Update: Rabu, 10 Juni 2026

MLBI

PT. Multi Bintang Indonesia Tbk.

Rp 5.975
+0.42%
Volume
6.568 lot
MA 5
5.945
MA 20
5.998
RSI
53.33
High
6.100
Low
5.925
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
0.96%
Support (10d)
5.850
Resistance (10d)
6.150
Volume Trend (10d)
+239.7%
Score
70
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
3.46 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (53.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 5.846 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MLBI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 53.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.96%. Area support terdekat berada di sekitar Rp5.850, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp6.150.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 6.095 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 6.573 - 6.871 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 5.557 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Menentukan Stop Loss dan Take Profit yang Realistis: Seni Melindungi Modal dan Mengamankan Keuntungan

Dua orang investor membeli saham yang sama di harga yang sama: Rp10.000. Investor A memasang stop loss di Rp9.500 (turun 5%) dan take profit di Rp12.000 (naik 20%). Ketika harga turun ke Rp9.500, ia cut loss tanpa emosi. Kerugiannya kecil. Ia masih punya modal untuk transaksi lain. Investor B tidak memasang stop loss. Ia berharap harga akan naik kembali. Harga terus turun ke Rp7.000. Ia panik, tidak tahu harus apa. Akhirnya ia menjual di harga terendah, rugi besar. Sementara itu, investor C juga membeli di Rp10.000. Ia memasang stop loss di Rp9.500 dan take profit di Rp10.500 (naik 5%). Harga naik ke Rp10.500, ia ambil untung. Namun harga terus naik hingga Rp13.000. Ia menyesal karena menjual terlalu cepat. Apa yang membedakan ketiganya? Investor A memiliki...

Artikel menarik lainnya:

  1. Breakaway Gap: Lompatan Awal yang Menandai Kelahiran Tren Baru
  2. AISC: Metrik Paling Jujur di Laporan Keuangan Tambang
  3. PEG Ratio: Ketika PER Bertemu Pertumbuhan Laba
  4. Satellite Portfolio: Menambah Power dengan Small Cap dan Komoditas
  5. Rising Broadening Wedge: Pola Ekspansi di Puncak yang Berakhir Bearish
  6. Panduan Praktis: Cara Membaca Harga Saham di Aplikasi Trading untuk Pemula
  7. Overthinking vs Underthinking: Dua Ekstrem yang Sama-sama Berbahaya dalam Investasi Saham
  8. Rekening Dana Efek vs Rekening Saham: Jangan Sampai Tertukar!
  9. Accumulation/Distribution Line (A/D Line) – Mengukur Aliran Uang yang Sebenarnya
  10. Rasio FCF to Equity (FCFE): Uang Tunai yang Benar-Benar Bisa Diterima Pemegang Saham

TradingView Chart - MLBI