Update: Senin, 5 Oktober 2026

MIRA

PT. Mitra International Resources Tbk.

Rp 23
0.00%
Volume
432.666 lot
MA 5
25
MA 20
25
RSI
47.37
High
26
Low
22
Nilai
80/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
3.90%
Support (10d)
21
Resistance (10d)
33
Volume Trend (10d)
+1,155.1%
Score
80
Win Rate (30d)
16.67 %
P/L (30d)
-14.81 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (47.4)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 10.634 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MIRA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 47.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.90%. Area support terdekat berada di sekitar Rp21, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp33.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 23 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 26 - 29 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 22 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari berbagai pola segitiga, kini saatnya mengenal pola yang bentuknya mirip tetapi memiliki implikasi yang sangat berbeda: Rising Wedge atau Wedge Naik. Rising Wedge adalah salah satu pola yang paling sering disalahartikan oleh trader pemula. Secara visual, pola ini terlihat bullish karena garis-garisnya miring ke atas. Namun, dalam konteks tertentu, Rising Wedge justru merupakan pola bearish continuation – artinya ia menandakan bahwa setelah periode konsolidasi, tren turun akan berlanjut. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Rising Wedge sebagai pola bearish continuation, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Rising Wedge? Rising Wedge adalah pola konsolidasi yang terbentuk ketika harga bergerak di antara dua garis trendline yang sama-sama miring ke atas,...

Artikel menarik lainnya:

  1. FCFF (Free Cash Flow to Firm): Mengukur Nilai Seluruh Perusahaan, Bukan Hanya Ekuitas
  2. The Upthrust: Harga Naik Sebentar Lalu Turun sebagai Konfirmasi Resistance
  3. Fear of Missing Out Saat IPO Meledak: Ketika Ketakutan Ketinggalan Kereta Menghancurkan Portofolio
  4. Efek Diderot di Portofolio Saham: Ketika Satu Perubahan Memicu Rantai Keputusan Buruk
  5. Rasio Kas terhadap Utang Lancar: Ukuran Paling Keras Kemampuan Bayar Utang dalam 24 Jam
  6. Tristar: Pola Tiga Doji yang Menandakan Titik Balik Pasar
  7. Gartley: Formasi Harmonis yang Memadukan Geometri dan Fibonacci
  8. Manajemen Waktu Trader Paruh Waktu vs Full Time: Dua Dunia, Dua Strategi Berbeda
  9. Black Swan: Pola Harmonic Bullish yang Langka dan Eksotis
  10. Market Profile – Memahami Struktur Pasar dari Waktu dan Harga

TradingView Chart - MIRA