Update: Selasa, 14 Juli 2026

SMMT

PT. Golden Eagle Energy Tbk.

Rp 1.815
0.00%
Volume
278 lot
MA 5
1.812
MA 20
1.821
RSI
51.79
High
1.850
Low
1.805
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.66%
Support (10d)
1.730
Resistance (10d)
1.950
Volume Trend (10d)
-47.1%
Score
40
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
2.54 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (51.8)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -118 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SMMT saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 51.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.66%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.730, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.950.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 1.730, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan

Dalam analisis teknikal candlestick, kebanyakan trader lebih fokus mencari sinyal pembalikan (reversal). Mereka ingin tahu kapan harga akan berbalik arah. Namun, ada kalanya justru sinyal kelanjutan (continuation) yang lebih berharga, karena memungkinkan trader ikut mengendarai tren yang sudah berjalan. Salah satu pola kelanjutan bearish yang paling menarik namun jarang dibahas adalah Downside Gap Three Methods. Pola multi candlestick ini adalah "saudara" dari Upside Gap Two Crows, tapi dengan cerita yang berbeda. Mari kita bedah. Apa Itu Downside Gap Three Methods? Downside Gap Three Methods adalah pola kelanjutan bearish (bearish continuation) yang terdiri dari empat candlestick dan muncul setelah downtrend yang sudah berlangsung. Namanya cukup deskriptif: Downside: mengarah ke bawah (bearish) Gap: ada celah harga Three Methods: tiga metode/candlestick tambahan setelah gap Pola ini menceritakan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Gann Grid – Kotak Geometris yang Memetakan Waktu dan Harga
  2. Price to User: Senjata Rahasia Menilai Saham Teknologi yang Belum Untung
  3. Detak Jantung Likuiditas Perusahaan: Memahami Rasio Perubahan Modal Kerja dalam Analisis Saham
  4. Reward to Risk Ratio: Mengapa Minimal 1:2 Adalah Kunci Profit Jangka Panjang
  5. Stacked Trendline: Ketika Banyak Garis Menjadi Satu Kekuatan Dahsyat
  6. V-Top dan V-Bottom (Spike): Pembalikan Tajam yang Penuh Kejutan
  7. The Slingshot Pattern: Ketika Harga "Memanah" dari Bollinger Bands
  8. Belt Hold: Candlestik Pembukaan di Harga Tertinggi atau Terendah
  9. Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus
  10. The Spring Pattern: Harga Turun Sebentar Lalu Naik Tajam sebagai Konfirmasi Support

TradingView Chart - SMMT