Update: Senin, 6 Juli 2026

BSSR

PT. Baramulti Suksessarana Tbk.

Rp 4.030
0.00%
Volume
5.467 lot
MA 5
3.996
MA 20
4.143
RSI
35.87
High
4.060
Low
4.010
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.36%
Support (10d)
3.930
Resistance (10d)
4.570
Volume Trend (10d)
-7.7%
Score
55
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
2.28 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (35.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.171 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BSSR saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 35.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.36%. Area support terdekat berada di sekitar Rp3.930, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp4.570.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 4.570 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 5.027, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 3.930 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Shooting Star (Bearish): Bintang Jatuh yang Menandakan Akhir Tren Naik

Setelah mempelajari Hammer (bullish) dan Hanging Man (bearish), kini saatnya mengenal satu pola bearish klasik lainnya: Shooting Star. Jika Hanging Man adalah "orang gantung" dengan sumbu panjang ke bawah, maka Shooting Star adalah kebalikannya—sumbu panjang menjulang ke atas bagaikan bintang jatuh di langit malam. Dalam analisa teknikal saham, Shooting Star dianggap sebagai salah satu sinyal pembalikan bearish yang paling dapat diandalkan, terutama ketika muncul di puncak tren naik yang panjang. Namanya sendiri mengandung makna: bintang jatuh membawa harapan (bull) yang kemudian padam dan berubah menjadi kehancuran (bear). Apa Itu Shooting Star (Bearish)? Secara visual, Shooting Star terbentuk dalam satu periode candlestick (misalnya satu hari) dengan ciri-ciri sebagai berikut: Karakteristik Deskripsi Sumbu atas (upper shadow) Panjang, minimal 2 kali panjang tubuh Tubuh (real body) Kecil,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Dividend Yield vs Dividend Payout Ratio: Mana yang Lebih Penting?
  2. Diversifikasi Sejati: Mengapa Memisah Antar Sektor dan Aset Adalah Kunci Sukses Investasi Saham
  3. ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss
  4. Mengenal Pola Bearish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  5. The 2B Pattern: Pola False Breakout Reversal dari Joe Ross
  6. Memahami Pola Tweezer Bottom: Sinyal Pembalikan Harga dari Dua Candlestick
  7. Membangun Jurnal Trading Harian: Senjata Rahasia Trader Profesional
  8. Analisis Precedent Transaction: Menilai Saham dari Harga Akuisisi Perusahaan Sejenis
  9. Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan
  10. Memahami Dunia Saham: Panduan Pengertian dan Cara Kerja untuk Pemula

TradingView Chart - BSSR