Update: Jumat, 10 Juli 2026

MLBI

PT. Multi Bintang Indonesia Tbk.

Rp 6.275
0.00%
Volume
3.418 lot
MA 5
6.300
MA 20
6.264
RSI
63.33
High
6.350
Low
6.250
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
0.85%
Support (10d)
6.175
Resistance (10d)
6.450
Volume Trend (10d)
-77.0%
Score
55
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
3.29 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (63.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -9 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MLBI saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 63.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.85%. Area support terdekat berada di sekitar Rp6.175, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp6.450.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 6.450 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 7.095, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 6.175 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Valuasi Saham Properti dengan RNAV: Menggali Nilai Tersembunyi di Balik Lahan dan Proyek

Saham sektor properti memiliki karakteristik yang sangat berbeda dari sektor lainnya. Perusahaan properti tidak menjual sabun atau memproduksi mobil. Bisnis mereka adalah mengembangkan lahan: membeli tanah, membangun perumahan, apartemen, atau kawasan industri, lalu menjualnya kepada konsumen dengan margin keuntungan. Karena sifat bisnisnya yang unik, metode valuasi konvensional seperti PER (Price to Earnings Ratio) atau bahkan PBV (Price to Book Value) seringkali tidak memadai. Mengapa? Karena nilai terbesar perusahaan properti seringkali tersembunyi di dalam lahan yang belum dikembangkan, proyek yang masih dalam pengerjaan, atau properti investasi yang disewakan. Nilai-nilai ini tidak tercermin secara akurat dalam laporan keuangan berdasarkan standar akuntansi. Di sinilah RNAV (Revaluated Net Asset Value) atau Nilai Aset Bersih yang Dinilai Ulang menjadi metode valuasi yang paling relevan. Artikel ini akan membahas secara mendalam...

Artikel menarik lainnya:

  1. The Spring Pattern: Harga Turun Sebentar Lalu Naik Tajam sebagai Konfirmasi Support
  2. Ketika Pasar Menjadi Narkoba: Saham dan Gangguan Kecanduan Dopamin
  3. Breakaway Gap: Lompatan Awal yang Menandai Kelahiran Tren Baru
  4. Pola 5-0: Formasi Harmonic yang Unik dengan Dua Opsi Pembalikan
  5. Mengukur Amarah dan Keserakahan Pasar: Memahami CNN Fear & Greed Index
  6. Rising Broadening Wedge: Pola Ekspansi di Puncak yang Berakhir Bearish
  7. Payback Period: Seberapa Cepat Investasi Anda Kembali?
  8. Stalled Pattern: Pola Tiga Candlestick Peringatan Dini Harga Akan Terjun Bebas
  9. Gator Oscillator: Membaca Siklus "Tidur dan Makan" Alligator Bill Williams
  10. Order Book: Jendela Pendapatan Masa Depan Perusahaan

TradingView Chart - MLBI