Update: Senin, 6 Juli 2026

KOKA

PT. Koka Indonesia Tbk.

Rp 128
-5.19%
Volume
917.094 lot
MA 5
110
MA 20
99
RSI
63.83
High
144
Low
124
Nilai
85/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
6.62%
Support (10d)
87
Resistance (10d)
144
Volume Trend (10d)
+92.5%
Score
85
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
5.79 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (63.8)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -14.207 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham KOKA saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 63.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 6.62%. Area support terdekat berada di sekitar Rp87, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp144.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 85 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 128 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 147 - 160 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 122 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Menentukan Stop Loss dan Take Profit yang Realistis: Seni Melindungi Modal dan Mengamankan Keuntungan

Dua orang investor membeli saham yang sama di harga yang sama: Rp10.000. Investor A memasang stop loss di Rp9.500 (turun 5%) dan take profit di Rp12.000 (naik 20%). Ketika harga turun ke Rp9.500, ia cut loss tanpa emosi. Kerugiannya kecil. Ia masih punya modal untuk transaksi lain. Investor B tidak memasang stop loss. Ia berharap harga akan naik kembali. Harga terus turun ke Rp7.000. Ia panik, tidak tahu harus apa. Akhirnya ia menjual di harga terendah, rugi besar. Sementara itu, investor C juga membeli di Rp10.000. Ia memasang stop loss di Rp9.500 dan take profit di Rp10.500 (naik 5%). Harga naik ke Rp10.500, ia ambil untung. Namun harga terus naik hingga Rp13.000. Ia menyesal karena menjual terlalu cepat. Apa yang membedakan ketiganya? Investor A memiliki...

Artikel menarik lainnya:

  1. Sustainable Growth Rate (SGR): Seberapa Cepat Perusahaan Bisa Tumbuh Tanpa Utang Baru?
  2. Ending Volume: Volume Mengecil di Akhir Tren sebagai Tanda Kelelahan
  3. KSEI dan Perannya dalam Penyimpanan Efek: Pilar Keamanan Investasi Pasar Modal
  4. Pengertian Pendapatan vs Laba: Jangan Tertukar!
  5. PEG Ratio: Ketika PER Bertemu Pertumbuhan Laba
  6. Take Rate: Kunci Monetisasi yang Menentukan Valuasi Saham Digital
  7. Dark Cloud Cover: Pola Awan Gelap yang Menandakan Pembalikan Bearish
  8. Menentukan Stop Loss dan Take Profit yang Realistis: Seni Melindungi Modal dan Mengamankan Keuntungan
  9. Analisis DuPont 5 Langkah: Bedah ROE hingga ke Tulang Paling Dalam
  10. Double Top: Sinyal Pembalikan Bearish yang Tak Boleh Diabaikan

TradingView Chart - KOKA