Update: Jumat, 22 Mei 2026

TRST

PT. Trias Sentosa Tbk.

Rp 450
+5.63%
Volume
313 lot
MA 5
451
MA 20
470
RSI
40.26
High
450
Low
424

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.56%
Support (10d)
420
Resistance (10d)
500
Volume Trend (10d)
+242.1%
Score
35
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-3.85 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (40.3)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 33 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TRST saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.56%. Area support terdekat berada di sekitar Rp420, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp500.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 399 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Core Portfolio: Kombinasi Saham Blue Chip dan Obligasi untuk Fondasi Investasi yang Kokoh

Setiap bangunan yang kokoh membutuhkan fondasi yang kuat. Begitu pula dalam investasi. Sebelum Anda bermain-main dengan saham spekulatif, kripto, atau instrumen berisiko tinggi lainnya, Anda harus memiliki core portfolio — inti portofolio yang dirancang untuk bertahan dalam badai pasar sekaligus memberikan pertumbuhan yang stabil dalam jangka panjang. Kombinasi paling klasik dan terbukti ampuh untuk core portfolio adalah saham blue chip dan obligasi. Dua kelas aset ini bekerja secara komplementer: ketika saham sedang terpuruk, obligasi cenderung memberikan ketenangan. Ketika obligasi sedang lesu, saham biasanya melesat. Apa Itu Saham Blue Chip? Saham blue chip adalah saham dari perusahaan-perusahaan besar, mapan, memiliki reputasi kuat, kinerja keuangan yang stabil, dan biasanya sudah beroperasi selama puluhan tahun. Istilah "blue chip" sendiri diambil dari permainan poker, di mana chip biru memiliki...

Artikel menarik lainnya:

  1. Valuasi Perusahaan dengan Multiple Segment: Seni Membongkar Nilai di Balik Konglomerat
  2. Discounted Cash Flow (DCF): Senjata Utama Value Investor
  3. Rasio Kas terhadap Utang Lancar: Ukuran Paling Keras Kemampuan Bayar Utang dalam 24 Jam
  4. Portfolio Rebalancing: Bulanan vs Tahunan, Mana yang Lebih Menguntungkan?
  5. Smart Beta: Jembatan antara Index Pasif dan Faktor Aktif
  6. Schiff Pitchfork – Garpu yang Lebih Landai untuk Tren yang Lembut
  7. Counterattack Line, Pertarungan Dua Kekuatan yang Berakhir Seimbang
  8. Cost of Equity dengan CAPM: Berapa Imbal Hasil yang Wajar Anda Tuntut?
  9. Rectangle: Kotak Konsolidasi yang Menentukan Arah Tren Berikutnya
  10. The Kickback Pattern: Momentum Terhenti Sebentar Lalu Melanjutkan Tren

TradingView Chart - TRST