Update: Kamis, 15 Oktober 2026

DLTA

PT. Delta Djakarta Tbk.

Rp 1.775
0.00%
Volume
184 lot
MA 5
1.768
MA 20
1.774
RSI
46.67
High
1.775
Low
1.760
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
0.24%
Support (10d)
1.745
Resistance (10d)
1.790
Volume Trend (10d)
-14.5%
Score
55
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-1.39 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (46.7)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 15 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DLTA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 46.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.24%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.745, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.790.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 1.790 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 1.969, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 1.745 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA: Mengungkap Beban Tersembunyi yang Sering Diabaikan Investor

Dalam dunia saham, investor fokus pada laba bersih, pendapatan, dan arus kas. Namun, ada satu pos biaya yang sering luput dari perhatian padahal bisa sangat signifikan: biaya sewa (rent expense). Baik itu sewa toko, sewa pabrik, sewa kantor, atau sewa peralatan—biaya ini mengalir keluar setiap bulan dan mengurangi laba perusahaan. Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA adalah alat sederhana namun kuat untuk mengukur seberapa besar beban sewa membebani operasional perusahaan. Artikel ini akan membahas apa itu rasio ini, mengapa penting, bagaimana interpretasinya, serta bagaimana menggunakannya untuk menghindari saham dengan beban sewa yang terlalu berat. 1. Apa Itu Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA? Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA membandingkan total biaya sewa tahunan dengan EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization). Rumus: Rasio Sewa/EBITDA = Beban...

Artikel menarik lainnya:

  1. Gann Square of 9: Menjembatani Harga dan Waktu dalam Analisis Teknikal
  2. Delta Divergence dan CVD: Senjata Baru untuk Membaca Dominasi Pasar
  3. The 2B Pattern: Pola False Breakout Reversal dari Joe Ross
  4. Ascending Triangle: Segitiga Naik yang Menandai Kelanjutan Tren Bullish
  5. Memahami Pola Tiga Candlestick: Side-by-Side White Lines (Garis Putih Berdampingan)
  6. Price to GMV: Tolok Ukur Valuasi untuk E-commerce dan Marketplace
  7. Menyingkap Nilai Tersembunyi: Analisis Embedded Value (EV) untuk Saham Asuransi Jiwa
  8. Breakaway, Sinyal Pembalikan dengan Gap yang Kuat
  9. Unique Three River: Pola Langka yang Menandai Titik Jenuh Penjualan
  10. Descending Triangle: Segitiga Turun yang Menandai Kelanjutan Tren Bearish

TradingView Chart - DLTA