Update: Senin, 5 Oktober 2026

BUMI

PT. Bumi Resources Tbk.

Rp 178
+1.71%
Volume
15.158.957 lot
MA 5
175
MA 20
194
RSI
26.56
High
179
Low
173
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.46%
Support (10d)
167
Resistance (10d)
194
Volume Trend (10d)
-37.2%
Score
50
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-8.25 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (26.6) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -474.829 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BUMI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 26.6, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.46%. Area support terdekat berada di sekitar Rp167, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp194.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 167, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Churning: Volume Besar, Range Kecil sebagai Tanda Distribusi dan Akumulasi

Dalam analisis teknikal, volume dan harga adalah dua sisi dari mata uang yang sama. Biasanya, volume tinggi sejalan dengan rentang harga yang lebar—pergerakan besar didukung oleh partisipasi besar. Namun, ada kondisi yang sangat kontras: volume sangat tinggi tetapi rentang harga sangat sempit. Kondisi ini dikenal sebagai Churning. Churning adalah salah satu konsep paling penting dalam metodologi Richard Wyckoff. Ia terjadi ketika pasar sedang dalam proses akumulasi (pemain besar mengumpulkan saham di harga rendah) atau distribusi (pemain besar melepas saham di harga tinggi). Bagi trader yang memahami churning, ini adalah jejak bahwa "smart money" sedang aktif—tanpa menggerakkan harga secara signifikan. Karakteristik Churning Churning adalah kondisi di mana volume perdagangan melonjak tinggi—seringkali 2-3 kali volume rata-rata—tetapi harga hanya bergerak dalam rentang yang sangat sempit. Hasilnya adalah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Pivot Point – Lima Metode Menghitung Level Support dan Resistance Harian
  2. Analisis Final: Fundamental vs Harga Pasar – Ketika Realitas Bertemu Persepsi
  3. Harami Bearish: Saat Pasar "Mengandung" Potensi Pembalikan Turun
  4. Counterattack Line, Pertarungan Dua Kekuatan yang Berakhir Seimbang
  5. Mengelola Psikologi saat Saham Turun setelah Beli: Jangan Panik, Lakukan Ini!
  6. Framing Bias: Bagaimana Cara Penyajian Informasi Mengubah Keputusan Investasi Anda
  7. Valuasi Saham Batu Bara dengan Harga Komoditas: Ekstrem, Volatil, dan Penuh Peluang
  8. Valuasi Saham Perbankan dengan PBV dan ROE: Dua Sisi Mata Uang yang Tak Terpisahkan
  9. Index Fund: Cara Paling Sederhana dan Andal untuk Berinvestasi di Saham
  10. Rasio Beta: Mengukur Kepekaan Saham Anda terhadap IHSG

TradingView Chart - BUMI