Update: Jumat, 14 Agustus 2026

BSSR

PT. Baramulti Suksessarana Tbk.

Rp 4.360
+0.46%
Volume
6.636 lot
MA 5
4.332
MA 20
4.302
RSI
83.33
High
4.360
Low
4.340
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
0.50%
Support (10d)
4.300
Resistance (10d)
4.360
Volume Trend (10d)
-13.7%
Score
70
Win Rate (30d)
60 %
P/L (30d)
8.19 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (83.3) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.076 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BSSR saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 83.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.50%. Area support terdekat berada di sekitar Rp4.300, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp4.360.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 4.447 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 4.796 - 5.014 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 4.055 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Stacked Imbalance: Membaca Sinyal Ketidakseimbangan Order

Dalam dunia trading saham, memahami alur order dan tekanan jual-beli adalah kunci untuk menangkap peluang sekaligus menghindari jebakan likuiditas. Salah satu konsep yang cukup populer di kalangan trader profesional, terutama yang menggunakan Order Flow atau Depth of Market (DOM), adalah Stacked Imbalance. Apa itu dan bagaimana cara memanfaatkannya? Mari kita bahas. Apa Itu Stacked Imbalance? Secara sederhana, Stacked Imbalance adalah kondisi di mana terjadi ketidakseimbangan jumlah order beli dan jual yang sangat signifikan pada beberapa level harga berurutan di dalam order book. Bayangkan order book sebagai antrian orang yang ingin membeli dan menjual saham di berbagai level harga. Jika di level harga tertentu ada 1.000 lot antrean beli tetapi hanya 100 lot antrean jual, itu disebut imbalance (ketidakseimbangan). Namun, stacked imbalance terjadi ketika ketidakseimbangan...

Artikel menarik lainnya:

  1. PBV Kurang dari 1: Peluang Emas atau Jebakan Berbahaya?
  2. WACC: Berapa Sebenarnya Biaya Modal Perusahaan?
  3. Upside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bullish yang Jarang Dikenal
  4. Murray Math Lines – Dunia Terbagi dalam 8 Garis Ajaib
  5. Value at Risk (VaR) Sederhana: Mengukur Risiko dalam Satu Angka
  6. Valuasi Saham Batu Bara dengan Harga Komoditas: Ekstrem, Volatil, dan Penuh Peluang
  7. Discounted Cash Flow (DCF): Senjata Utama Value Investor
  8. Rickshaw Man: Doji Berekor Panjang yang Sarat Sinyal
  9. Counterattack Line, Pertarungan Dua Kekuatan yang Berakhir Seimbang
  10. Rebalancing Tanpa Jual Beli: Memanfaatkan Aliran Dividen untuk Menjaga Keseimbangan Portofolio

TradingView Chart - BSSR