Update: Senin, 5 Oktober 2026

BSSR

PT. Baramulti Suksessarana Tbk.

Rp 5.050
-3.81%
Volume
18.443 lot
MA 5
5.139
MA 20
5.105
RSI
53.89
High
5.225
Low
5.025
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.91%
Support (10d)
4.900
Resistance (10d)
5.500
Volume Trend (10d)
+313.0%
Score
55
Win Rate (30d)
53.33 %
P/L (30d)
11.97 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (53.9)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.623 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BSSR saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 53.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.91%. Area support terdekat berada di sekitar Rp4.900, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp5.500.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 5.500 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 6.050, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 4.900 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Saham Individual vs ETF: Mana yang Lebih Efisien dari Sisi Biaya dan Risiko?

Saat memutuskan untuk terjun ke pasar modal, setiap investor akan menghadapi pertanyaan mendasar: Apakah lebih baik membeli saham perusahaan secara langsung (saham individual) atau membeli kumpulan saham dalam satu produk ETF (Exchange Traded Fund)? Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun, ketika kita membedahnya secara khusus dari sisi biaya dan risiko, perbedaannya cukup mencolok. Artikel ini akan membantu Anda memilih pendekatan yang paling sesuai dengan profil dan tujuan investasi Anda. Definisi Singkat Saham Individual: Membeli kepemilikan langsung di satu perusahaan tertentu, misalnya saham BBCA (Bank Central Asia) atau TLKM (Telkom Indonesia). ETF: Membeli satu unit yang mewakili keranjang berisi puluhan hingga ribuan saham sekaligus, misalnya ETF yang melacak indeks LQ45 atau S&P 500. Perbandingan dari Sisi Biaya Biaya Transaksi Jenis Biaya Saham Individual ETF Biaya beli/jual...

Artikel menarik lainnya:

  1. Bid, Offer, Last, Volume: Istilah Wajib yang Harus Dikuasai Trader Pemula
  2. Free Cash Flow (FCF) Adalah Raja: Mengapa Laba Bisa Berbohong, tapi Arus Kas Bebas Tidak
  3. Parabolic SAR: Titik-Titik yang Menunjukkan Arah Tren dan Titik Balik
  4. Harami Bearish: Saat Pasar "Mengandung" Potensi Pembalikan Turun
  5. Island Reversal: Pulau Kecil yang Menandai Pembalikan Drastis
  6. Tax-Loss Harvesting: Mengubah Kerugian Saham Menjadi Keuntungan Pajak
  7. AISC: Metrik Paling Jujur di Laporan Keuangan Tambang
  8. Analisis Economic Value Added (EVA): Apakah Perusahaan Benar-benar Ciptakan Nilai?
  9. Pivot Point – Lima Metode Menghitung Level Support dan Resistance Harian
  10. Payout Ratio: Penentu Aman Tidaknya Dividen Anda

TradingView Chart - BSSR