Update: Senin, 6 Juli 2026

MLBI

PT. Multi Bintang Indonesia Tbk.

Rp 6.300
0.00%
Volume
1.038 lot
MA 5
6.300
MA 20
6.196
RSI
57.50
High
6.350
Low
6.275
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.05%
Support (10d)
6.025
Resistance (10d)
6.450
Volume Trend (10d)
-81.5%
Score
75
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
4.56 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (57.5)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 20 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MLBI saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 57.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.05%. Area support terdekat berada di sekitar Rp6.025, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp6.450.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 6.300 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 7.245 - 7.875 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 5.985 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Sunk Cost Fallacy: Mengapa Investor Sulit Melepaskan Saham yang Sudah Terlanjur Turun

Anda membeli saham di harga 1.000 rupiah. Sekarang harganya 600 rupiah. Anda sudah rugi 40 persen. Logika berkata: "Saya harus mengevaluasi apakah saham ini masih bagus. Jika fundamentalnya rusak, lebih baik jual. Jika masih bagus, bisa tahan atau bahkan tambah." Tapi suara lain di kepala Anda berkata: "Saya sudah rugi 40 persen. Tidak mungkin saya jual sekarang. Saya tunggu sampai kembali ke 1.000, baru saya jual. Saya tidak mau rugi." Suara kedua itu adalah sunk cost fallacy—kekeliruan berpikir di mana Anda membiarkan biaya yang sudah tidak dapat kembali (sunk cost) mempengaruhi keputusan Anda saat ini dan di masa depan. Dalam bahasa sederhana: Anda menahan saham yang seharusnya dijual hanya karena Anda sudah terlanjur rugi besar. Ini adalah salah satu jebakan psikologis paling merusak dalam investasi...

Artikel menarik lainnya:

  1. ROA vs ROE: Memahami Dua Ukuran Profitabilitas yang Sering Tertukar
  2. Gravestone Doji: Batu Nisan yang Memperingatkan Kejatuhan Harga
  3. Status Quo Bias: Bahaya Malas Menyeimbangkan Kembali Portofolio
  4. Harami Bearish: Saat Pasar "Mengandung" Potensi Pembalikan Turun
  5. Drawdown Duration: Indikator Pemulihan yang Sering Terlupakan
  6. Ending Volume: Volume Mengecil di Akhir Tren sebagai Tanda Kelelahan
  7. Rasio Pengeluaran Riset & Pengembangan (R&D): Mengukur Masa Depan di Balik Beban Akuntansi
  8. ARPU: Mata Uang Baru dalam Valuasi Saham Perusahaan Digital
  9. Rickshaw Man: Doji Berekor Panjang yang Sarat Sinyal
  10. Peran Accountability Partner dalam Saham: Mengapa Berinvestasi Sendirian Bisa Berbahaya

TradingView Chart - MLBI