Update: Kamis, 20 Agustus 2026

MIRA

PT. Mitra International Resources Tbk.

Rp 29
+7.41%
Volume
114.657 lot
MA 5
29
MA 20
25
RSI
65.22
High
29
Low
25
Nilai
65/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
5.68%
Support (10d)
25
Resistance (10d)
31
Volume Trend (10d)
+98.6%
Score
65
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
61.11 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (65.2)
Neutral Volume: Normal volume
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MIRA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 65.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.68%. Area support terdekat berada di sekitar Rp25, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp31.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 30 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 32 - 33 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 27 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Working Capital Turnover: Seberapa Efisien Perusahaan Mengelola Modal Kerja?

Dalam dunia investasi saham, banyak investor terpaku pada rasio-rasio populer seperti Price to Earnings (P/E), Return on Equity (ROE), atau Debt to Equity (DER). Namun ada satu rasio yang sering luput dari perhatian, padahal ia mampu membedakan perusahaan yang sehat secara operasional dari perusahaan yang hanya "tampak" sehat di laporan laba rugi. Rasio itu adalah Working Capital Turnover (Perputaran Modal Kerja). Rasio ini menjawab pertanyaan sederhana namun mendasar: Seberapa efektif perusahaan menggunakan modal kerjanya untuk menghasilkan penjualan? Apa Itu Working Capital Turnover? Working Capital Turnover adalah rasio yang mengukur seberapa banyak pendapatan (penjualan) yang dapat dihasilkan oleh perusahaan untuk setiap rupiah modal kerja yang digunakan. Rumusnya: Working Capital Turnover=Penjualan BersihModal Kerja Rata-rataWorking Capital Turnover=Modal Kerja Rata-rataPenjualan Bersih​ Sedangkan Modal Kerja (Working Capital) adalah: Modal Kerja=Aset Lancar−Liabilitas LancarModal Kerja=Aset Lancar−Liabilitas Lancar Contoh sederhana: Sebuah perusahaan memiliki penjualan tahunan Rp 100 miliar. Modal...

Artikel menarik lainnya:

  1. Jual Saham Anda, Beli Ketenangan: Pentingnya Libur dari Pasar Saham
  2. Overthinking vs Underthinking: Dua Ekstrem yang Sama-sama Berbahaya dalam Investasi Saham
  3. Core Portfolio: Kombinasi Saham Blue Chip dan Obligasi untuk Fondasi Investasi yang Kokoh
  4. Reverse Stock Split: Tanda Bahaya atau Strategi?
  5. Reaksi Terhadap Margin Call: Antara Panik dan Keputusan Rasional
  6. Gann Fan – Kipas Geometris yang Membaca Jiwa Pasar
  7. Rasio EV terhadap Unit Terjual (EV/Unit): Pendekatan Unik Menilai Saham Berbasis Fisik
  8. Mengenal Kelas Saham: Perbedaan Blue Chip, Second Liner, dan Gorengan
  9. Heikin Ashi – Candlestick Termodifikasi untuk Membaca Kelanjutan Tren
  10. Memahami Pola Tweezer Bottom: Sinyal Pembalikan Harga dari Dua Candlestick

TradingView Chart - MIRA