Update: Jumat, 10 Juli 2026

MIRA

PT. Mitra International Resources Tbk.

Rp 18
0.00%
Volume
34.162 lot
MA 5
18
MA 20
19
RSI
40.00
High
18
Low
17
Nilai
25/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
4.88%
Support (10d)
17
Resistance (10d)
19
Volume Trend (10d)
-53.1%
Score
25
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-14.29 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (40.0)
Neutral Volume: Normal volume
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MIRA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.88%. Area support terdekat berada di sekitar Rp17, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp19.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 25 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 16 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Ketika Pasar Menjadi Narkoba: Saham dan Gangguan Kecanduan Dopamin

Dalam dunia medis, kecanduan identik dengan narkoba, alkohol, atau judi. Namun, tahukah Anda bahwa trading saham secara psikologis dapat memicu mekanisme kecanduan yang hampir sama persis? Banyak investor ritel yang tidak menyadari bahwa mereka tidak lagi berinvestasi secara rasional—melainkan sedang "mengejar dopamin". Gejalanya klasik: bolak-balik membuka aplikasi trading setiap beberapa menit, merasakan euforia saat harga naik, lalu frustrasi berat saat turun, namun tetap tidak bisa berhenti. Fenomena ini dikenal dalam neurosains sebagai dopamine-driven trading addiction atau gangguan kecanduan dopamin dalam perdagangan saham. Apa Itu Dopamin dan Mengapa Berbahaya? Dopamin adalah neurotransmitter di otak yang bertanggung jawab atas rasa senang, motivasi, dan penghargaan. Secara evolusi, dopamin membuat kita ingin mengulangi perilaku yang mendatangkan keuntungan (makan, berhubungan sosial, meraih target). Namun, sistem dopamin dapat dibajak oleh reward...

Artikel menarik lainnya:

  1. Hook Reversal: Pola Sederhana yang Bisa Selamatkan Anda dari Jeratan Tren
  2. Strip Ratio: Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Batubara
  3. Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA: Mengungkap Beban Tersembunyi yang Sering Diabaikan Investor
  4. Herding Behavior: Bahaya Ikut-ikutan Tanpa Analisis di Pasar Saham
  5. Dividen dalam Bentuk Lembar Saham: Memahami Rasio Distribusi Saham Bonus
  6. Time Series Forecast: Memprediksi Harga Masa Depan dari Pola Masa Lalu
  7. Rasio Restrukturisasi Utang: Detektor Dini Perusahaan yang Hampir Bangkrut atau Peluang Investasi?
  8. Shark: Hiu yang Memburu Titik Pembalikan dengan Presisi Tinggi
  9. Value Averaging (VA): Strategi Cerdas Memaksimalkan Keuntungan Saat Pasar Turun
  10. Payback Period: Seberapa Cepat Investasi Anda Kembali?

TradingView Chart - MIRA