Update: Kamis, 8 Oktober 2026

ARTA

PT. Arthavest Tbk

Rp 1.740
-3.87%
Volume
127 lot
MA 5
1.812
MA 20
2.050
RSI
27.22
High
1.850
Low
1.705
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.81%
Support (10d)
1.670
Resistance (10d)
2.380
Volume Trend (10d)
+296.6%
Score
35
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-23.01 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (27.2) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -4 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ARTA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 27.2, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.81%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.670, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.380.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 1.587 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Ribuan Skenario Masa Depan: Analisis Monte Carlo untuk Proyeksi Laba dalam Investasi Saham

Seorang investor mencoba memproyeksikan laba perusahaan tambang batu bara. Harga batu bara sulit diprediksi, nilai tukar rupiah berfluktuasi, volume produksi tergantung cuaca, dan biaya operasional bisa naik kapan saja. Ia membuat satu proyeksi "base case" dengan asumsi harga batu bara Rp1,5 juta per ton dan kurs Rp15.000 per dolar. Hasilnya: laba naik 25% tahun depan. Ia pun membeli saham. Namun enam bulan kemudian, harga batu bara turun menjadi Rp1,2 juta dan kurs melemah ke Rp16.000. Laba perusahaan anjlok 40%. Harga saham ikut terperosok. Investor itu kebingungan: "Bukankah proyeksi saya menunjukkan kenaikan laba?" Masalahnya: ia hanya membuat satu skenario — satu titik di ruang kemungkinan yang tak terbatas. Dunia nyata tidak berjalan dalam satu garis lurus. Analisis Monte Carlo adalah solusi untuk masalah ini. Dengan menjalankan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Pola Bearish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  2. Current Ratio: Ukur Likuiditas Perusahaan
  3. Cutting Loss: Disiplin yang Sering Diabaikan Investor
  4. Inverted Hammer (Bullish): Palu Terbalik yang Menandakan Awal Kebangkitan
  5. Reward to Risk Ratio: Mengapa Minimal 1:2 Adalah Kunci Profit Jangka Panjang
  6. WACC: Berapa Sebenarnya Biaya Modal Perusahaan?
  7. Hammer (Bullish): Pola Satu Candlestick Andalan untuk Mendeteksi Pembalikan Harga
  8. Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis
  9. Expense Ratio: Pembunuh Senyap Profitabilitas Asuransi
  10. The Pinocchio Bar: Sumbu Panjang yang Berbohong dan Menjadi Sinyal Reversal

TradingView Chart - ARTA