Update: Jumat, 17 Juli 2026

CMRY

PT. Cisarua Mountain Dairy Tbk.

Rp 4.490
-1.75%
Volume
20.547 lot
MA 5
4.598
MA 20
4.508
RSI
53.06
High
4.620
Low
4.470
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.28%
Support (10d)
4.280
Resistance (10d)
4.760
Volume Trend (10d)
+57.4%
Score
55
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
5.15 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (53.1)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.370 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CMRY saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 53.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.28%. Area support terdekat berada di sekitar Rp4.280, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp4.760.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 4.760 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 5.236, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 4.280 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Stacked Trendline: Ketika Banyak Garis Menjadi Satu Kekuatan Dahsyat

Setiap trader yang pernah belajar analisis teknikal pasti mengenal garis tren (trendline). Satu garis yang menghubungkan titik-titik tertinggi atau terendah, membantu menentukan arah dan momentum pasar. Namun, pernahkah Anda membayangkan apa yang terjadi ketika banyak garis tren yang berbeda justru bertumpuk di area yang sama? Fenomena ini disebut Stacked Trendline atau Trendline Stack. Ia terjadi ketika beberapa garis tren dari periode waktu berbeda, kerangka waktu berbeda, atau titik referensi berbeda, semuanya berkumpul di area harga yang sempit. Stacked trendline bukanlah kebetulan. Ini adalah pertemuan kekuatan analitis yang memberi sinyal bahwa suatu level harga memiliki signifikansi luar biasa. Ketika banyak garis tren "menumpuk" di satu area, level tersebut menjadi seperti tembok benteng—sangat sulit ditembus. Dan ketika akhirnya ditembus, pergerakan yang terjadi biasanya eksplosif. Apa Itu...

Artikel menarik lainnya:

  1. Pengertian PER (Price to Earnings Ratio) Sederhana untuk Pemula
  2. Market Profile – Memahami Struktur Pasar dari Waktu dan Harga
  3. The False Bar: Breakout Palsu di Timeframe Kecil
  4. Order Book: Jendela Pendapatan Masa Depan Perusahaan
  5. Ketika Pasar Menjadi Narkoba: Saham dan Gangguan Kecanduan Dopamin
  6. Gross Transaction Value (GTV): Mengukur Skala Riil Bisnis Digital
  7. Net Interest Margin (NIM): Barometer Utama Kinerja Saham Bank
  8. Analisis Depresiasi dan Amortisasi: Kunci Membaca Kualitas Laba dan Valuasi Saham
  9. Bid, Offer, Last, Volume: Istilah Wajib yang Harus Dikuasai Trader Pemula
  10. V-Top dan V-Bottom (Spike): Pembalikan Tajam yang Penuh Kejutan

TradingView Chart - CMRY