Update: Jumat, 22 Mei 2026

ARTA

PT. Arthavest Tbk

Rp 2.010
-1.47%
Volume
3 lot
MA 5
2.160
MA 20
2.533
RSI
21.60
High
2.010
Low
2.000

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.35%
Support (10d)
2.000
Resistance (10d)
2.970
Volume Trend (10d)
+370.5%
Score
55
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-31.40 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (21.6) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 2 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ARTA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 21.6, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.35%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.000, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.970.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 2.970 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 3.267, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 2.000 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Beyond the Balance Sheet: Menilai Ekuitas di Balik Aset Tak Berwujud

Seorang investor menemukan dua perusahaan dengan kapitalisasi pasar yang sama persis: Rp10 triliun. Namun ketika ia mengamati neraca, ia terkejut. Perusahaan A memiliki aset bersih berwujud (net tangible assets) sebesar Rp8 triliun. Perusahaan B hanya memiliki Rp2 triliun. Artinya, premi yang dibayar pasar di atas aset berwujud untuk Perusahaan A adalah Rp2 triliun, sementara untuk Perusahaan B mencapai Rp8 triliun. Apakah Perusahaan B terlalu mahal? Atau justru Perusahaan A terlalu murah? Jawabannya bergantung pada apa yang membentuk selisih tersebut—biasanya aset tak berwujud (intangible assets) seperti merek, teknologi, basis pelanggan, atau keunggulan kompetitif lainnya. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang rasio Equity Value to Net Tangible Assets, bagaimana menghitungnya, menginterpretasikannya, serta mengapa rasio ini menjadi salah satu ukuran terbaik untuk menilai "premium" yang bersedia dibayar...

Artikel menarik lainnya:

  1. Upside Gap Two Crows: Pola Gagak yang Membawa Kabar Buruk bagi Harga Saham Anda
  2. Ketika Pasar Menjadi Narkoba: Saham dan Gangguan Kecanduan Dopamin
  3. The 2B Pattern: Pola False Breakout Reversal dari Joe Ross
  4. Mengenal CCI: Commodity Channel Index – Sinyal +100/-100 Crossing dan Zero Line Crossing
  5. Analisis DuPont 5 Langkah: Bedah ROE hingga ke Tulang Paling Dalam
  6. Pengelolaan Ekspektasi Tahun Pertama Trading: Realita di Balik Mimpi Cepat Kaya
  7. Mengenal Aroon: Menangkap Momentum dengan Crossover Aroon Up dan Aroon Down
  8. Rasio Effective Tax Rate: Deteksi Manipulasi Laba dan Keunggulan Pajak Tersembunyi
  9. Over-trading karena Nafsu Balas Dendam: Saat Emosi Menghancurkan Akun Trading
  10. NPV Sumber Daya: Kunci Membaca Nilai Sesungguhnya Saham Tambang

TradingView Chart - ARTA