Update: Jumat, 22 Mei 2026

IPCM

PT. Jasa Armada Indonesia Tbk.

Rp 320
+1.27%
Volume
3.575 lot
MA 5
321
MA 20
326
RSI
44.44
High
322
Low
316

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
0.79%
Support (10d)
316
Resistance (10d)
334
Volume Trend (10d)
-21.5%
Score
35
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-5.33 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (44.4)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.310 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham IPCM saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 44.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.79%. Area support terdekat berada di sekitar Rp316, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp334.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 300 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Dunning-Kruger Effect: Ketika Investor Pemula Merasa Paling Pintar di Pasar Saham

Seorang teman baru pertama kali membeli saham dua minggu lalu. Ia mendapat profit 20% dalam waktu singkat. Sekarang ia merasa sudah "menguasai pasar". Ia memberi rekomendasi saham ke semua orang, yakin dengan analisisnya yang sederhana, dan menganggap investor lama yang lebih konservatif sebagai "ketinggalan zaman" atau "kurang berani". Di sisi lain, seorang investor dengan pengalaman 15 tahun tampak lebih hati-hati. Ia jarang bicara dengan penuh keyakinan. Setiap rekomendasi selalu dibumbui disclaimer tentang risiko. Ia mengakui bahwa banyak hal yang masih tidak ia pahami tentang pasar. Siapa yang lebih kompeten secara objektif? Investor pemula yang baru dua minggu, atau investor senior yang 15 tahun? Jawabannya jelas: investor senior tentu lebih kompeten. Namun ironinya, investor pemula itulah yang lebih percaya diri. Ia berada di puncak gunung kebodohan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Fixed Asset Turnover: Seberapa Produktif Pabrik Anda?
  2. Rasio Biaya Medis: Barometer Kesehatan Underwriting Asuransi Kesehatan
  3. Elder Ray Index: Mengukur Kekuatan Bull dan Bear di Pasar
  4. Risk of Ruin dalam Trading Saham: Ketika Kebangkrutan Bukan Lagi Mitos
  5. Dollar Cost Averaging (DCA): Strategi Disiplin Mengakumulasi Saham Tanpa Perlu Tebak Waktu
  6. Mengukur Amarah dan Keserakahan Pasar: Memahami CNN Fear & Greed Index
  7. Strategi Anti-Martingale: Seni Membiarkan Keuntungan Bekerja untuk Anda
  8. Harami Bullish: Sinyal Kehamilan yang Menandakan Kelahiran Tren Baru
  9. Triple Bottom: Tiga Lembah yang Menandai Awal Tren Naik
  10. Gann Square of 144: Master Square untuk Analisis Harga dan Waktu

TradingView Chart - IPCM