Update: Kamis, 20 Agustus 2026

WTON

PT. Wijaya Karya Beton Tbk.

Rp 82
+1.23%
Volume
72.415 lot
MA 5
80
MA 20
77
RSI
61.54
High
82
Low
80
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.62%
Support (10d)
73
Resistance (10d)
95
Volume Trend (10d)
+804.1%
Score
75
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
13.89 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (61.5)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -169 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham WTON saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 61.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.62%. Area support terdekat berada di sekitar Rp73, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp95.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 82 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 94 - 103 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 78 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Average Down dan Average Up: Kapan Strategi Ini Tepat Digunakan?

Dalam dunia investasi saham, Anda pasti pernah mendengar istilah average down dan average up. Kedua strategi ini berkaitan dengan cara menambah posisi (membeli lebih banyak) saham yang sudah Anda miliki, baik saat harga turun maupun saat harga naik. Namun, banyak investor pemula yang keliru menerapkan strategi ini. Ada yang terus average down pada saham yang sedang jatuh tanpa batas, yang ujung-ujungnya malah memperbesar kerugian. Ada pula yang ragu melakukan average up karena takut dianggap "beli mahal", padahal sahamnya sedang dalam tren naik yang kuat. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang average down dan average up: definisi, cara kerja, kelebihan dan risiko, serta panduan kapan strategi ini tepat dilakukan. Apa Itu Average Down? Average down adalah strategi membeli lebih banyak saham yang sudah Anda miliki...

Artikel menarik lainnya:

  1. Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti
  2. Anchoring Bias: Bahaya Terpaku pada Harga Beli atau Harga Tertinggi
  3. Menggunakan Akun Demo dengan Uang Sungguhan Mental: Rahasia Melatih Emosi Tanpa Menguras Dompet
  4. Cost of Equity dengan CAPM: Berapa Imbal Hasil yang Wajar Anda Tuntut?
  5. Stock Split: Alasan dan Dampak Harga
  6. Take Rate: Kunci Monetisasi yang Menentukan Valuasi Saham Digital
  7. Golden Butterfly Portfolio: Strategi Investasi Saham yang Seimbang untuk Semua Musim
  8. Mengenal Donchian Channel: Pita yang Menangkap Rekor Tertinggi dan Terendah
  9. Rasio Leverage yang Aman untuk Margin Trading: Panduan untuk Investor Saham
  10. Saham Bonus untuk Bos, Risiko untuk Investor?: Memahami Rasio Pembayaran Berbasis Saham

TradingView Chart - WTON