Update: Jumat, 22 Mei 2026

STAA

PT. Sumber Tani Agung Resources Tbk.

Rp 1.025
-1.91%
Volume
75.310 lot
MA 5
1.115
MA 20
1.213
RSI
18.39
High
1.045
Low
990

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.27%
Support (10d)
990
Resistance (10d)
1.240
Volume Trend (10d)
+0.4%
Score
35
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
-16.67 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (18.4) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -253 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham STAA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 18.4, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.27%. Area support terdekat berada di sekitar Rp990, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.240.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 941 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengenal Aroon: Menangkap Momentum dengan Crossover Aroon Up dan Aroon Down

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar indikator dirancang untuk mengikuti harga atau mengukur momentum setelah pergerakan terjadi. Namun, ada satu indikator yang unik karena ia mengukur berapa lama harga telah mencapai titik tertinggi atau terendah dalam periode tertentu. Indikator itu adalah Aroon. Aroon dikembangkan oleh Tushar Chande pada tahun 1995. Nama "Aroon" berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti "fajar" atau "awal dari sesuatu". Nama ini dipilih karena indikator ini dirancang untuk mendeteksi awal dari sebuah tren baru – seperti fajar yang menandai awal dari hari baru. Aroon berbeda dari indikator lain karena ia tidak menggunakan harga penutupan (close) secara langsung. Ia hanya menghitung berapa lama sejak harga mencapai titik tertinggi (high) dan titik terendah (low) dalam periode tertentu. Semakin baru titik ekstrem tersebut, semakin...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rekening Dana Efek vs Rekening Saham: Jangan Sampai Tertukar!
  2. Pola Nen STAR: Formasi Harmonic Modern dengan Akurasi Tinggi
  3. Breakaway Gap: Lompatan Awal yang Menandai Kelahiran Tren Baru
  4. Kepercayaan Buta pada Guru Saham: Bahaya Mengikuti Tanpa Filter
  5. Stock Split: Alasan dan Dampak Harga
  6. Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis
  7. Membatasi Screen Time Saham: Semakin Sering Melihat, Semakin Buruk Keputusan Anda
  8. Right Issue Saham: Ketika Perusahaan Mengundang Pemegang Saham untuk Menambah Modal
  9. Three Black Crows: Tiga Gagak Hitam Penanda Kekuatan Bearish
  10. Anchoring Bias: Bahaya Terpaku pada Harga Beli atau Harga Tertinggi

TradingView Chart - STAA