Update: Jumat, 22 Mei 2026

CMRY

PT. Cisarua Mountain Dairy Tbk.

Rp 4.520
-2.16%
Volume
11.797 lot
MA 5
4.588
MA 20
4.623
RSI
46.91
High
4.620
Low
4.500

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.79%
Support (10d)
4.500
Resistance (10d)
4.950
Volume Trend (10d)
-57.0%
Score
10
Win Rate (30d)
53.33 %
P/L (30d)
0.89 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (46.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -12.034 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CMRY saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 46.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.79%. Area support terdekat berada di sekitar Rp4.500, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp4.950.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 4.275 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Price to User: Senjata Rahasia Menilai Saham Teknologi yang Belum Untung

Dalam dunia saham, sektor teknologi selalu memiliki daya tarik tersendiri. Pertumbuhan eksponensial, inovasi yang mengganggu, dan kisah sukses perusahaan seperti Amazon, Google, atau Shopee membuat banyak investor tergiur. Namun, ada satu masalah besar yang sering dihadapi investor saham teknologi: bagaimana menilai perusahaan yang belum menghasilkan laba? Di sinilah rasio Price to User (atau sering disebut Price per User) menjadi salah satu alat valuasi paling populer untuk saham teknologi, terutama untuk perusahaan digital dengan basis pengguna yang besar tetapi masih dalam fase investasi berat. Artikel ini akan membahas secara tuntas apa itu Price to User, kapan rasio ini relevan, batasan-batasannya, serta cara menggunakannya sebagai bagian dari analisis saham teknologi Anda. Apa Itu Price to User? Price to User adalah rasio valuasi yang membandingkan nilai pasar perusahaan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Memahami Metode Gordon Growth: Cara Menilai Saham Berdasarkan Dividen
  2. Rasio ROE (Return on Equity) untuk Screening Saham
  3. Mengenal Moving Average: SMA, EMA, WMA, dan HMA – Panduan Lengkap untuk Trader
  4. Lizard: Pola Harmonic Versi Carney yang Unik dan Langka
  5. Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"
  6. Chaikin Volatility – Mengukur Kecepatan Perubahan Harga
  7. Backlog: Detak Jantung Perusahaan Infrastruktur
  8. Overthinking vs Underthinking: Dua Ekstrem yang Sama-sama Berbahaya dalam Investasi Saham
  9. Zig Zag – Menghilangkan Noise, Melihat Struktur dengan Lebih Jelas
  10. Weekly Review: Mengukur Kinerja Trading dengan Profit Factor, Win Rate, dan Average RRR

TradingView Chart - CMRY