Update: Jumat, 11 September 2026

CFIN

PT. Clipan Finance Indonesia Tbk.

Rp 366
-2.14%
Volume
34.773 lot
MA 5
373
MA 20
360
RSI
57.69
High
372
Low
358
Nilai
80/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
0.86%
Support (10d)
350
Resistance (10d)
380
Volume Trend (10d)
+84.1%
Score
80
Win Rate (30d)
53.33 %
P/L (30d)
7.65 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (57.7)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 957 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CFIN saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 57.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.86%. Area support terdekat berada di sekitar Rp350, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp380.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 366 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 421 - 458 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 348 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

ROA vs ROE: Memahami Dua Ukuran Profitabilitas yang Sering Tertukar

Dalam analisis fundamental saham, dua rasio profitabilitas yang paling sering digunakan adalah Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE). Sekilas keduanya terlihat mirip karena sama-sama mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba. Namun secara konsep dan interpretasi, keduanya sangat berbeda. Investor yang tidak memahami perbedaan ini bisa salah mengambil keputusan. Sebuah perusahaan dengan ROE tinggi belum tentu sehat, dan perusahaan dengan ROA rendah belum tentu buruk. Artikel ini akan membahas tuntas perbedaan, kelebihan, kekurangan, serta cara menggunakan ROA dan ROE secara bijak. Apa Itu Return on Asset (ROA)? ROA mengukur seberapa efisien perusahaan menggunakan seluruh aset yang dimilikinya untuk menghasilkan laba. Aset meliputi semua kekayaan perusahaan, baik yang berasal dari utang maupun dari modal sendiri. Rumus ROA: ROA = Laba Bersih / Total Aset ×...

Artikel menarik lainnya:

  1. Inverse Head and Shoulders: Pola Pembalikan Bullish yang Paling Dapat Diandalkan
  2. Rasio Market Value Added (MVA): Ukuran Kekayaan yang Diciptakan untuk Pemegang Saham
  3. Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus
  4. Broadening Formation (Megaphone): Corong yang Menandakan Ketidakpastian Ekstrem
  5. Mengenal Pola Bullish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  6. Memahami Pola Tiga Candlestick: Side-by-Side White Lines (Garis Putih Berdampingan)
  7. Net Interest Margin (NIM): Barometer Utama Kinerja Saham Bank
  8. Bat: Kelelawar yang Membawa Sinyal Pembalikan Presisi
  9. Mengukur Expectancy: Berapa Sebenarnya Sistem Trading Anda Menghasilkan?
  10. Pengertian Pendapatan vs Laba: Jangan Tertukar!

TradingView Chart - CFIN