Update: Jumat, 22 Mei 2026

WTON

PT. Wijaya Karya Beton Tbk.

Rp 81
0.00%
Volume
353.401 lot
MA 5
83
MA 20
88
RSI
20.00
High
87
Low
77

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.32%
Support (10d)
77
Resistance (10d)
92
Volume Trend (10d)
-50.1%
Score
70
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-5.81 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (20.0) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 14.457 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham WTON saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 20.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.32%. Area support terdekat berada di sekitar Rp77, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp92.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 83 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 89 - 93 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 75 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Over-trading karena Nafsu Balas Dendam: Saat Emosi Menghancurkan Akun Trading

Dalam dunia saham, ada satu momen yang rasanya begitu familiar bagi hampir setiap trader: Anda baru saja mengalami kerugian besar. Pikiran panas. Wajah terasa merah. Lalu tanpa berpikir panjang, Anda langsung membuka posisi baru yang lebih besar dari sebelumnya. Tujuannya satu: balas dendam. Inilah yang disebut dengan revenge trading, atau over-trading karena nafsu balas dendam. Perilaku ini adalah salah satu penyebab tercepat hancurnya akun trading, bahkan lebih cepat dari analisis yang buruk sekalipun. Apa Itu Revenge Trading? Revenge trading adalah tindakan membuka posisi berulang kali, biasanya dengan ukuran yang semakin besar, setelah mengalami kerugian. Tujuannya bukan lagi untuk mengikuti analisis atau rencana trading, melainkan semata-mata untuk "mengambil kembali" uang yang telah hilang. Trader yang sedang dalam mode balas dendam tidak peduli dengan sinyal teknis, fundamental,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Framing Bias: Bagaimana Cara Penyajian Informasi Mengubah Keputusan Investasi Anda
  2. On Balance Volume (OBV) – Pola Divergence dan Trendline Break
  3. The Kickback Pattern: Momentum Terhenti Sebentar Lalu Melanjutkan Tren
  4. Ketika Keajaiban Menjadi Bencana: Memahami Rasio Extraordinary Items terhadap Laba
  5. Gartley: Formasi Harmonis yang Memadukan Geometri dan Fibonacci
  6. Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren
  7. Ribuan Skenario Masa Depan: Analisis Monte Carlo untuk Proyeksi Laba dalam Investasi Saham
  8. Concealing Baby Swan: Pola Empat Candlestick yang Jarang Diketahui
  9. Net Premium Growth: Mesin Pertumbuhan Utama Emiten Asuransi
  10. Heikin Ashi – Candlestick Termodifikasi untuk Membaca Kelanjutan Tren

TradingView Chart - WTON