masih bisa tidur nyenyak. Penurunan 20 persen? Mulai gelisah. Memeriksa aplikasi trading lebih sering. Mulai berpikir, "Mungkin saya salah beli." Tapi turun 30 persen? Di sinilah segalanya berubah. Pada titik ini, rasa sakit sudah sangat nyata. Uang yang dulu Rp100 juta kini tinggal Rp70 juta. Kerugian tidak lagi abstrak. Ia terasa di perut, di dada, di kepala. Pada titik inilah sebagian besar investor melakukan kesalahan terbesar dalam hidup investasi mereka: menjual di titik terendah. Atau sebaliknya, pada titik inilah investor yang tang gig gigih bertahan, menahan rasa sakit, dan keluar...

Artikel menarik lainnya:

  1. CAC vs LTV: Rasio Paling Jujur untuk Menilai Saham Teknologi
  2. Risk of Ruin dalam Trading Saham: Ketika Kebangkrutan Bukan Lagi Mitos
  3. Efek Ilusi Kontrol: Ketika Anda Berpikir Grafik Dapat Mengendalikan Pasar
  4. Triple Bottom: Tiga Lembah yang Menandai Awal Tren Naik
  5. Valuasi Saham Perbankan dengan PBV dan ROE: Dua Sisi Mata Uang yang Tak Terpisahkan
  6. Drawdown Duration: Indikator Pemulihan yang Sering Terlupakan
  7. Unbilled Revenue: Jendela Menuju Pendapatan Masa Depan Konstruksi
  8. Pipe Bottom: Candlestick Kecil di Akhir Downtrend sebagai Sinyal Pembalikan
  9. Cost of Equity dengan CAPM: Berapa Imbal Hasil yang Wajar Anda Tuntut?
  10. Membangun Ketahanan Stres Melalui Simulasi: Latihan Mental Sebelum Terjun ke Pasar Saham

TradingView Chart - BREN