Update: Rabu, 10 Juni 2026

WTON

PT. Wijaya Karya Beton Tbk.

Rp 75
+13.64%
Volume
115.695 lot
MA 5
69
MA 20
80
RSI
36.59
High
79
Low
66
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.56%
Support (10d)
59
Resistance (10d)
83
Volume Trend (10d)
-71.4%
Score
60
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-19.35 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (36.6)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 3.489 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham WTON saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 36.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.56%. Area support terdekat berada di sekitar Rp59, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp83.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 77 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 83 - 86 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 70 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Price to User: Senjata Rahasia Menilai Saham Teknologi yang Belum Untung

Dalam dunia saham, sektor teknologi selalu memiliki daya tarik tersendiri. Pertumbuhan eksponensial, inovasi yang mengganggu, dan kisah sukses perusahaan seperti Amazon, Google, atau Shopee membuat banyak investor tergiur. Namun, ada satu masalah besar yang sering dihadapi investor saham teknologi: bagaimana menilai perusahaan yang belum menghasilkan laba? Di sinilah rasio Price to User (atau sering disebut Price per User) menjadi salah satu alat valuasi paling populer untuk saham teknologi, terutama untuk perusahaan digital dengan basis pengguna yang besar tetapi masih dalam fase investasi berat. Artikel ini akan membahas secara tuntas apa itu Price to User, kapan rasio ini relevan, batasan-batasannya, serta cara menggunakannya sebagai bagian dari analisis saham teknologi Anda. Apa Itu Price to User? Price to User adalah rasio valuasi yang membandingkan nilai pasar perusahaan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Kelas Saham: Perbedaan Blue Chip, Second Liner, dan Gorengan
  2. Panduan Praktis: Cara Membaca Harga Saham di Aplikasi Trading untuk Pemula
  3. Permanent Portfolio: Filosofi Investasi Seumur Hidup ala Harry Browne
  4. Dividend Yield Tinggi: Jebakan atau Peluang?
  5. Rasio ROE (Return on Equity) untuk Screening Saham
  6. Strip Ratio: Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Batubara
  7. Absorption – Volume Besar Tanpa Pergerakan Harga, Jejak Tersembunyi Pemain Besar
  8. Risk Parity: Filosofi Portofolio ala Ray Dalio yang Mengutamakan Risiko, Bukan Modal
  9. Production Cost per Ton: Metrik Paling Jujur dari Saham Tambang
  10. AISC: Metrik Paling Jujur di Laporan Keuangan Tambang

TradingView Chart - WTON