Update: Kamis, 20 Agustus 2026

BSSR

PT. Baramulti Suksessarana Tbk.

Rp 4.430
0.00%
Volume
6.214 lot
MA 5
4.402
MA 20
4.325
RSI
78.26
High
4.450
Low
4.410
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
0.56%
Support (10d)
4.300
Resistance (10d)
4.480
Volume Trend (10d)
-5.3%
Score
70
Win Rate (30d)
56.67 %
P/L (30d)
8.85 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (78.3) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.138 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BSSR saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 78.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.56%. Area support terdekat berada di sekitar Rp4.300, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp4.480.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 4.519 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 4.873 - 5.095 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 4.120 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis Relasi Dividend Yield vs Suku Bunga: Kapan Dividen Masih Menarik?

Sebagai investor saham yang mengandalkan pendapatan dividen, Anda mungkin pernah bertanya-tanya: Apakah masih layak memburu saham dengan dividend yield 5% jika deposito bank sudah menawarkan 6% tanpa risiko? Pertanyaan ini menyentuh inti dari relasi antara dividend yield (imbal hasil dividen saham) dan suku bunga (imbal hasil instrumen utang bebas risiko). Hubungan keduanya bukan sekadar kebetulan matematis, melainkan cerminan dari perilaku pasar modal, preferensi risiko, dan kebijakan bank sentral. Artikel ini akan membahas bagaimana suku bunga mempengaruhi daya tarik dividen, konsep equity risk premium, serta strategi yang bisa Anda terapkan di berbagai siklus suku bunga. Dasar Hubungan: Suku Bunga sebagai Acuan "Biaya Peluang" Dalam teori keuangan, suku bunga bebas risiko (biasanya mengacu pada obligasi pemerintah 10 tahun atau deposito bank) adalah opportunity cost dari investasi saham....

Artikel menarik lainnya:

  1. Fed Model: Menilai Wajar Tidaknya Pasar Saham dengan Membandingkan Imbal Hasil
  2. Ascending Triangle: Segitiga Naik yang Menandai Kelanjutan Tren Bullish
  3. Perbedaan Saham Syariah dan Konvensional: Mana yang Cocok untuk Anda?
  4. Analisis Post Trade: Seni Mengevaluasi Kesalahan Tanpa Menyesali Diri
  5. PER Ideal untuk Saham Consumer Goods: Berapa Batas Wajar Membeli?
  6. Evening Star: Bintang Senja yang Memperingatkan Akan Datangnya Kegelapan
  7. Ukuran Sejati Kinerja Saham: Mengapa Rasio Perusahaan Harus Dibandingkan dengan Rata-rata Industri
  8. Rainbow Moving Average: Membaca Kekuatan Tren dengan Lapisan Ganda
  9. Market Facilitation Index (MFI) Bill Williams: Membaca Hubungan Harga dan Volume
  10. Murray Math Lines – Dunia Terbagi dalam 8 Garis Ajaib

TradingView Chart - BSSR