Update: Senin, 5 Oktober 2026

WSKT

PT. Waskita Karya (Persero) Tbk.

Rp 202
0.00%
Volume
0 lot
MA 5
202
MA 20
202
RSI
100.00
High
-
Low
-
Nilai
5/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Sideways
Volatility (Avg)
0.00%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
0
Volume Trend (10d)
+0.0%
Score
5
Win Rate (30d)
0 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bearish RSI: Overbought (100.0) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)
Analisa teknikal tidak tersedia untuk saham ini, beberapa data tidak valid. Saham mungkin sedang suspend.
TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

AISC: Metrik Paling Jujur di Laporan Keuangan Tambang

Dalam dunia investasi saham tambang — terutama tambang emas, perak, dan logam mulia lainnya — Anda akan sering mendengar istilah cash cost. Banyak perusahaan dengan bangga melaporkan cash cost yang rendah, seolah itu adalah satu-satunya ukuran efisiensi. Namun investor berpengalaman tahu bahwa cash cost bisa menipu. Di sinilah All-in Sustaining Cost (AISC) hadir sebagai metrik yang lebih jujur dan komprehensif. AISC adalah standar emas (bukan permainan kata) dalam menilai profitabilitas sesungguhnya sebuah perusahaan tambang. Jika Anda hanya melihat satu metrik biaya sebelum membeli saham tambang, seharusnya itu adalah AISC. Apa Itu All-in Sustaining Cost? AISC adalah total biaya yang dikeluarkan perusahaan tambang untuk mempertahankan produksi pada level saat ini dan mempertahankan cadangan yang ada, dihitung per unit logam yang berhasil dijual (biasanya per ons emas...

Artikel menarik lainnya:

  1. Double Bottom: Sinyal Pembalikan Bullish yang Wajib Diketahui Trader
  2. Net Interest Margin (NIM): Barometer Utama Kinerja Saham Bank
  3. Production Cost per Ton: Metrik Paling Jujur dari Saham Tambang
  4. Monte Carlo Simulation untuk Risiko Portofolio: Melihat Ribuan Kemungkinan Masa Depan
  5. Risk Based Capital (RBC): Alat Ukur Ketahanan Finansial Emiten Asuransi
  6. Memahami IHSG: Barometer Kesehatan Pasar Modal Indonesia
  7. Fed Model: Menilai Wajar Tidaknya Pasar Saham dengan Membandingkan Imbal Hasil
  8. Mat Hold: Pola Kelanjutan Tren Paling Kuat yang Jarang Diketahui
  9. Counterattack Line, Pertarungan Dua Kekuatan yang Berakhir Seimbang
  10. Menggunakan Kelly Criterion untuk Alokasi Modal di Pasar Saham

TradingView Chart - WSKT