Update: Kamis, 8 Oktober 2026

IPCM

PT. Jasa Armada Indonesia Tbk.

Rp 284
-1.39%
Volume
2.016 lot
MA 5
284
MA 20
287
RSI
42.86
High
290
Low
282
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
0.76%
Support (10d)
278
Resistance (10d)
292
Volume Trend (10d)
-18.9%
Score
55
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-5.33 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (42.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 2.075 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham IPCM saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 42.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.76%. Area support terdekat berada di sekitar Rp278, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp292.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 292 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 321, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 278 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Falling Broadening Wedge: Pola Ekspansi yang Menjadi Kontraksi

Dalam analisis teknikal, sebagian besar pola grafik (chart pattern) berbentuk simetris atau konvergen — artinya, kedua garis trennya saling mendekat. Namun, ada satu keluarga pola yang justru melebar seiring waktu, yang disebut broadening pattern. Salah satu varian yang paling menarik adalah Falling Broadening Wedge (baji melebar yang mengarah ke bawah). Pola ini unik karena menggabungkan karakteristik volatilitas yang meningkat dengan kecenderungan arah ke bawah, dan pada akhirnya memberikan sinyal pembalikan bullish yang cukup andal. Karakteristik Falling Broadening Wedge Falling Broadening Wedge adalah pola grafik yang terbentuk ketika harga bergerak dalam dua garis tren yang divergen (melebar) namun memiliki kemiringan yang sama-sama mengarah ke bawah. Dengan kata lain, harga membuat higher high dan lower low secara bersamaan, tetapi kedua titik ekstrem tersebut semakin menjauh, sementara...

Artikel menarik lainnya:

  1. Analisis Minority Interest: Jangan Keliru Menilai Kepemilikan Laba dalam Laporan Keuangan
  2. Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus
  3. Lizard: Pola Harmonic Versi Carney yang Unik dan Langka
  4. Gann Square of 144: Master Square untuk Analisis Harga dan Waktu
  5. The 2B Pattern: Pola False Breakout Reversal dari Joe Ross
  6. Mental Accounting: Bahaya Memisahkan Uang Berdasarkan "Label" yang Tidak Rasional
  7. In-Neck Line, Pembalikan dengan Sinyal yang Perlu Konfirmasi Ekstra
  8. Alternate AB=CD: Ketika AB Tidak Lagi Sama dengan CD
  9. Ketika Pasar Menjadi Narkoba: Saham dan Gangguan Kecanduan Dopamin
  10. Bom Waktu di Laporan Keuangan: Analisis Warrant dan Dampak Dilusi pada Kepemilikan Saham

TradingView Chart - IPCM