Update: Senin, 6 Juli 2026

BUMI

PT. Bumi Resources Tbk.

Rp 141
+1.44%
Volume
17.692.202 lot
MA 5
136
MA 20
149
RSI
27.14
High
145
Low
137
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
4.92%
Support (10d)
129
Resistance (10d)
169
Volume Trend (10d)
-52.6%
Score
75
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-18.50 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (27.1) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 128.988 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BUMI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 27.1, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.92%. Area support terdekat berada di sekitar Rp129, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp169.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 141 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 162 - 176 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 134 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Buyback Yield: Saat Perusahaan Menjadi Pembeli Saham Paling Setia

Di pasar saham, biasanya kita berpikir bahwa investor institusi, dana pensiun, atau investor ritellah yang menjadi pembeli saham. Namun, ada satu entitas yang seringkali menjadi pembeli terbesar atas saham suatu perusahaan: perusahaan itu sendiri. Ketika sebuah perusahaan membeli kembali sahamnya di pasar terbuka, aksi ini disebut share buyback atau repurchase. Dan ada metrik khusus untuk mengukur seberapa agresif perusahaan melakukan hal ini relatif terhadap nilai pasarnya, yaitu Buyback Yield. Artikel ini akan membahas apa itu rasio buyback yield, mengapa ini penting, bagaimana menghitungnya, serta perangkap yang perlu diwaspadai. Apa itu Buyback Yield? Buyback Yield adalah persentase yang menunjukkan seberapa banyak nilai saham perusahaan yang dibeli kembali oleh emiten dalam periode tertentu (biasanya 12 bulan terakhir) dibandingkan dengan total kapitalisasi pasarnya. Buyback Yield = (Total Nilai...

Artikel menarik lainnya:

  1. Dividend Yield Tinggi: Jebakan atau Peluang?
  2. Visualisasi Tujuan Keuangan vs Fluktuasi Harian: Jangan Biarkan Pergerakan 5 Menit Menghancurkan Mimpi 5 Tahun
  3. NPM vs GPM: Memahami Dua Rasio Profitabilitas yang Berbeda
  4. Tax-Loss Harvesting: Mengubah Kerugian Saham Menjadi Keuntungan Pajak
  5. Fractals Bill Williams: Pola 5 Bar High/Low untuk Identifikasi Support dan Resistance
  6. Hanging Man (Bearish): Pola Satu Candlestink Peringatan Dini Akhir Tren Naik
  7. Rasio Market Value Added (MVA): Ukuran Kekayaan yang Diciptakan untuk Pemegang Saham
  8. Membaca Pasar Lewat Perasaan: Mengenal AAII Sentiment Survey
  9. PBV Kurang dari 1: Peluang Emas atau Jebakan Berbahaya?
  10. Cash Conversion Cycle (CCC): Mengukur Efisiensi Arus Kas dari Hulu ke Hilir

TradingView Chart - BUMI