Update: Jumat, 22 Mei 2026

CGAS

PT. Citra Nusantara Gemilang Tbk.

Rp 166
+4.40%
Volume
48.359 lot
MA 5
169
MA 20
173
RSI
44.44
High
166
Low
144

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.18%
Support (10d)
144
Resistance (10d)
204
Volume Trend (10d)
+307.1%
Score
40
Win Rate (30d)
60 %
P/L (30d)
1.22 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (44.4)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 8.455 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CGAS saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 44.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.18%. Area support terdekat berada di sekitar Rp144, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp204.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 144, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Bahaya Overtrading Akibat Boredom: Ketika Pasar Sepi, Trader Membuat Kesalahan Sendiri

Tidak semua bahaya dalam trading datang dari pasar yang bergerak liar. Justru sebaliknya, kadang-kadang bahaya terbesar datang dari pasar yang tidak bergerak sama sekali. Pasar sideways. Harga bergerak sempit naik turun 0,5 persen. Tidak ada breakout. Tidak ada setup yang jelas. Volume tipis. Hari terasa berjalan lambat. Menit terasa seperti jam. Layar terasa membosankan. Dan di situlah masalah dimulai. Trader yang bosan mulai "mencari-cari kesibukan." Membuka posisi kecil di saham yang tidak direncanakan. Melakukan transaksi hanya karena ingin "merasakan" pasar. Membeli dan menjual saham yang sama beberapa kali dalam sehari tanpa alasan analitis yang jelas. Inilah yang disebut overtrading akibat boredom—trading berlebihan bukan karena peluang bagus, tetapi karena kebosanan. Ini adalah salah satu penyebab kerugian trader ritel yang paling tidak disadari. Tidak dramatis seperti revenge...

Artikel menarik lainnya:

  1. Confirmation Bias: Bahaya Hanya Mencari Bukti yang Membenarkan Diri Sendiri
  2. Memahami Pola Tiga Candlestick: Deliberation (Masa Pertimbangan)
  3. Head and Shoulders (H&S): Raja dari Semua Pola Pembalikan
  4. Mengenal Pola Bullish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  5. Membangun Ketahanan Stres Melalui Simulasi: Latihan Mental Sebelum Terjun ke Pasar Saham
  6. Cara Membeli Saham Pertama Kali di Sekuritas: Panduan Langkah demi Langkah untuk Pemula
  7. Mengelola Psikologi saat Saham Turun setelah Beli: Jangan Panik, Lakukan Ini!
  8. Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti
  9. Tax-Loss Harvesting: Mengubah Kerugian Saham Menjadi Keuntungan Pajak
  10. Advance Block: Sinyal Pembalikan Harga yang Sering Terlewat

TradingView Chart - CGAS