Update: Senin, 12 Oktober 2026

WTON

PT. Wijaya Karya Beton Tbk.

Rp 71
-2.74%
Volume
17.762 lot
MA 5
73
MA 20
73
RSI
40.00
High
74
Low
69
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.56%
Support (10d)
65
Resistance (10d)
77
Volume Trend (10d)
-47.5%
Score
35
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-13.41 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (40.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 388 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham WTON saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.56%. Area support terdekat berada di sekitar Rp65, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp77.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 62 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Interest Coverage: Seberapa Mampu Perusahaan Membayar Bunga Utang?

Utang adalah bagian tak terpisahkan dari dunia bisnis. Hampir semua perusahaan memiliki utang, entah untuk ekspansi, modal kerja, atau akuisisi. Namun memiliki utang tidaklah berbahaya selama perusahaan mampu membayar bunga secara teratur. Pertanyaan mendasar bagi investor adalah: Apakah perusahaan menghasilkan cukup laba untuk menutupi beban bunganya? Jawabannya terletak pada Rasio Interest Coverage atau Rasio Cakupan Bunga. Metrik ini adalah indikator paling sederhana namun paling kuat untuk menilai risiko gagal bayar bunga utang. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang rasio ini, bagaimana menghitungnya, menginterpretasikannya, serta kelebihan dan keterbatasannya. Apa Itu Rasio Interest Coverage? Interest Coverage Ratio (ICR) adalah rasio yang mengukur seberapa besar laba operasional perusahaan dibandingkan dengan beban bunga yang harus dibayarkan. Rasio ini menunjukkan "bantalan keamanan" yang dimiliki perusahaan untuk membayar bunga utangnya....

Artikel menarik lainnya:

  1. Ketika Keajaiban Menjadi Bencana: Memahami Rasio Extraordinary Items terhadap Laba
  2. Mengukur Expectancy: Berapa Sebenarnya Sistem Trading Anda Menghasilkan?
  3. Rasio Enterprise Value terhadap Pendapatan (EV/Sales): Ukuran Terbaik untuk Saham yang Belum Untung
  4. Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis
  5. Cara Membeli Saham Pertama Kali di Sekuritas: Panduan Langkah demi Langkah untuk Pemula
  6. Perbedaan Saham Syariah dan Konvensional: Mana yang Cocok untuk Anda?
  7. Pola AB=CD: Formasi Harmonic Paling Dasar yang Wajib Dikuasai
  8. Valuasi Saham Perbankan dengan PBV dan ROE: Dua Sisi Mata Uang yang Tak Terpisahkan
  9. Rekening Dana Efek vs Rekening Saham: Jangan Sampai Tertukar!
  10. Memahami Metode Gordon Growth: Cara Menilai Saham Berdasarkan Dividen

TradingView Chart - WTON