Update: Jumat, 22 Mei 2026

DGNS

PT. Diagnos Laboratorium Utama Tbk.

Rp 224
-6.67%
Volume
174.973 lot
MA 5
242
MA 20
263
RSI
24.53
High
240
Low
212

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.07%
Support (10d)
212
Resistance (10d)
308
Volume Trend (10d)
+41.2%
Score
45
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-21.68 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (24.5) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -327 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DGNS saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 24.5, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.07%. Area support terdekat berada di sekitar Rp212, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp308.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 212, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

CAC vs LTV: Rasio Paling Jujur untuk Menilai Saham Teknologi

Dalam dunia saham, sektor teknologi dan perusahaan digital sering kali menjadi primadona karena pertumbuhannya yang eksponensial. Namun, dibalik kisah sukses yang gemilang, banyak juga perusahaan teknologi yang bangkrut dalam diam karena satu kesalahan fundamental: mereka menghabiskan terlalu banyak uang untuk mendapatkan pelanggan, tetapi setiap pelanggan hanya bertahan sebentar dan menghasilkan sedikit pendapatan. Di sinilah analisis Customer Acquisition Cost (CAC) dan Lifetime Value (LTV) menjadi sangat penting. Ini adalah dua metrik yang paling jujur tentang kesehatan model bisnis sebuah perusahaan digital, jauh sebelum laporan laba rugi menunjukkan warna sebenarnya. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu CAC dan LTV, mengapa rasio keduanya adalah penentu utama kesuksesan jangka panjang, serta bagaimana investor saham bisa menggunakannya untuk memisahkan emas dari sampah di sektor teknologi. Apa Itu Customer...

Artikel menarik lainnya:

  1. Parabolic SAR: Titik-Titik yang Menunjukkan Arah Tren dan Titik Balik
  2. Earnings Yield: Membalik PER untuk Melihat Imbal Hasil Saham Anda
  3. Permanent Portfolio: Filosofi Investasi Seumur Hidup ala Harry Browne
  4. Mengenal MACD: Crossover, Divergence Histogram, dan Zero Line Crossing
  5. Klinger Oscillator – Volume yang Berbicara dalam Dua Arah
  6. Net Interest Margin (NIM): Barometer Utama Kinerja Saham Bank
  7. Mengenal Moving Average: SMA, EMA, WMA, dan HMA – Panduan Lengkap untuk Trader
  8. Fixed Asset Turnover: Seberapa Produktif Pabrik Anda?
  9. Dark Cloud Cover: Pola Awan Gelap yang Menandakan Pembalikan Bearish
  10. PBV Kurang dari 1: Peluang Emas atau Jebakan Berbahaya?

TradingView Chart - DGNS