Update: Senin, 6 Juli 2026

BRRC

PT. Raja Roti Cemerlang Tbk.

Rp 58
+5.45%
Volume
95.994 lot
MA 5
55
MA 20
56
RSI
47.37
High
58
Low
54
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.24%
Support (10d)
52
Resistance (10d)
60
Volume Trend (10d)
-49.7%
Score
60
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-9.38 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (47.4)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 105 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BRRC saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 47.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.24%. Area support terdekat berada di sekitar Rp52, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp60.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 59 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 64 - 67 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 54 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Memahami IHSG: Barometer Kesehatan Pasar Modal Indonesia

Jika Anda baru mulai terjun ke dunia investasi saham, pasti sering mendengar istilah "IHSG" atau "Indeks Harga Saham Gabungan". Misalnya, berita ekonomi di televisi sering memberitakan, "IHSG hari ini ditutup menguat ke level 7.200" atau "IHSG melemah seiring dengan sentimen global." Apa sebenarnya IHSG itu, dan mengapa ia begitu penting bagi para investor serta perekonomian Indonesia secara umum? Artikel ini akan mengupas tuntas pengertian IHSG, bagaimana cara menghitungnya, fungsi utamanya, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta bagaimana Anda sebagai investor pemula bisa menggunakan IHSG sebagai alat bantu pengambilan keputusan. Apa Itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)? Secara sederhana, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah angka indikator yang menunjukkan pergerakan harga seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). IHSG seperti termometer yang mengukur suhu pasar saham...

Artikel menarik lainnya:

  1. Menimbang Ketidakpastian: Valuasi dengan Risk Adjusted Discounted Cash Flow (DCF)
  2. Impulse Wave: Lima Gelombang Penggerak Utama dalam Elliott Wave Theory
  3. Saham Gocap: Mental Block di Balik Harga Rp50 yang Menggoda
  4. Valuasi Saham Properti dengan RNAV: Menggali Nilai Tersembunyi di Balik Lahan dan Proyek
  5. Earnings Yield: Membalik PER untuk Melihat Imbal Hasil Saham Anda
  6. Mengintip “Gunung Es” Laporan Keuangan: Analisis Off-Balance Sheet Items dalam Dunia Saham
  7. Memahami Dunia Saham: Panduan Pengertian dan Cara Kerja untuk Pemula
  8. Bahaya Overtrading Akibat Boredom: Ketika Pasar Sepi, Trader Membuat Kesalahan Sendiri
  9. Valuasi Relatif terhadap Obligasi Pemerintah: Kapan Saham Lebih Menarik dari Deposito?
  10. Rasio Price to NCAV: Strategi Klasik Mencari Net-Net Stock dalam Valuasi Saham

TradingView Chart - BRRC