Update: Jumat, 22 Mei 2026

LPKR

PT. Lippo Karawaci Tbk.

Rp 72
+2.86%
Volume
624.075 lot
MA 5
75
MA 20
81
RSI
25.00
High
73
Low
67

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.55%
Support (10d)
67
Resistance (10d)
86
Volume Trend (10d)
-9.8%
Score
35
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-10.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (25.0) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -39.414 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham LPKR saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 25.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.55%. Area support terdekat berada di sekitar Rp67, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp86.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 64 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengidentifikasi Black Swan Risk: Melindungi Portofolio dari Peristiwa Langka yang Dahsyat

Dalam sejarah pasar saham, ada peristiwa-peristiwa yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Krisis keuangan 2008, pandemi Covid-19 2020, atau krisis moneter Asia 1997. Sehari sebelum terjadi, hampir tidak ada yang memprediksinya. Kejutan-kejutan besar ini oleh penulis dan filsuf Nassim Nicholas Taleb disebut sebagai Black Swan (Angsa Hitam). Memahami dan mengidentifikasi risiko Black Swan bukanlah tentang meramal masa depan, melainkan tentang mempersiapkan portofolio Anda agar tetap bertahan ketika kejutan besar datang. Artikel ini akan membantu Anda mengenali ciri-ciri risiko Black Swan dan bagaimana mengantisipasinya. Apa Itu Peristiwa Black Swan? Istilah Black Swan merujuk pada peristiwa dengan tiga karakteristik utama: Karakteristik Penjelasan Contoh di Pasar Saham Di luar dugaan Tidak terprediksi oleh model atau analisis konvensional Tidak ada yang meramalkan lockdown global akibat Covid-19 Dampak sangat besar Mengguncang...

Artikel menarik lainnya:

  1. Ending Volume: Volume Mengecil di Akhir Tren sebagai Tanda Kelelahan
  2. Confirmation Bias: Bahaya Hanya Mencari Bukti yang Membenarkan Diri Sendiri
  3. Reverse Stock Split: Tanda Bahaya atau Strategi?
  4. Homing Pigeon: Pola Merpati yang Membawa Kabar Baik di Tengah Kepanikan
  5. Mengidentifikasi Black Swan Risk: Melindungi Portofolio dari Peristiwa Langka yang Dahsyat
  6. Core Portfolio: Kombinasi Saham Blue Chip dan Obligasi untuk Fondasi Investasi yang Kokoh
  7. ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss
  8. Mengenal TMA (Triangular Moving Average): Rata-rata Bergerak yang Paling Halus
  9. Delta Divergence dan CVD: Senjata Baru untuk Membaca Dominasi Pasar
  10. Analisis SOTP (Sum of The Parts): Membongkar Nilai Tersembunyi di Perusahaan Konglomerasi

TradingView Chart - LPKR