Update: Selasa, 9 Juni 2026

BTPN

PT. Bank SMBC Indonesia Tbk.

Rp 2.020
+1.25%
Volume
1.045 lot
MA 5
2.125
MA 20
2.222
RSI
32.64
High
2.150
Low
1.990
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.86%
Support (10d)
1.900
Resistance (10d)
2.500
Volume Trend (10d)
-37.9%
Score
35
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
3.06 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (32.6)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 40 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BTPN saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 32.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.86%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.900, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.500.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 1.805 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Margin Trading: Kelebihan dan Bahaya yang Wajib Diketahui Investor

Di dunia investasi saham, istilah margin trading sering kali terdengar menggiurkan. Banyak cerita sukses tentang trader yang meraup keuntungan besar dalam waktu singkat berkat fasilitas ini. Namun, di sisi lain, margin trading juga menjadi pemicu kerugian fantastis yang membuat investor kehilangan seluruh modalnya, bahkan berutang. Apa sebenarnya margin trading? Mengapa disebut sebagai pisau bermata dua? Artikel ini akan mengupas tuntas definisi, mekanisme, serta berbagai kelebihan dan bahaya yang menyertainya. Apa Itu Margin Trading? Margin trading adalah kegiatan membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman dari perusahaan sekuritas (broker). Dalam skema ini, Anda hanya perlu menyediakan sejumlah dana sendiri (disebut margin awal), sedangkan sisanya dipinjamkan oleh broker. Ilustrasi sederhana: Anda ingin membeli saham senilai Rp100 juta. Dengan margin trading, Anda cukup menyetor, misalnya, 50% atau Rp50 juta...

Artikel menarik lainnya:

  1. Momentum (MOM): Indikator Paling Sederhana untuk Mengukur Kecepatan Harga
  2. Menghadapi Opini Keluarga yang Meragukan Saham: Antara Nasihat dan Tekanan
  3. Triple Top: Tiga Puncak yang Menandai Berakhirnya Tren Naik
  4. Dragonfly Doji: Pola Satu Candlestick yang Menandakan Potensi Pembalikan Bullish
  5. Runaway (Measuring) Gap: Lompatan di Tengah Tren yang Bisa Mengukur Target Harga
  6. Cut Loss Tepat: Kapan dan Bagaimana Caranya
  7. Rasio Burn Rate: Detak Jantung Keuangan Startup Sebelum Tumbang
  8. Recency vs Primacy Effect: Mana yang Lebih Mengendalikan Keputusan Saham Anda?
  9. Analisis Minority Interest: Jangan Keliru Menilai Kepemilikan Laba dalam Laporan Keuangan
  10. Manajemen Waktu Trader Paruh Waktu vs Full Time: Dua Dunia, Dua Strategi Berbeda

TradingView Chart - BTPN