Update: Jumat, 22 Mei 2026

EPMT

PT. Enseval Putera Megatrading Tbk.

Rp 2.320
+2.65%
Volume
3.096 lot
MA 5
2.314
MA 20
2.361
RSI
42.86
High
2.360
Low
2.240

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
0.72%
Support (10d)
2.200
Resistance (10d)
2.460
Volume Trend (10d)
+3.7%
Score
70
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (42.9)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 116 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham EPMT saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 42.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.72%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.200, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.460.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 2.366 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 2.552 - 2.668 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 2.158 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Kas terhadap Utang Lancar: Ukuran Paling Keras Kemampuan Bayar Utang dalam 24 Jam

Dalam analisis fundamental saham, banyak rasio likuiditas yang bersifat "lunak"—mereka mengasumsikan piutang bisa ditagih dan persediaan bisa dijual dalam waktu singkat. Namun, bagi investor yang benar-benar ingin mengukur ketahanan finansial perusahaan dalam kondisi terburuk, ada satu rasio yang paling keras dan tanpa kompromi: Rasio Kas terhadap Utang Lancar. Rasio ini menjawab pertanyaan sederhana namun mematikan: "Jika semua kreditur menagih besok pagi, apakah perusahaan bisa membayar dengan uang tunai yang ada di rekening hari ini?" Artikel ini akan membahas mengapa rasio ini penting, bagaimana menginterpretasikannya, dan kapan rasio yang rendah justru bukan masalah. 1. Apa Itu Rasio Kas terhadap Utang Lancar? Rasio Kas terhadap Utang Lancar (Cash to Current Liabilities Ratio) adalah indikator paling konservatif untuk mengukur likuiditas jangka pendek. Rasio ini hanya membandingkan uang tunai...

Artikel menarik lainnya:

  1. Book Value vs Market Value: Dua Dunia Berbeda dalam Menilai Saham
  2. Regret Aversion: Ketika Ketakutan Akan Penyesalan Melumpuhkan Keputusan Investasi Anda
  3. Membangun Portofolio dengan ETF Saham: Praktis, Murah, dan Modern
  4. Current Ratio: Ukur Likuiditas Perusahaan
  5. Mengendalikan Euforia saat Pasar Bullish Ekstrem: Saat Bahagia Justru Berbahaya
  6. Rasio Underwriting Profit: Mengukur Kemampuan Inti Perusahaan Asuransi
  7. Cara Membeli Saham Pertama Kali di Sekuritas: Panduan Langkah demi Langkah untuk Pemula
  8. Rasio Market Value Added (MVA): Ukuran Kekayaan yang Diciptakan untuk Pemegang Saham
  9. Visualisasi Tujuan Keuangan vs Fluktuasi Harian: Jangan Biarkan Pergerakan 5 Menit Menghancurkan Mimpi 5 Tahun
  10. Cut Loss Tepat: Kapan dan Bagaimana Caranya

TradingView Chart - EPMT