Update: Kamis, 20 Agustus 2026

TRST

PT. Trias Sentosa Tbk.

Rp 460
-0.43%
Volume
596 lot
MA 5
458
MA 20
460
RSI
47.62
High
460
Low
454
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
0.63%
Support (10d)
440
Resistance (10d)
482
Volume Trend (10d)
+66.7%
Score
60
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-4.56 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (47.6)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 110 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TRST saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 47.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.63%. Area support terdekat berada di sekitar Rp440, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp482.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 469 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 506 - 529 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 428 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Hanging Man (Bearish): Pola Satu Candlestink Peringatan Dini Akhir Tren Naik

Setelah mempelajari pola pembalikan bullish seperti Dragonfly Doji dan Hammer, kini saatnya Anda mengenal "musuh" mereka: Hanging Man. Jika Hammer adalah teman trader di saat pasar jatuh, maka Hanging Man adalah alarm bahaya ketika pasar sedang terbuai oleh kenaikan. Dinamakan "Hanging Man" (Orang Gantung) karena bentuknya yang menyerupai sosok tergantung—tubuh kecil di atas dengan sumbu panjang menjuntai ke bawah. Dalam analisa teknikal saham, nama ini sengaja dipilih untuk mengingatkan bahwa tren naik bisa "mati" setelah pola ini muncul. Apa Itu Hanging Man (Bearish)? Secara visual, Hanging Man terbentuk dalam satu periode candlestick (misalnya satu hari) dengan ciri-ciri yang sama persis dengan Hammer. Perbedaannya hanya pada posisi: Karakteristik Deskripsi Sumbu bawah (lower shadow) Panjang, minimal 2 kali panjang tubuh Tubuh (real body) Kecil, berada di...

Artikel menarik lainnya:

  1. CAC vs LTV: Rasio Paling Jujur untuk Menilai Saham Teknologi
  2. Hubungan Market Cap dengan Risiko dan Likuiditas: Panduan Memilih Saham yang Tepat
  3. VSA (Volume Spread Analysis) – Membaca Niat Pelaku Pasar Melalui Volume dan Spread
  4. Valuasi Saham Perkebunan dengan Harga CPO: Mengikuti Irama Komoditas
  5. Core-Satellite Portfolio: Strategi Cerdas Memadukan Stabilitas dan Pertumbuhan
  6. Chande Trend Meter: Mengukur Kekuatan Tren dengan Skor Tunggal
  7. Gross Development Value (GDV): Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Developer Properti
  8. AISC: Metrik Paling Jujur di Laporan Keuangan Tambang
  9. Rasio ROE (Return on Equity) untuk Screening Saham
  10. Net Current Asset Value (NCAV): Strategi "Saham Murni" ala Benjamin Graham

TradingView Chart - TRST