Update: Jumat, 22 Mei 2026

JIHD

PT. Jakarta International Hotels & Development Tbk.

Rp 444
+1.37%
Volume
2.690 lot
MA 5
453
MA 20
492
RSI
14.15
High
450
Low
422

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.69%
Support (10d)
422
Resistance (10d)
515
Volume Trend (10d)
-12.4%
Score
30
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-12.94 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (14.2) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -712 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham JIHD saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 14.2, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.69%. Area support terdekat berada di sekitar Rp422, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp515.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 401 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengendalikan Emosi saat Pasar Crash: Tetap Hidup saat Semua Orang Panik

Tidak ada momen yang lebih menegangkan dalam investasi saham selain saat pasar sedang crash. IHSG jatuh ratusan poin dalam hitungan hari. Layar monitor Anda dipenuhi warna merah. Nilai portofolio Anda menyusut 10 persen, lalu 20 persen, lalu 30 persen. Berita buruk datang silih berganti. Rekan-rekan trader di grup WhatsApp panik dan saling melempar isu. Di saat seperti ini, logika seringkali berhenti bekerja. Yang menggantikannya adalah amigdala, bagian otak yang bertanggung jawab atas respons takut dan panik. Dan amigdala tidak pandai mengambil keputusan keuangan. Mengendalikan emosi saat pasar crash bukanlah sekadar tips tambahan untuk menjadi trader yang lebih baik. Ia adalah keterampilan bertahan hidup. Mereka yang bisa mengendalikan emosinya akan keluar dari krisis dengan modal utuh, siap untuk peluang besar yang selalu muncul setelah kehancuran. Mereka...

Artikel menarik lainnya:

  1. Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus
  2. The Upthrust: Harga Naik Sebentar Lalu Turun sebagai Konfirmasi Resistance
  3. Efek Diderot di Portofolio Saham: Ketika Satu Perubahan Memicu Rantai Keputusan Buruk
  4. Murray Math Lines – Dunia Terbagi dalam 8 Garis Ajaib
  5. Peran Accountability Partner dalam Saham: Mengapa Berinvestasi Sendirian Bisa Berbahaya
  6. TRIX: Triple Smoothed EMA untuk Menyaring Noise Pasar
  7. Analisis DuPont 5 Langkah: Bedah ROE hingga ke Tulang Paling Dalam
  8. Reaksi Terhadap Margin Call: Antara Panik dan Keputusan Rasional
  9. Churning: Volume Besar, Range Kecil sebagai Tanda Distribusi dan Akumulasi
  10. Plowback Ratio: Berapa Banyak Laba yang Ditanam Kembali oleh Perusahaan?

TradingView Chart - JIHD