Update: Senin, 6 Juli 2026

CFIN

PT. Clipan Finance Indonesia Tbk.

Rp 324
+0.62%
Volume
9.714 lot
MA 5
320
MA 20
342
RSI
41.67
High
326
Low
318
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.41%
Support (10d)
312
Resistance (10d)
384
Volume Trend (10d)
+37.1%
Score
55
Win Rate (30d)
56.67 %
P/L (30d)
-4.71 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (41.7)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 2.359 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CFIN saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 41.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.41%. Area support terdekat berada di sekitar Rp312, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp384.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 384 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 422, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 312 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Auto Rejection: Batasan ARA dan ARB yang Wajib Dipahami Trader

Pernahkah Anda melihat sebuah saham tiba-tiba berhenti naik meskipun permintaan beli sangat besar? Atau Anda mencoba menjual saham yang harganya jatuh, tetapi order Anda ditolak sistem? Itulah yang disebut dengan Auto Rejection – mekanisme perlindungan otomatis dari Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mencegah pergerakan harga yang terlalu ekstrem. Dalam sistem perdagangan saham di Indonesia, dikenal dua batasan utama: ARA (Auto Rejection Atas) untuk batas kenaikan, dan ARB (Auto Rejection Bawah) untuk batas penurunan. Memahami kedua mekanisme ini sangat penting, terutama bagi pemula yang baru belajar trading. Tanpa pemahaman ini, Anda bisa salah membaca situasi, panik, atau bahkan kehilangan peluang. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu auto rejection, bagaimana cara kerja ARA dan ARB, berapa persen batasannya, saham apa saja yang terkena, serta strategi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Bat: Kelelawar yang Membawa Sinyal Pembalikan Presisi
  2. Beyond the Balance Sheet: Menilai Ekuitas di Balik Aset Tak Berwujud
  3. Cost of Equity dengan CAPM: Berapa Imbal Hasil yang Wajar Anda Tuntut?
  4. Over-trading karena Nafsu Balas Dendam: Saat Emosi Menghancurkan Akun Trading
  5. Memahami Pola Doji: Sinyal Netral yang Bisa Menjadi Pembalik Tren
  6. Broadening Formation (Megaphone): Corong yang Menandakan Ketidakpastian Ekstrem
  7. Herding Behavior: Bahaya Ikut-ikutan Tanpa Analisis di Pasar Saham
  8. Bump and Run Reversal (BARR): Pola Pembalikan yang Jarang Dikenal
  9. LDR (Loan to Deposit Ratio): Menakar Likuiditas dan Agresivitas Bank
  10. The Reversal Day: Mirip Key Reversal Day dengan Volume Spesifik

TradingView Chart - CFIN