Update: Jumat, 22 Mei 2026

KOKA

PT. Koka Indonesia Tbk.

Rp 119
+10.19%
Volume
354.878 lot
MA 5
123
MA 20
160
RSI
16.49
High
143
Low
99

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.32%
Support (10d)
99
Resistance (10d)
187
Volume Trend (10d)
+118.8%
Score
45
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
-33.52 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (16.5) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -6.222 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham KOKA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 16.5, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.32%. Area support terdekat berada di sekitar Rp99, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp187.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 99, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Value Averaging (VA): Strategi Cerdas Memaksimalkan Keuntungan Saat Pasar Turun

Jika Anda sudah mengenal Dollar Cost Averaging (DCA) sebagai strategi investasi rutin dengan nominal tetap, maka Value Averaging (VA) adalah versi yang lebih dinamis dan ambisius. VA tidak hanya meminta Anda disiplin, tetapi juga memaksa Anda membeli lebih banyak saat harga murah, dan membeli lebih sedikit (atau bahkan menjual) saat harga mahal. Apa Itu Value Averaging? Value Averaging adalah strategi investasi jangka panjang yang dikembangkan oleh Michael Edleson. Alih-alih menyetor uang dalam jumlah tetap setiap periode (seperti DCA), Anda menargetkan nilai portofolio harus bertambah dalam jumlah tetap setiap periode. Dengan kata lain, Anda menentukan pertumbuhan nilai portofolio yang ingin dicapai setiap bulan/kuartal, lalu menyesuaikan besarnya investasi berdasarkan kinerja pasar sebelumnya. Perbedaan Mendasar: DCA vs VA Aspek Dollar Cost Averaging (DCA) Value Averaging (VA) Setoran tiap...

Artikel menarik lainnya:

  1. Island Gap: Ketika Harga Terdampar Sendirian Sebelum Berbalik Arah
  2. Waktu Trading: Pre-opening, Regular, Pre-closing – Panduan Lengkap untuk Pemula
  3. Three White Soldiers: Tiga Serdawan Putih Penanda Kekuatan Bullish
  4. Murray Math Lines – Dunia Terbagi dalam 8 Garis Ajaib
  5. Core-Satellite Portfolio: Strategi Cerdas Memadukan Stabilitas dan Pertumbuhan
  6. Membaca "Tanda Tangan" Kecurangan: Analisis Fraud Detection dari Laporan Laba Rugi
  7. Mengenal Stochastic: Fast, Slow, Full – dan Pola Crossover
  8. Rasio Distress Price to Book Value: Mendeteksi Saham yang Terluka Parah atau Peluang Emas?
  9. Memahami Pola Tweezer Bottom: Sinyal Pembalikan Harga dari Dua Candlestick
  10. Mengapa Diversifikasi Berlebihan Justru Merugikan Portofolio Saham Anda

TradingView Chart - KOKA